Nizami, Pemimpin Partai Islam Terbesar di Bangladesh Dieksekusi Mati

Motiur Rahman Nizami, seorang pemimpin Partai Islam terbesar di Bangladesh baru-baru ini dieksekusi dengan hukum gantung akibat kejahatan perang. Seorang sumber terpercaya menuturkan bahwa Nizami telah di hukum gantung di Penjara Pusat, Dhaka. Menurutnya, ia adalah seorang pemimpin terlarang, yakni Jamaah-e-Islami.

Saat hukuman gantung itu terjadi, seluruh kawasan di Dhaka, Ibu kota Bangladesh diawasi dengan ketat oleh ribuan polisi. Pengawasan ketat tersebut dilakukan untuk menghindari gejolak dan kekerasan seperti pada eksekusi sebelumnya yang telah menewaskan 200 orang lebih. Sebagian besar korbannya adalah anggota kepolisian dan para aktivis jemaat.

Sebelum eksekusi dilakukan, Asaduzzaman Khan, selaku Menteri Dalam Negeri menyebutkan bahwa Nizami menolak untuk melakukan pengajuan permohonan permohonan presiden.

Eksekusi yang dialami Nizami berawal dari kesalahannya dalam kasus kejahatan perang yang melanggar kemanusiaan selama perang kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan yang berlangsung sejak tahun 1971 silam. Pihak Mahkamah Agung pun menolak untuk melakukan banding untuk kembali meninjau hukuman mati yang diberikan kepada Nizami.

Berdasarkan informasi yang didapat dari sumber terpercaya, Motiur Rahman Nizami adalah pelopor kelima dari Partai Jamaat-e-Islami. Faktanya, ia sudah dijatuhi hukuman mati dari beberapa tahun belakangan ini, namun baru dieksekusi di tahun ini.

Dari pihak kubu pendukung Nizami, banyak yang berkeyakinan bahwa keputusan eksekusi tersebut dibentuk dengan berlandaskan motif politik. Di sisi lain, eksekusi ini mendapatkan respon yang baik, tentunya dari pihak yang kontra Nizami.

Pajak Rokok Naik, Harga Rokok di Australia Melambung Tinggi

Di Australia, harga rokok melambung lantaran pajaknya yang terus meningkat. Sejumlah pakar kesehatan di negara ini mengharapkan kenaikan pajak rokok ini akan mampu mengurangi jumlah perokok, sehingga negara yang mendapat sebutan negeri kangguru ini segera terbebas dari asap rokok yang berbaya bagi kesehatan.

Pada beberapa dekade terakhir, kuantitas perokok di Australia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Di awal tahun 1990, jumlah penduduk yang merokok sebesar 25 persen dan saat ini berkurang menajdi 13 persen.

Penurunan jumlah perokok ini terjadi berkat kian meningkatnya pajak yang dibebankan untuk tembakau. Tak hanya itu, adanya larangan merokok di sejumlah tempat umum dan kemasan rokok yang diharuskan polos pun ikut serta menjadi faktor pendukung menurunnya jumlah perokok di Australia.

Baru-baru ini, pemerintah pusat Australia kembali menaikan tarif pajak dari tembakau. Kenaikan pajak rokok tersebut mencapai 12,5 persen untuk 4 tahun mendatang. Hal ini mengakibatkan harga satu bungkus rokok menjadi 40 dolar atau setara dengan Rp 400.000.

“Kondisi ini mengharuskan saya untuk berhenti merokok. Karena saya tidak mampu untuk membeli rokok dengan harga yang setinggi itu. Dengan harga tersebut, nantinya saya akan merogoh kantong 400 dolar hanya untuk merokok saja,” paparnya.
Berbanding terbalik dengan Joanne, yang sudah menjadi seorang perokok selama 40 tahun. Ia mengatakan bahwa melambungnya harga rokok tak akan menghentikan dirinya untuk merokok.

Kolombia Resmi Melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Dunia kembali digegerkan dengan adanya negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Kolombia merupakan salah satu negara di Amerika Selatan yang baru-baru ini mengizinkan adanya pernikahan sesama jenis.

Dari sembilan hakim yang ada, enam diantaranya mufakat terhadap persepsi yang menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk menentukan cara mereka dalam memulai sebuah keluarga sesuai dengan tujuan seksual mereka.

Maria Victoria Calle, selaku Hakim di Kolombia menuturkan bahwa para hakim telah mufakat untuk melegalkan pernikahan sejenis dan ini sama sekali tidak melanggar hukum.

Keputusan akan hal tersebut juga mewajibkan setiap notaris, hakim dan juga aparat pemerintahan guna menegaskan bahwa hak dasar seluruh warga terpenuhi dan mereka memperoleh perlakuan yang serupa.

Sebelumnya, meskipun negara ini sudah mengizinkan pernikahan sesama jenis, namun banyak gugatan yang diajukan terhadap aturan ini. Tak hanya itu, banyak juga pejabat yang tidak bersedia untuk mendaftarkan pernikahan tersebut sejak kongres tidak berhasil mengesahkan undang-undang yang meresmikan pernikahan sejenis.

