Sejumlah Kesebelasan Yang Punggawanya Paling Banyak Diminati Klub Lain

Berita Bola – Serie A Italia merupakan salah satu pentas bagi pemain-pemain top. Bukan cuma di klub-klub besar, pemain-pemain top juga banyak tersebar di klub-klub medioker atau bahkan di klub papan bawah. Pemain top umumnya akan banyak dibidik. Entah berhasil ditebus atau tidak, adalah urusan lain. Sebab memang, kesebelasan biasanya akan beruaha keras mempertahankan pemain andalannya.

Misalnya saja Juventus yang berupaya membentengi striker andalannya Paulo Dybala dari bidikan Real Madrid dan Barcelona. Saat ini, ada beberapa kesebelasan di Serie A yang pemainnya banyak dibidik. Di antara pemain-pemain itu kebanyakan merupakan pemain jebolan akademi sendiri. Tapi, banyak pula yang merupakan pemain pendatang, yang kemudian berkembang dan gemilang. Berikut empat kesebelasan Serie A yang punggawanya paling banyak dibidik :

1. Atalanta


Akhir-akhir ini, Atalanta jadi gerai yang paling banyak diminati oleh klub-klub top. Lantaran di sana dihiasi banyak bibit-bibit muda yang sedang gemilang. Misalnya Roberto Gagliardini, yang akhirnya hijrah ke Inter Milan pada jendela transfer musim dingin lalu. Lalu Mattia Caldara, yang telah berseragam Juventus, masih dibiarkan merumput di Bergamo untuk setahun ke depan.

Disamping itu, La Dea juga sepertinya harus rela ditinggalkan Alessandro Bastoni dan Frank Kessie. Bastoni sedang dibidik oleh Nerazzurri, sedangkan Kessie sepertinya akan hijrah ke klub Serigala Ibukota.

2. Fiorentina


Selain Atalanta, kesebelasan medioker Serie A yang punggawanya banyak dibidik adalah Fiorentina. Bahkan, dari seluruh isu tentan kepindahan pemain, nama Fiorentina nyaris tak pernah absen. Lihat saja bagaimanapara kesebelasan top seperti Inter, Roma, Juventus, Milan, Manchester United, dan Arsenal memburu para punggawa La Viola.

Salah satu yang terbaru dan sering dirumorkan adalah Federico Bernardeschi. Pemain sayap 23 tahun itu bahkan adalah salah satu pemain top Serie A saat ini. Namun bukan hanya Bernardeschi. Bintang-bintang Fiorentina yang lain seperti Nicola Kalinic, Milan Badelj, dan Federico Chiesa, juga banyak yang mengincar.

3. AC Milan


Pemain top yang merumput di kesebelasan top umumnya sedikit yang melirik. Selain karena sulit direkrut, pemain yang bersangkutan juga umumnya akan setia dengan kesebelasan tersebut. Tapinya hal itu sepertinya tak berlaku pada para bintang AC Milan. Mungkin karena alasan masih muda, sehingga dinilai masih belum mempunyai prinsip yang kokoh, mereka tetap banyak dilirik kesebelasan top lain.

Salah satunya adalah penjaga gawang berusia 18 tahun, Gianluigi Donnarumma. Kiper muda itu sangat didambakan oleh Juventus, Real Madrid, Manchester United, Chelsea, dan Paris Saint Germain. Para kesebelasan tersebut siap menggandeng kiper masa depan Italia itu dengan mahar yang fantastis. Selain Donnarumma, pemain belia Rossonerri lainnya yang juga banyak dibidik adalah Mattia De Sciglio, Alessio Romagnoli, dan Manuel Locatelli.

4. Napoli

Hal yang sama pun berlaku pada Napoli. Walau konsisten menduduki papan atas Serie A dalam beberapa tahun belakangan, tetap saja pemain mereka banyak dibidik. Napoli bisa jadi belum dinilai sebagai kesebelasan yang sanggup mempertahankan pemain andalannya.

Misalnya Gonzalo Higuain. Berjasa besar bagi Partenopei selama tiga musim, termasuk menduduki top skorer pada musim 2015/2016 dengan 36 gol, Napoli akhirnya harus rela kehilangan Higuain yang hijrah ke klub seterunya, Juventus, dengan mahar 90 juta euro. Sebelum Higuain, Napoli juga telah ditinggal oleh Edinson Cavani dan Ezequiel Lavezzi.

