5 Kendala Kaum Hawa Dalam Perkirakan Anggaran Belanjanya

Jakarta – Tiap individu mempunyai kans untuk hidup berbalut kemewahan. Roda kehidupan berputar dan membuat semua berkesempatan untuk menikmati rezeki. Hal yang menjadikannya lain ialah cara tiap individu itu mengelola dan memanfaatkan anggaran dengan biaya hidup dan kebutuhan masing-masing pribadi.

Tak sedikit yang menganggap wanita sangat kompeten dalam mengelola anggaran, tapinya tak sedikit pula yang mengatakan wanita mempunyai banyak keinginan maka terkesan boros dan kerap menghamburkan uang. Lalu apa saja kelemahan yang ada jika pengaturan anggaran dikuasai oleh wanita, berikut penjelasannya :

1. Royal Dalam Berbelanja


Berbelanja merupakan hal yang paling natural yang kerap dilakukan oleh manusia, terutama kaum hawa. Tapinya, wanita seringkali membeli barang dan berbelanja dengan uang yang sebenarnya tidaklah banyak.

Disamping itu produk yang dibelipun bukanlah barang yang penting atau digolongkan sebagai kebutuhan. Karena hal inilah yang menyebabkan wanita sangat buruk untuk mengelola keuangan. Personalitas yang royal dan tidak bisa menilai mana yang digolongkan kebutuhan mana yang digolongkan hasrat.

2. Mengutamakan Emosi

Bagaimana bisa wanita memanfaatkan dan mengelola anggaran jika masih beracu pada insting dan hawa nafsu. Contohnya mereka kerap membeli karena didesak oleh keingan bukan karena keperluan. Wanita pun kerap menghamburkan dana untuk mengatur mood mereka. Lain hal dengan pria yang menggunakan logika dan perhitungan sistematis untuk mengatur anggaran. Walau tidak bisa dipukulratakan tapi jika diambil contohnya, begitulah penjelasannya.

3. Kurangnya Inisiatif

Perempuan yang melangkah maju bisa dikatakan jarang, mereka umumnya mengatur uang sesuai dengan keadaannya dan tidak mengembangkannya. Padahal hal ini begitu diperlukan oleh pria atau pasangannya. Contohnya perempuan mencari ide untuk usaha, bisnis dan meringankan beban sang suami atau pasangannya.

Jadi dana dan pemasukan bisa berputar dengan baik. Tapinya para wanita terlalu acuh tak acuh dan kerap melakukan hal itu karena memang ingin mempunyai dana untuk keinginan pribadi. Bukan untuk memperbanyak uang itu supaya bisa memperoleh pemasukan untuk mencukupi kebutuhan dan menambah tabungan rumah tangga.

4. Menyepelekan Investasi Jangka Panjang

Jikalau ada individu berpikir investasi bukanlah kebutuhan primer maka pastinya itu adalah kaum hawa. Mereka tergolong pihak yang mengontrol pengeluaran dan pemasukan untuk keperluan atau segala sesuatu yang mereka kehendaki, bukanlah sesuatu untuk kebutuhan di masa depan nanti.

Oleh sebab itu sejumlah kaum hawa yang mendapati pasangannya menggunakan tabungannya untuk berinvestasi jangka panjang dengan nominal yang banyak, mereka kerap marah. Sejatinya, investasi jangka panjang sangatlah penting untuk kondisi keuangan anda di masa depan. Maka sewaktu anda memerlukan dana di masa depan, terlebih untuk sesuatu yang mendadak, maka anda bisa menutupinya dengan tabungan investasi anda. Sayangnya, para kaum hawa tidak akan gampang menerima investasi jumlah besar yang belum jelas kepastiannya.

5. Tidak Responsif dan Lemah Terhadap Iklan

Promosi merupakan salah satu strategi jitu dalam hal pemasaran. Tapinya, strategi ini sangat lemah bagi kaum hawa sangat untuk mengontrol dan memanfaatkan anggaran. Terutama diskon, wanita akan merasa sangat terbantu dalam memenuhi kehendak pribadi mereka yakni membeli sesuatu yang sesungguhnya tidak begitu mendesak. Padahal uang itu bisa saja didepositokan untuk kepentingan yang lebih mendesak di masa depan.