Kondisi ini lantas mendorong aksi protes dari para aktivis dan komunitas gay serta lesbian yang ada di negara itu. Pada awal april lalu, bahkan Mahkamah Konstitusi Kolombia menampik sebuah gugatan yang melawan kesetaraan pasangan homoseksual dan heteroseksual dalam ikatan pernikahan.

Penolakan terhadap gugatan itu justru melancarkan jalan menuju keputusan yang memberikan agunan konstitusi untuk kesetaraan dalam hal pernikahan bagi pasangan sesama jenis.

Keputusan Mahkamah konstitusi yang melegalkan pernikahan sesama jenis ini disambut baik oleh sejumlah komunitas serta aktivis homoseksual di Kolombia. “Kini, kami konfirmasikan dengan pasti bahwa pengadilan Kolombia sudah menyepakati kebebasan pernikahan sejenis,” ungkap pemimpin organisasi Colombia Diversa, Marcela Sachez.

AS Kerahkan Jet Tempur F-22 Raptors di Rumania

Pekan ini, dunia dihebohkan dengan sepasang jet tempur F-22 Raptors yang diluncurkan Pentagon Amerika Serika di Rumania. Peluncuran jet tempur itu berawal dari ketakutan NATO terhadap serangan Rusia terhadap sekutu NATO di Eropa.

Bersamaan dengan pengerahan jet tempur F-22 Raptors, Angkatan Udara AS pun melakukan penerbangan ke pangkalan udara Mihail Kogalniceanu di Rumania Tenggara. “Mengingat anggapan yang muncul bahwa militer AS kehilangan keunggulan teknologi untuk melawan kekuatan yang dimiliki China dan Rusia. Kongres telah menyatakan minat bahwa anggaran biaya di sepanjang musim ini di ulang kembali,” tulis Defense News.

Letnan Jenderal Timothy Ray, Pejabat Pentagon mengkonfirmasi pengerahan sepasang jet tempur F-22 Raptors yang dikerahkan AS dalam siaran pers Angkatan Udara. Hari ini saya ingin mengungkap penyebaran ini sebagai bentuk demonstratsi kami guna memberikan dukungan kepada Rumania dan selebihnya untuk sekutu NATO kami. Rumania adalah salah satu sekutu terkuat yang kami miliki,” ungkapnya, seperti yang dilansir Sputniknews.

Ray mengungkapkan, pesawat tersebut rencananya akan digunakan untuk mengatasi semua kemungkinan ancaman yang datang. Dari pihak lain, Hans G.Klemm, Duta Besar AS untuk Rumania mengatakan bahwa F-22 berupaya untuk meningkatkan pertahanan Aliansi Atlantik-Utara dan pertahanan Eropa guna meningkatkan keamanan di Eropa Tenggara sebagai akibat dari serangan Rusia yang menyebabkan banyak timbulnya ketidakstabilan selama tiga tahun terakhir ini.

Sementara itu, Mayor Jenderal Kaurian Anastasof, Kepala Staf Angkatan Udara Rumania menegaskan bahwa keputusan untuk mengerahkan jet temput itu merupakan imbas dari sekutu-sekutu Rusia. “setiap pesawat yang tidak dikenal terbang dengan ketinggian 20 mil dari wilayah Rumania wajib untuk di hadang. Skenario ini sudah terjadi 4 kali di tahun ini,” tuturnya.

Niat Baik Pemerintah China Kini di Nanti Menteri Susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengutarakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia tengah menunggu respons China terkait permintaan untuk Negeri Tirai Bambu tersebut mengembalikan kapal nelayan mereka yang telah mencuri ikan di laut Indonesia.

“Disaat sekarang ini kita masih menunggu jawaban, kita akan tetap berkirim surat resmi pun lewat Menlu,” tuturnya di kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Mengenai hal tuk perkembangan 8 Anak Buah Kapal (ABK) yang ditahan aparat, lanjut Susi, sekarang ini proses pemeriksaan masih berjalan. Biarpun demikian, dirinya menegaskan yang menjalankan proses secara hukum hanyalah kapten kapal, master enginer dan divisi master.

“Tapinya jikalau untuk menyelesaikan ABK kapal, biasanya di dalam sistem hukum kita hanya bisa 3, cuma kapten, master engineer dan divisi master, yang lain harus di deportasi pulang,” jelasnya.

Akan tetapi, ia juga enggak bisa memastikan berapa lama jangka waktu yang dibutuhkan buat mendapati respons itu. “Berapa lama China merespons kita itu belum tahu,” tuntasnya.

Kementerian Perikanan dan Kelautan tengah menjalani penangkapan 8 ABK dari kapal China KM Kway Fey 10078 yang mencuri ikan (illegal fishing) pada kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Laut Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Tapinya dalam operasi penangkapan itu, Kapal Pengawas Hiu 11 sempat dihalang-halangi kapal Penjaga Pantai China. Kini KM Kway Fey 10078 pun sudah dibawa ke China. Permasalahan ini kian meruncing, ketika China meminta delapan ABK dikembalikan dan mereka pun mengklaim perairan Natuna masih jadi daerah tangkap ikan China.