Setelah Higuain, perburuan pemain-pemain Napoli belum berakhir. Kini yang paling banyak diminati adalah Kalidou Koulibaly. Defender asal Senegal itu dibidik Chelsea dan Inter Milan. Selain dia, punggawa Partenopei lainnya yang juga dibidik adalah Amadou Diawara, Lorenzo Insigne, dan Dries Mertens.

4 Punggawa Belia Il Diavolo Yang Bersinar Musim Ini

Liga Italia – AC Milan masih bersusah payah untuk kembali mendulang kejayaan musim ini. Hingga giornata ke-26, pasukan yang dikomandoi Vincenzo Montella masih menghuni posisi ketujuh papan klasemen sementara. Dengan Napoli yang mendiami peringkat ketiga, mereka terpaut 7 poin, sedangkan dari Juventus yang jad pemuncak klasemen sementara mereka berselisih 19 poin.

Walau begitu, manajemen AC Milan, kecuali Silvio Berlusconi, merasa puas dengan performa skuat mereka saat ini. Mereka berpikir, belum sanggupnya Milan berkompetisi kembali di level atas sebagai hal yang lumrah, karena I Rossoneri hanya mengandalkan pemain-pemain muda.

Membahas tentang pemain muda, dalam beberapa tahun belakangan Il Diavolo memang kerap membina pemain-pemain yang usianya masih terbilang muda. Faktor finansial menjadi pertimbangan utama. Dari sederet pemain muda yang mereka miliki, beberapa di antaranya mampu menjadi sorotan lewat performa gemilangnya. Tencatat ada empat pemain belia Milan paling menonjol musim ini. Berikut empat pemain yang usianya tidak lebih dari 23 tahun mampu bermain impresif bagi I Rossoneri :

1. Gianluigi Donnarumma


Jika membahas tentang pemain belia AC Milan, sosok Gianluigi Donnarumma pasti tidak akan lepas. Bahkan bisa dibilang, dialah pemain muda Milan yang paling bersinar saat ini. Pertama, di usianya yang baru 17 tahun, ia telah dipercaya sebagai penjaga gawang utama Milan sejak musim lalu. Dan ternyata kepercayaan itu masih berjalan musim ini dan ia berlaga penuh di seluruh pertandingan I Rossoneri.

Kedua, Donnarumma disebut-sebut sebagai suksesor Gianluigi Buffon di tim nasional Italia. Rumor itu mulai menjadi kenyataan, di mana saat ini ia menjadi kiper pilihan kedua bagi timnas. Ia pun telah merumput dua kali untuk timnas senior.

Dengan umur yang masih terbilang belia serta bakat yang mumpuni, membuat Donnarumma dibidik banyak kesebelasan top Eropa. Juventus adalah yang paling santer dikabarkan ingin menggaet Donnarumma, karena mereka ingin menjadikannya pengganti Buffon. Selain itu juga ada Chelsea, Real Madrid, dan Manchester City yang sudah siap merogoh kocek yang sangat dalam.

2. Manuel Locatelli


Pemain yang beroperasi di sektor tengah sebagai gelandang bertahan ini adalah salah satu pilar AC Milan saat ini. Musim ini, Locatelli terhitung telah berlaga sebanyak 16 kali di Serie A dan mempersembahkan dua gol. Bersama Gianluigi Donnarumma, Locatelli disebut-sebut akan menjadi pilar Milan dan tim nasional Italia di masa mendatang. Pada 8 Januari lalu, Locatelli baru saja menginjak umur 19 tahun. Ia lahirnya tepatnya pada tahun 1998. Tak aneh, remaja hasil binaan akademi sepakbola I Rossoneri ini menjadi salah satu pemain kesayangan publik San Siro.

3. Gerard Deulofeu


Gerard Deulofeu memang bukan kepunyaan AC Milan. Ia dipinjam dari Everton pada desember lalu selama enam bulan. Tapi, performa gemilangnya mampu menjadi sorotan. Dari enam penampilannya di Serie A, Deulofeu telah menyumbang satu gol dan satu assist. Akhir-akhir ini, pemain berusia 22 tahun ini kerap menjadi opsi utama sang juru taktik. Deulofeu sendiri mengaku kerasan berada di Milan dan berharap dirinya segera dipermanenkan.

4. Mario Pasalic


Satu lagi playmaker muda AC Milan yang paling dominan musim ini adalah Mario Pasalic. Ia lahir 9 Februari 1995 (22 tahun). Ia dipinang dari Chelsea pada setahun lalu dengan mahar 1 juta euro. Di musim pertamanya berkostum I Rossoneri, playmaker berkebangsaan Kroasia ini telah merumput sebanyak 16 kali, dan mempersembahkan dua gol dan satu assist. Sebelum berseragam Milan, Pasalic sempat memperkuat AS Monaco dan Elche dengan status sebagai pemain pinjaman dari The Blues.