Wanita pun kerap bergerak lambat dalam menutupi kebutuhan keuangan. Alhasil, mereka hanya akan menggunakan uang dari pinjaman dan juga menggadaikan harta mereka. Karena mereka kurang percaya akan penanaman modal. Ketidak-responsifan inilah yang merugikan para wanita itu sendiri, pasangan bahkan keluarga yang anggarannya dikontrol oleh wanita.

4 Tips Untuk Melakukan Ekspansi Bisnismu Ke Dunia Internasional

Jakarta – Memiliki usaha yang berhasil dan maju pasti menjadi cita-cita semua pebisnis, khususnya bagi para pengusaha. Terlebih jika usaha yang dikelola bisa bersaing di pasar internasional. Tapinya, untuk mewujudkan hal tersebut, seorang pengusaha wajib berupaya dengan sangat gigih. Bahkan kadang kala ia harus rela meninggalkan urusan pribadi demi kemajuan bisnisnya. Berikut ini beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan oleh para pebisnis ketika ingin memajukan dan melebarkan sayap bisnisnya ke dunia internasional :

1. Manfaatkan Teknologi


Perluasan bisnis yang berhasil sampai ke luar negeri hanya akan terjadi jikalau Anda mempunyai wawasan yang matang tentang teknologi dan cara menerapkannya seefektif dan seefisien mungkin di bisnis yang Anda geluti.

Anda harus mampu mencermati dan menargetkan suatu demografi melalui bisnis online. Sebelum melebarkan sayap di dunia internasional, Anda patut mengendalikan kestabilan batasan laba atas investasi Anda. Memakai alat komunikasi digital adalah kunci yang sangat vital. Aplikasi seperti iMeet memungkinkan Anda untuk mengirim pesan instan langsung dengan sebagian besar rekan-rekan bisnis dari mana pun.

Dengan berbagi informasi menggunakan teknologi ini bakal sangat membantu Anda dan tim agar tetap terhubung selama ekspansi. Dengan didukung oleh banyak tim yang berproses, Anda tetap dapat dihubungi setiap saat, dan ini hanya mungkin diterapkan menggunakan teknologi yang stabil.

2. Bersikap Luwes

Trik sukses dalam menggeluti dunia bisnis adalah sanggup beradaptasi. Pemimpin yang sanggup menyesuaikan diri dengan pasar luar negeri dan sanggup mengarahkan perusahaannya tanpa keraguan, umumnya akan sukses dalam mengoperasikan bisnis.

Sementara bagi mereka yang kontra terhadap perubahan dan gagal untuk bersikap reaktif pada pasar, umumnya sulit untuk melangkah dan akan tertinggal jauh di belakang. Tapinya, jikalau nantinya Anda sukses beradaptasi, bukan hanya bisa mengubah hal-hal krusial selama tiga bulan pertama, melainkan harus selalu siap mengambil keputusan untuk segala kemungkinan yang muncul sepanjang tahun pertama dan tahun-tahun selanjutnya dalam berbisnis.

Dibutuhkan sebuah strategi yang jitu tentang bagaimana memajukan bisnis hingga mendunia, tapi satu yang perlu dicatat, Anda harus bersikap luwes ketika hendak merombak pasar dan itu bergantung pada diri Anda sendiri.

3. Hubungan bisnis itu perlu


Satu prioritas utama ketika memajukan bisnis ke semua penjuru dunia adalah mengendalikan biaya serendah mungkin tapinya memiliki batas keuntungan yang sebanyak mungkin. Untuk menerapkan hal ini, penting untuk memupuk hubungan bisnis di pasar internasional yang Anda miliki.

