Lima Manfaat Daun Mint untuk Kecantikan

Daun yang memiliki sensasi dingin waktu dikunyah ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kecantikan, belum banyak yang mengetahuinya, tetapi hal ini bisa Anda ketahui dengan mudah. Apa saja itu?

Berikut ini ada lima manfaat daun mint untuk kecantikan bagi kulit wajah Anda:

#Atasi iritasi kulit
Iritasi kulit biasanya terjadi karena kulit yang kering. Sensasi dingin dari daun mint mampu membantu mengurangi peradangan kulit dan juga masalah kulit lainnya seperti misalnya luka digigit serangga dan alergi. Untuk hasil optimal campur dengan madu yang mengandung antioksidan dan antibakteri yang baik buat kulit.

#Lindungi kulit dari sinar UV
Daun mint punya kandungan folat dan Omega 3 asam lemak, plus vitamin A dan C yang bagus buat perawatan kulit. Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas, efek dari daun mint yang mendinginkan ini membantu mengatasi luka bakar akibat panas matahari. Efek dingin ini secara tak langsung akan menghalangi kulit dari paparan sinar matahari langsung. Mudah caranya, tumbuk daun mint sampai halus dan baurkan pada kulit, lakukan ini rutin yah.

#Kurangi minyak berlebih di kulit
Menthol yang ada di daun mint mengurangi sekresi minyak dari kelenjar sebaceous yang ada di bawah kulit. Caranya sama, tumbuk daun mint dan haluskan daun lalu baurkan di kulit wajah sebagai masker, dan diamkan antara 15-20 menit.

#Hilangkan komedo
Buat kamu yang berkomedo coba deh kandungan daun mint. Ampuh loh buat menghilangkan komedo. Caranya, cukup oleskan daun mint yang sudah ditumbuk halus ke bagian wajah yang berkomedo dan diamkan selama 15-20 menit. Setelah itu bilas wajah sampai bersih.

#Sebagai obat jerawat
Selain komedo, daun mint juga bisa jadi obat jerawat yang ampuh tuh. Cukup oleskan daun mint yang sudah dihaluskan, dan tempelkan di kulit wajah yang berjerawat. Kamu juga bisa mencampurnya dengan minyak zaitun untuk menghaluskan kulit.

Dengan bahan alami, kini Anda bisa tampil cantik tanpa keluar uang banyak.

Lihat Telapak Tangan Kanan untuk Mengetahui Kesuburan Pria

Tingkat kesuburan pria rupanya bisa juga dilihat melalui jari tangan kanan. Seperti yang diketahui jika tangan merupakan bagian penting bagi tubuh kita.

Tangan merupakan alat peraba yang kegunaannya sangat beragam. Setiap yang akan kita lakukan, maka tangan yang akan melakukannya. Banyak juga mitos seputar tangan kita ini.

Dalam penelitian yang dilakukan di Korea Selatan, memperlihatkan jika tangan kanan bisa mengungkapkan tingkat kesuburan seorang pria.

Tapi bagaimana cara melihatnya? Penelitian ini memperlihatkan dari sekitar 172 pria dewasa, dengan rentang umur antara 20 hingga 69 tahun.

Bahwa ukuran tangan kanan memperlihatkan besarnya skrotum (tempat di mana semen disimpan). Caranya dengan melihat panjang dari jari manis dan telunjuk.

Di mana panjang jari manis yang lebih panjang dari jari telunjuk memperlihatkan, jika ukuran skrotum akan lebih besar.

Dan ini tentu akan meningkatkan volume penyimpanan semen di dalam skrotum, yang bisa menjadi indikator bahwa pria tersebut sangat subur.

Penelitian ini juga sudah dibawa ke dua rumah sakit di Korea Selatan, untuk lebih meyakinkan kembali akan tingkat kesuburan pria. Di antaranya rumah sakit Gil di Gachon dan rumah sakit nasional Seoul.

Namun demikian tidak dipungkiri jika melihat tingkat kesuburan bagi seorang pria, akan lebih objektif dengan hasil medis yang dilakukan oleh ahli kesehatan.

Cara Agar Tidak Terlalu Capek di Kantor Seharian

Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan resiko kematian. Kebanyakan orang dewasa di Amerika Serikat duduk selama 8 jam sehari. Dan kebiasaan duduk ini berbahaya untuk kesehatan.

Tapi menurut sebuah penelitian terbaru di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, berjalan-jalan selama lima menit untuk setiap jam waktu kita duduk bisa melawan efek negatif dari duduk terlalu lama.

Penelitian itu menyimpulkan bahwa duduk selama satu jam bisa membatasi fungsi arteri hingga 50 persen, memperlambat aliran darah yang akan menyebabkan masalah kardiovaskular di kemudian hari. Tapi para partisipan yang berjalan selama lima menit setiap satu jam mereka duduk tidak mengalami penurunan kinerja arteri.

“Orang dewasa Amerika biasanya duduk selama 8 jam per hari,” kata pemimpin penelitian Saurabh Thosar kepada Medical News Today. “Cacat pada fungsi endothelial signifikan setelah duduk selama satu jam. Tapi menarik untuk melihat aktivitas fisik ringan bisa menolong mencegah hal ini,” tambahnya.