3 Juru Racik Muda Yang Kinerjanya Terbilang Impresif

Serie A – Banyak pesepakbola yang selepas gantung sepatu terjun ke dunia kepelatihan. Tapi, menjadi seorang juru taktik faktanya bukan perkara mudah. Banyaknya pengalaman yang diperoleh selama menjadi pemain tak menjamin kesuksesan dalam menukangi sebuah kesebelasan. Pep Guardiola, Antonio Conte, dan Carlo Ancelotti memang termasuk segelintir pengecualian. Dalam usia masih 40-an, mereka sanggup mempersembahkan gelar juara bagi kesebelasan yang mereka tukangi.

Faktanya, tokoh layaknya mereka hanya sedikit. Pada umumnya juru taktik muda sering mengalami hambatan di awal kiprahnya. Seperti Ivan Juric di Genoa. Hari Minggu yang lalu (10 Februari), juru taktik berumur 41 tahun itu dibebas tugaskan oleh Genoa. Rentetan hasil negatif menjadi alasannya. Puncaknya adalah kekalahan 0-5 dari kesebelasan zona degradasi, Pescara. Ia pun digantikan Andrea Mandorlini, yang dikontrak hingga Juni 2018.

Hal sejenis pun sebelumnya terjadi pada Massimo Oddo di Pescara. Ia dibebas tugaskan pada 15 Februari lalu dan posisinya diambil alih oleh Zdenek Zeman. Alasan Kejatuhannya pun wajar. Dari 24 laga di Serie A musim ini, Delfino menderita 17 kekalahan, 6 kali imbang, dan hanya sekali menang. Disamping Ivan Juric dan Oddo, masih ada sejumlah juru taktik muda di Serie A yang sedang berupaya meniti karir kepelatihan musim ini. Berikut tiga di antaranya :

1. Simone Inzaghi


Bisa dibilang, Simone Inzaghi adalah juru taktik termuda di Serie A saat ini. Umurnya 40 tahun. Umumnya juru racik di Serie A berumur 55-57 tahun. Simone Inzaghi meniti kariernya mulai dari kesebelasan junior Lazio pada Juni 2010 sampai April 2016. Ia kemudian diajak untuk menukangi Lazio senior mulai Juli 2016.

Kepelatihan Inzaghi di Le Aquille sejauh ini bisa dikatakan lumayan. Torehannya sedikit lebih bagus ketimbang kakaknya, Filippo Inzaghi. Ia sanggup membuat Lazio berkompetisi dengan klub besar seperti AC Milan dan Inter Milan untuk beradu mendapat tiket Liga Eropa. Inzaghi harus berupaya demi mempertahankan jabatannya di Lazio.

2. Vincenzo Montella


Montella memulai kiprahnya di AS Roma pada tahun 2011. Ia menjadi pelatih AS Roma dalam waktu empat bulan, yakni Februari sampai Juni 2011. Setelahnya, ia mengkomandoi Catania, Fiorentina, dan Sampdoria secara beruntun.

Kemudian, pada Juni 2016, Montella dinobatkan menjadi juru taktik AC Milan. Ia disuguhkan kontrak hingga Juni 2018. Sejauh ini, hasil torehan Milan masih jauh dari kata baik. Selaku kesebelasan top, Milan masih terpincang-pincang untuk beradu memperebutkan tiket Liga Eropa. I Rossoneri sejauh ini masih menghuni peringkat ke-7 klasemen, tertinggal 4 angka dari peringkat keempat, Inter Milan, serta tertinggal 10 angka dari peringkat ketiga, Napoli.

3. Paulo Sousa


Dibanding tiga nama yang telah dibahas di atas, Paulo Sousa memang sudah membuktikan kesuksesannya. Sebelum menahkodai Fiorentina, ia telah melatih sejumlah kesebelasan di liga-liga yang berbeda. Ia juga sanggup menghadiahkan gelar untuk kesebelasan-kesebelasan yang ia komandoi.

Untuk Videoton, kesebelasan asal Hungaria, ia menghadiahkan trofi Liga Kupa dan Szuperkupa. Kemudian untuk kesebelasan Israel, Maccabi Tel Aviv, ia menuntun klub itu menjuarai Israeli Premier League. Lalu, di Basel ia hadiahkan trofi Swiss Super League musim 2014/2015.