Manfaatkan teknologi termutakhir untuk tetap menjalin hubungan dengan mitra bisnis yang strategis di sepanjang fase awal sewaktu berekspansi, karena ini merupakan hal yang vital. Pastikan Anda dan mitra bisnis bisa saling menguntungkan dalam jangka waktu panjang.

Dalam menjalin kemitraan, yang jadi inti utama bukan untuk membantu Anda menanggulangi inflasi harga, tapinya juga untuk menyampaikan berbagai informasi yang bermanfaat dalam pasar internasional, sehingga jika ada potensi perubahan, paling tidak anda sanggup mengurangi jumlah kerugian.

4. Temukan orang yang kapabel

Perusahaan yang sukses umumnya memiliki kesamaan dan kapabilitas untuk terus-menerus melihat peluang yang bersinar dan talenta yang dapat memajukan bisnis. Ini bahkan jadi lebih bermanfaat sewaktu berkehendak memajukan bisnis secara internasional.

Oleh sebab itu, penting untuk mempunyai orang yang bisa menanamkan modalnya bagi perusahaan, seperti orang yang mempunyai wawasan tentang pasar Anda dan yang selalu bergairah untuk meraih target di perusahaan. Sosok-sosok seperti inilah yang Anda perlukan dalam tim.

Umumnya mereka bahkan bisa memberikan tambahan wawasan tentang hukum bisnis sehingga dapat membantu Anda ketika diterpa masalah saat berbisnis. Temukan orang yang kapabel di tim Anda yang mau bersama-sama menuntun perusahaan untuk menjadi sukses. Kebanyakan perusahaan-perusahaan yang telah sukses berekspansi di pasar dunia adalah mereka yang mempunyai tim dan toko-tokoh dengan komitmen yang sama untuk mengembangkan bisnis.

Andalkan Media Sosial, Dua Pemuda Ini Sukses Berbisnis Kepiting Nyinyir

Tak hanya bermanfaat untuk eksis, media sosial juga dapat difungsikan sebagai media pemasaran suatu bisnis dan menjaring konsumen. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh dua pemuda bernama Gilang dan Rachman yang menggeluti bisnis kuliner kepiting melalui Instagram.

Mulanya, kedua pemuda ini melakoni dunia bisnis kuliner pada bulan Oktober 2016 lalu. Ketika itu, di Jakarta sedang tren menu kepiting ala Louisiana. Alhasil, restoran yang menawarkan menu tersebut pun banyak bermunculan. Tapinya, jarang dari mereka yang menggunakan medsos sebagai sarana pemasarannya.

Dalam menjalankan usaha kuliner kepiting ini, Gilang dan Rachman mengeluarkan modal awal sebesar Rp 3 juta. Modal tersebut dipergunakannya untuk melakukan promosi awal. Kuliner kepiting olahannya itu dinamai Kepiting Nyinyir, dimana istilah tersebut diambil dari kata-kata percakapan di Instagram.

“Kata Nyinyir ini kita ambil dari kata-kata yang sering digunakan orang-orang di Instagram. Sebenarnya, kata ini ditujukan buat mereka yang suka ngomongin orang. Nah, kita menggunakan kata itu supaya banyak orang yang ngomongin usaha ini, jadinya banyak yang pesan,” beber Gilang.

Dalam peluncuran olahan Kepiting Nyinyir ini, Gilang dan Rachman mengundang rekan-rekannya yang aktif di Instagram, dimana acara tersebut dilakukan di sebuah restoran miliki temannya. Sebagian dari modal yang dikeluarkannya ia gunakan juga untuk memberikan olahan Kepiting Nyinyir secara gratis kepada 30 orang rekannya.

Tapinya, 30 orang temannya itu haru membagikan pengalaman ketika mencicipi Kepiting Nyinyir melalui akun instagram pribadi mereka. Hal itu membuahkan hasil yang mengejutkan. Keesokan harinya, Gilang dan Rachman mendapatkan banyak pesanan. “Walaupun pesanan yang datang setiap harinya masih dalam hitungan jari, namun kita sangat senang karena usaha ini sudah mulai dikenal,” beber Rachman.

Selain itu, untuk meningkatkan kegiatan promosinya, Gilang dan Rachman juga telah mempersiapkan dana yang cukup besar. “Kami menyiapkan dana sebesar Rp 3 juta setiap bulannya untuk mempromosikan Kepiting Nyinyir ini. Jika sebelumnya kami lebih banyak untuk food blogger, kali ini kami ingin menambahkan ke Instagram ads,” pungkasnya.

Saat ini, rata-rata besarnya omzet yang mereka peroleh setiap bulannya adalah mencapai Rp 50 juta. Tak hanya itu, perkembangan usahanya yang menjanjikan itu tak terluput dari sejumlah inovasi yang selalu dilakukannya. Bahkan, pada awal tahun ini Kepiting Nyinyir telah resmi menjadi bagian dari Go-Jek, sehingga konsumen bisa memesannya melalui Go-Food.

“Awalnya kita kaget ada konsumen yang pesan pakai Go-Food, padahal kita belum kerja sama. Mungkin karena lagi tren banget, jadinya dari Go-Jek sendiri yang masukin Kepiting Nyinnyir. Dari situlah kita bekerja sama dengan mereka. Kalau ada kerja sama, ongkos kirimnya bisa gratis dan bisa update menu terus kalau ada penambahan. Sebenernya kalau tidak kerja sama juga tetap bisa pesan di Go-Food, tapi menunya tidak bisa di update,” jelas Gilang.

Tidak hanya gencar berbisnis, Gilang dan Rachman juga tidak lupa untuk melakukan kegiatan sosial. Dari awal mereka menjalani bisnis kuliner Kepiting Nyinyir ini, keduanya mengalokasikan sebagian dari keuntungan yang didapatkannya untuk aksi sosial, yakni 10%. “Dari awal usaha ini, kami sudah melakukan kegiatan CSR sebesar 10% dari keuntungan yang di dapat,” pungkasnya.

Saat ini, Kepiting Nyinyir juga menjalin kerja sama dengan sebuah program bernama Indonesia Mengajar. Melalui program ini, mereka mempunyai program bernama Nyinyir Sambil Iuran. Untuk itu, konsumen yang memesan produk ini turut menyumbang Rp 3.000 setiap pesanan yang nantinya dialokasikan untuk anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan.

Sejumlah Sajian Frozen Food Ini Berpotensi Jadi Ladang Penghasilanmu

Di tengah banyaknya konsep tentang makanan yang ingin diolah menjadi bisnis kuliner, mungkin sejumlah frozen food ini bisa jadi salah satu opsi bagi kalian. Dan jika masih cemas soal modal, beberapa bisnis frozen food ini ternyata bisa dilakukan dengan modal seminimalis mungkin namun juga bisa mendatangkan profit yang tidak sedikit. Berikut beberapa daftar frozen food yang dapat diolah menjadi ladang bisnismu :

1. Pisang Cokelat Meleleh


Istilah Piscok mungkin sudah tak lagi terdengar asing. Dari dulu hingga sekarang, jajanan ini tetap jadi favorit, bahkan sudah ada penjual yang mengolah pisang coklat menjadi sajian kekinian, dengan diisi coklat berkualitas dan meleleh ketika disantap. Pisangnya pun lembut sekali, tak heran makanan ini selalu ramai diincar pegawai kantor ataupun para pelajar.

Tapi tahukah kamu bahwa dengan menjalankan bisnis seperti ini, kamu bisa saja memperoleh banyak keuntungan. Menurut taksiran, harga grosiran jika kamu membeli di distributornya adalah Rp 2.000 dan kamu membeli 20 biji, kamu cuma butuh modal Rp 40.000. Sedangkan yang dijual di pasaran oleh pisang coklat kekinian biasanya adalah Rp 5.000, maka profit yang kamu dapatkan adalah 20 x Rp 5.000 = Rp 100.000, dikurang modal Rp 40.000 = Rp 60.000.