Berjaya di liga-liga “kasta kedua”, Sousa masih harus menunjukkan kapasitas dirinya di liga “kasta tertinggi”. Ia dinobatkan sebagai pelatih Fiorentina sejak 21 Juni 2015, Sousa sejauh ini cukup memuaskan fans La Viola. Akhir-akhir ini, ia pun dihubungkan dengan La Vecchia Signora. Ia termasuk salah satu calon suksesor Massimiliano Allegri yang diisukan akan hijrah ke Arsenal.

3 Bek Tangguh Yang Ditafsir Tengah Dibidik The Blues

Liga Inggris – Juru racik Chelsea, Antonio Conte masih belum puas dengan pemain belakang yang ia miliki saat ini. Dengan skema 3-4-3 khas Italia, eks juru taktik Juventus itu masih terus berupaya menemukan sosok pemain belakang yang tangguh untuk memperkokoh lini bertahan The Blues.

Seperti yang diketahui, The Blues saat ini memiliki Cahill, Luiz, dan Terry sebagai pemain belakang tumpuan. Tapi, John Terry akhir-akhir ini mulai tak mendapat tempatnya karena faktor usia. Conte terpaksa menurunkan Azpilicueta di posisi tersebut. Padahal, sesungguhnya Azpilicueta lebih nyaman bermain di posisi bek sayap.

Selaku juru taktik berkebangsaan Italia, ia membuat Serie A sebagai referensi untuk menemukan para pemain belakang yang kuat. Sejumlah nama telah catat. Namun hingga kini, tidak ada pun yang sukses didaratkan di Stamford Bridge. Untuk itu, pada jendela transfer musim panas mendatang, perburuan akan diteruskan. Berikut tiga bek Serie A yang menjadi incaran The Blues :

1. Kostas Manolas


Dari serentetan pemain belakang hebat di Serie A kini, nama Kostas Manolas dibidik oleh sejumlah kesebelasan, termasuk kesebelasan yang bermarkas di Stamford Bridge ini. Kans The Blues untuk mendaratkan Manolas cukup besar lantaran belum lama ini ia gagal mencapai jalan tengah untuk memperpanjang kontraknya bersama AS Roma. Pemain yang berusia 25 tahun itu kabarnya mengajukan kenaikan gaji dua kali lipat dari yang ia peroleh selama ini, 2.1 juta euro per musim.

AS Roma pun bersedia melego Manolas asal bukan ke kesebelasan rivalnya di Serie A. Mereka menghargai pemain belakang asal Yunani itu dengan harga tak kurang dari 40 juta euro (Rp 572 miliar). Manolas pun diboyong Roma dari Olympiakos pada Agustus 2014 dengan mahar 13 juta euro. Sejak saat itu, ia langsung menjadi jagoan bagi sektor belakang Giallorossi.

2. Alessio Romagnoli


Chelsea telah membidik Alessio Romagnoli sejak sang pemain masih berseragam AS Roma. Namun, saat itu The Bluess kalah berkompetisi dengan Rossoneri. Pemain belakang berpaspor Italia itu akhirnya hijrah ke San Siro dengan mahar 25 juta euro pada Agustus 2015. Setahun menjadi punggawa Milan, minat Chelsea pada bek 22 tahun itu tak memudar. Mereka bahkan kembali mengajukan penawaran seharga 30 juta poundsterling (Rp 523 miliar) untuk pemain belakang andalan AC Milan itu pada September tahun lalu.

Namun, proposal tersebut ditolak I Rossoneri walau mereka sedang kesulitan dalam hal finansial karena proses pemindahan kepemilikan mereka yang ditangguhkan. Pada jendela transfer musim panas nanti, The Blues akan berupaya kembali untuk mendapatkan tanda tangan Romagnoli. Antonio Conte pun belum angkat tangan dengan tujuannya membentuk pertahanan yang kokoh di Chelsea.

3. Stefan de Vrij


Sejak dirumorkan akan angkat koper dari Lazio, banyak kesebelasan besar langsung menyatakan bersedia merekrut Stefan de Vrij. The Blues salah satunya. Misi Chelsea membentuk skuat dengan pertahanan yang kokoh menjadi pertimbangan utama tim yang ditukangi Antonio Conte itu untuk mendaratkan De Vrij. Apalagi, mereka sepertinya sangat kesulitan mendaratkan Alessio Romagnoli dari I Rossoneri.

Pada musim panas lalu, The Blues telah menyodorkan proposal senilai 25 juta euro untuk mendapatkan De Vrij. Namun, pemain belakang timnas Belanda itu belum mau hengkang dari Le Aquille saat itu. Tapi, pada bursa musim panas mendatang sepertinya De Vrij akan mempertimbangkan kembali tawaran The Blues. Apalagi, dengan Chelsea, ia berpeluang besar tampil di Liga Champions.