2. Rujak Cireng


Rujak cireng pun sedang naik daun. Sensasi kenyal dan garingnya cireng kemudian dicelupkan ke dalam saus bumbu rujak memang sungguh juara, apalagi ketika dinikmati saat sore hari. Itulah alasan kenapa jajanan seperti ini mulai banyak diminati dan banyak pula dijual di berbagai restoran atau rumah makan.

Sedangkan bagi kalian yang ingin mencoba berdagang jajanan seperti ini, bukanlah hal mustahil untuk dilakukan. Kamu tidak perlu merogoh kocek yang dalam seperti bisnis kuliner lainnya. Mari kita kalkulasikan, biasanya harga yang dijual oleh produsen adalah Rp 10.000 per pack dengan isi 20 biji. Ketika kamu menjualnya, mari kita asumsikan harga yang kamu berikan adalah Rp 8.000 per porsi dengan isi 5 biji tiap porsinya, maka total penjualan yang diperoleh adalah Rp 32.000. Profitnya yaitu Rp 32.000 – Rp 10.000 = Rp 22.000.

3. Otak-otak


Makanan ringan dari olahan ikan yang disantap dengan sambal kacang ini juga bisa jadi opsi ide jualan. Apalagi labanya pun cukup menggiurkan. Biasanya satu bungkus otak-otak berisikan 30 biji dan dibanderol dengan harga Rp 15.000. Kemudian saat kamu menjualnya, cukup tetapkan harganya dengan Rp 9.000 per porsi (5 biji). Maka total profit tersebut sebesar Rp 54.000 kemudian dikurang Rp 15.000 = Rp 39.000. Tertarik?

4. Cireng Isi


Selain cireng rujak, jangan lupakan juga cireng isi. Tentu kalian tidak asing dengan makanan ringan ini, kan? Sensasi menggigit cireng yang renyah dan empuk, kemudian ditambah isian pula di dalamnya pasti menarik hati. Mulai dari isian sosis hingga daging asap. Nah, tidak ada ruginya jika kamu berpikir untuk menjadikan ini sebagai objek bisnismu. Biasanya, harga yang dijual oleh produsen adalah Rp 45.000 per pack berisi 30 pcs. Namun jika kamu menjual satu porsi berisi 5 pcs dengan harga 15.000, maka total profitnya adalah Rp 90.000, lalu dikurangi RP 45.000, untung yang kamu peroleh adalah Rp 45.000.

5. Roti Maryam


Dewasa ini, roti maryam pun tak kalah tenar dengan hidangan-hidangan yang telah dibahas diatas. Roti jenis ini selain gurih ketika dikunyah juga punya rasa yang menarik, bisa digabungkan dengan aneka pilihan penyedap rasa seperti cokelat messes, selai, atau apapun yang rasanya manis. Coba bayangkan, dinikmati selagi hangat pasti akan terasa sangat enak. Nah, kenapa tidak dicoba usaha ini? Pendapatannya pun bisa membantu meringankan beban cicilanmu, kok!

Biasanya, taksiran harga yang dijual oleh produsen adalah Rp 15.000 untuk satu pack berisi 5 pcs. Tapinya jika kamu tertarik menjual ini, tentunya yang akan kamu beli tidaklah hanya satu pack saja. Nah, jika kamu jual dengan harga Rp 7.000 per satuannya, kamu sudah bisa menghasilkan profit sekitar Rp. 20.000. Itupun hanya kalkulasi untuk satu pack saja, entah jika kamu membeli puluhan pack. Profitmu bisa saja berkali lipat.

Andalkan Inovasi Unik, Pasutri Ini Sukses Berbisnis Bakso Rusuk

Harus diakui bahwa dalam menjalankan bisnis kuliner, dibutuhkan inovasi yang unik dan menarik guna menarik minat konsumennya. Seperti halnya yang dilakukan pasangan Isa Juarsa dan Qorina Firkiana yang menggeluti usaha Bakso Rusuk yang berlokasi di jalan Mutiara Gading Timur, Bekasi.