Sejumlah Pesepakbola Berikut Sudahi Musim Lebih Dini Lantaran Cedera

Cedera menjadi neraka menyeramkan bagi para atlet sepakbola. Seringkali cedera menyebabkan kiprah sang pemain berantakan lantaran tidak bisa pulih seperti sebelumnya. Di berbagai kejuaraan musim ini, beberapa pemain harus mengalami cedera parah. Bahkan, cedera yang membuat mereka diharuskan absen sampai akhir musim.

Tekanan mental karena cedera juga sama berbahayanya bagi karir para pemain. Proses pemulihan yang berjalan selama berbulan-bulan bisa membuat pemain frustasi, dan akhirnya mengganggu mentalnya. Tekel lawan, benturan, atau hingga insiden salah posisi ketika terjatuh biasanya menjadi alasan utama cedera parah. Sejumlah kesebelasan tentu juga dirugikan dengan ketidakhadiran para pemainnya tersebut hingga rentang waktu yang cukup lama. Berikut sejumlah pemain yang diwajibkan istirahat hingga akhir musim ini:

1. Gabriel Jesus


Sejak kehadirannya pada Januari 2017 di Manchester City, Gabriel Jesus menampilkan kinerja yang impresif. Pasukan yang ditukangi oleh Pep Guardiola itu beberapa kali tertolong berkat jasanya. Gabriel Jesus bahkan diduga berpotensi melengserkan Sergio Aguero sebagai striker inti The Citizens. Di pagelaran Liga Primer Inggris, striker berpaspor Brasil ini sudah mengantongi tiga gol dari empat laga. Sial bagi City, Gabriel Jesus menderita cedera lutut dalam laga kontra Bournemouth. Ia pun harus dioperasi yang pemulihannya berjalan hingga akhir musim ini.

2. Ilkay Gundogan


Playmaker Manchester City, Ilkay Gundogan, mengalami cedera ligamen lutut yang didapatnya ketika timnya tengah berhadapan dengan Watford 15 desember lalu. Pemain yang telah menginjak usia 26 tahun itu diprediksikan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama. Biasanya, cedera ligamen lutut memerlukan waktu selama lima sampai enam bulan. Riwayat cedera yang dialami Gundogan bukanlah kisah baru dalam jejak karirnya. Cedera ini membuat pemain berkebangsaan Jerman ini harus absen hingga akhir musim ini.

3. Aleix Vidal


Aleix Vidal sempat menjalani kesulitan di awal kedatangan ke Barcelona. Ia tidak mendapat jatah bermain secara reguler dan lebih sering menghabiskan waktu sebagai pemanas kursi cadangan. Belakangan, Aleix Vidal mulai diberi jatah bermain untuk mengisi posisi sebagai right wing-back. Ia mampu menunjukkan potensinya untuk bermain di level tim sekaliber Blaugrana. Sayangnya, Aleix Vidal menderita cedera dislokasi pergelangan kaki. Cedera itu menyebabkan dia harus menepi dari lapangan hingga akhir musim ini.

4. Giacomo Bonaventura


Playmaker AC Milan Giacomo Bonaventura harus absen hingga akhir musim ini setelah ia melakukan operasi cedera di bagian pahanya. Pemain berkebangsaan Italia yang berusia 27 tahun itu menderita cedera saat Rossoneri tumbang 2-1 atas Udinese di kejuaraan Serie A Italia. Seusai menjalani rentetan pemeriksaan, pihak klub memastikan sang playmaker wajib naik meja bedah. AC Milan memastikan kalau Bonaventura sudah melakukan operasi di Finlandia. Dengan begitu, ia harus menjalani pemulihan paling tidak selama empat bulan ke depan atau sampai akhir musim ini.

5. Danny Ings


Nasib penyerang dari pasukan yang ditukangi oleh Jurgen Klopp ini pun tak kalah naas dengan nama-nama diatas, Danny Ings. Baru mendarat ddi Anfield pada musim panas 2015, ia harus menepi sampai akhir musim lantaran menderita cedera lutut. Harapan kembali timbul ketika musim panas lalu cederanya pulih. Tapi, pemain berpaspor Inggris itu justru didera cedera lagi. Parahnya, cedera Ings sejenis dengan yang pernah dideritanya setahun sebelumnya. Lutut kaki kirinya cedera serius ketika dia mulai kembali ke skuat inti The Reds sehingga dia diharuskan absen lagi hingga akhir musim 2016-2017.