Bisnis bakso yang dirintis oleh pasangan suami istri ini dimulai sejak bulan Oktober 2015 lalu dengan tingkat penjualan yang pasang surut. “Ketika baru buka, pengunjungnya ramai, lalu sepi lagi dan pendapatan pun jadi turun. Besar kemungkinan karena perekonomian negara sedang memburuk. Tapi kami mempunyai prinsip dalam berbisnis, yakni inovasi atau mati,” beber Isa.

Inovasi yang direalisasikan untuk mengembangkan usaha bakso ini adalah mengadakan kegiatan Jumat sedekah yang dilakukan setiap hari jumat selama 3 bulan. Omzet penjualannya pun disumbangkan kepada warga Palestina yang pada saat itu sedang mengalami masalah. Ada juga kegiatan sedekah selasa yang diperuntukan bagi anak yatim.

Mengakhiri tahun 2016, Isa dan istrinya pun kembali menciptakan inovasi. Mereka membuat bakso mangkok berukuran besar dan diisi dengan mie serta kuahnya. Ada pula bakso beranak, dimana bakso mangkok tersebut diisi dengan beberapa bakso, mie dan juga tahu. Kemudian ada juga bakso jumbo yang dalam satu mangkok diisi dengan bakso berukuran besar.

Setelah inovasi ini berjalan selama dua bulan, dalam dua bulan berikutnya Isa dan sang istri berencana untuk menciptakan inovasi kembali dengan menghadirkan bakso cinta terlarang, dimana baksonya dibuat dengan warna hitam, yang saat ini tengah popular di kalangan masyarakat.

Kini, Isa dan istrinya juga telah mempersiapkan inovasi lainnya yang bakal direalisasikan pada 3 sampai 6 bulan kedepan. Menurut Isa, inovasi adalah hal terpenting dalam bisnis yang mampu menjadikan bisnis baksonya semakin unik, sehingga dapat diminati banyak konsumen.

Sementara untuk harganya sendiri, Bakso Rusuk menawarkan satu porsi baksonya dengan harga Rp 30 ribu untuk bakso jumbonya. Sedangkan bakso beranak dibanderol seharga Rp 50 ribu per porsi dan bakso uratnya ditawarkan dengan harga Rp 16 ribu serta bakso standarnya dibanderol Rp 12 ribu per porsinya.

Menurutnya, omzet yang didapatkan di hari libur lebih besar apabila dibandingkan dengan hari biasa. “Perolehan omzet di hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai Rp 12 juta hingga Rp 16 juta. Tapi kalau di hari biasa biasanya hanya dibawah Rp 10 juta saja. Apalagi di pertengahan bulan, omzetnya bisa turun dibawah Rp 7 juta. Di awal bulan meningkat lagi,” imbuhnya.

Modal bisnis bakso ini awalnya adalah sekitar Rp 130 juta. Setelah melihat respon dan minat dari para pembelinya, Isa dan sang istri mulai berinovasi. Menurutnya, karakter konsumen di daerah Bekasi adalah mereka lebih senang mendapatkan makanan yang banyak, enak, dan juga murah.

Kini, bisnis baksonya sudah didirikan di Mutiara Gading Timur Blok J dan jalan Mutiara Gading Timur Blok G. Ke depannya, Isa dan istrinya berencana untuk membuka cabang barunya di Jakarta dengan melihat karakter para konsumennya yang mencari kuliner enak, murah, dan unik.

“Saat ini saya sedang belajar bagaimana membuat legalitas dan SOP. Sebenarnya, bisnis kuliner yang baik adalah menu makanannya bisa diduplikasi dengan mudah. Tidak hanya bisa satu orang saja yang bisa meraciknya,” tuturnya.

Apabila tidak seperti itu, menurut Isa usahanya tidak akan bisa berkembang dan bakal kesulitan ketika membuka cabang baru. “Meski begitu, tentunya setiap usaha tetap memiliki rahasia dalam meracik menu sehingga memiliki cita rasa yang berbeda dengan bisnis lainnya yang serupa,” pungkasnya.