Beberapa Aplikasi Yang Sanggup Permudah Kesibukanmu Di Kantor

Jakarta – Zaman serba digital ini menuntut semuanya menjadi lebih cepat dan instan, termasuk perihal pekerjaan. Bagi kamu yang mempunyai mobilitas tinggi seperti karyawan kantoran, hadirnya smartphone tentu bisa memajukan kreativitas dan membantu pekerjaan jadi lebih efektif dan efisien.

Telah kami rangkum sejumlah aplikasi Android yang paling cocok untuk kamu yang menghabiskan keseharian di perkantoran. Bukan cuma di kantor, aplikasi ini pun juga berguna di luar kantor. Lantaran di era digital ini semua hal telah dipadukan dengan teknologi terkini. Pekerjaan pun diharapkan untuk selesai lebih cepat dengan langkah yang cerdas. Berikut ulasannya :

1. Scanner


Pada keadaan tertentu ada waktunya di kantor kita harus memindai suatu dokumen. Kalau dahulu kala kita wajib ke tempat fotokopi, sekarang kamu tak harus repot sampai ke tempat tersebut lagi. Lantaran, sekarang kamu bisa memanfaatkan aplikasi Android. Namanya CamScanner, aplikasi ini sangat berfungsi dan mempunyai beragam fitur yang memungkinkan kamu melakukan pemindaian dokumen, bahkan menciptakan file berekstensi PDF.

2. Digital Note


Bekerja di perkantoran tentunya tidak terlepas dari kegiatan catat mencatat. Ada banyak jumlah aplikasi pencatat digital yang bisa kamu gunakan, diantaranya Google Keep, Journey, Evernote, dan lainnya.

Kamu tidak cuma bisa mencatat dalam bentuk note, melainkan juga termasuk to do list, reminder, membuat sketsa, dan bahkan membuat catatan lewat perekaman suara. Dan menariknya lagi, semua note kamu tersimpan di cloud. Sehingga kamu bisa mengakses dari notebook dan juga tidak perlu cemas kehilangan catatan penting lagi.

3. Cloud Storage


Bila zaman dahulu untuk menyimpan dan berbagi dokumen menggunakan perangkat keras eksternal seperti flashdisk, kini kamu bisa menyimpan beraneka ragam file di cloud storage. Ada banyak aplikasi penyimpanan yang dapat kamu gunakan, di antaranya Google Drive, OneDrive, Dropbox, dan masih banyak lagi. Dengan begitu, kamu dapat mengakses data yang diperlukan di mana pun kamu berada.

4. Chrome Remote Desktop


Jika kamu sedang ada di luar kantor, dan ada hal darurat yang mesti kamu tangani. Kamu dapat melakukannya menggunakan remote akses ke laptop/PC kamu. Chrome remote desktop adalah sebuah aplikasi perkantoran yang dapat kamu gunakan untuk mengakses laptop via Android melalui jarak jauh. Walaupun ada batasan sejauh mana kamu dapat mengakses aplikasi itu.

Pemutakhiran terkini dari Chrome Remote Desktop pada Android ini memungkinkan kamu untuk melakukan streaming audio. Selain kelemahan karena ada latency atau ketertinggalan, fitur lain dari aplikasi ini masih tetap beroperasi dengan baik. Jika kamu mengoperasikannya secara paralel dan ingin mencari tahu apa yang terjadi di desktop kamu, contohnya seperti sebuah video, kamu sekarang dapat menelaahnya dari device yang terhubung.

5. Aplikasi Office


Hampir semua orang memerlukan aplikasi office, khususnya bagi kamu yang berprofesi di perkantoran. Ada banyak aplikasi office yang dapat kamu manfaatkan, seperti produk dari Google, yaitu Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan Google PDF.

Dengan memanfaatkan aplikasi Office ini maka kamu tak harus lagi repot-repot menggunakan notebook hanya untuk mengelola data pekerjaan kamu, kamu dapat bekerja dimanapun dan kapanpun lewat HP kamu.

5 Cara Efektif Manfaatkan Google Play Store

Google Play Store merupakan salah satu pusat dari sistem operasi Android. Dengan bursa aplikasi ini, para pengguna Android dapat mendapat piranti yang mereka perlukan, baik berbayar maupun tidak. Tapi, sebagian orang belum mengetahui kiat-kiat untuk memaksimalkan penggunaan Google Play Store. Oleh karena itu, berikut ini kami sampaikan lima trik gampang memaksimal penggunaan Google Play Store :

1. Mengunduh aplikasi di luar wilayah


Sebagian orang mungkin pernah mendapat hambatan saat mendownload aplikasi namun ternyata hanya tersedia di area tertentu. Sesungguhnya, hal ini dapat diatasi dengan mudah. Cara termudah ialah memanfaatkan layanan Virtual Private Network (VPN). Pasalnya, VPN merupakan layanan yang membuat para penggunanya seolah mengakses internet dari lokasi atau negara lain. Jadi, layanan ini bisa membantu para penggunanya untuk menyembunyikan posisi asli si pengguna. Tapinya perlu dicatat, agar mendownload layanan VPN yang benar-benar terpercaya.

2. Mengatur aplikasi di Play Store


Kolom ‘My Apps & Games’ di Play Store pastinya diketahui oleh hampir semua pemakai Android. Melalui fungsi ini, kita dapat melihat deretan aplikasi yang telah terpasang di perangkat kita. Bukan cuma itu, lewat kolom ini kamu dapat melakukan pembaharuan piranti yang telah terpasang di perangkat Android lebih gampang. Cukup buka kolom My Apps & Games, kamu dapat melihat seluruh daftar aplikasi yang terpasang dan menawarkan pembaruan sistem. Kamu bisa memilih Update All yang biasanya tersedia di bagian atas kanan untuk memperbarui aplikasi tersebut. Selain itu, kamu juga dapat menentukan aplikasi yang sedang terpasang untuk dihapus.

3. Parental Lock di Google Play Store


Total aplikasi yang mencapai angka jutaan sangat sukar ditelusuri apakah aplikasi tersebut ramah bagi anak dibawah umur. Bagi kamu yang cukup memperhatikan hal itu, ada cara yang mudah untuk mengendalikan fungsi Parental Lock di Google Play Store. Dengan begitu, adik atau keponakan yang sedang meminjam smartphonemu dapat terhindar aplikasi yang belum pantas. Untuk melakukannya, kamu hanya perlu memilih opsi Settings di Play Store.

Kemudian buka dan aktifkan fungsi Parental Control. Tapi sebelum menyalakannya, kamu perlu menginput PIN terlebih dulu. Jadi, ketika fitur ini aktif, para pengguna diwajibkan untuk memasukkan PIN sebelum mendowload aplikasi yang memang tak ditujukan bagi anak-anak.

4. Sistem Refund di Google Play Store


Sistem pembayaran di Google Play Store kini semakin gampang, kamu dapat memanfaatkan beberapa saluran pembayaran untuk memiliki aplikasi yang diinginkan. Tapinya, seringkali aplikasi yang dibeli tak sesuai ekspektasi. Google pun telah mencegah hal tersebut dengan memunculkan sistem pengembalian dana atau lebih dikenal refund. Dengan begitu, fungsi pengembalian ini hanya dapat dilakukan maksimal dua jam setelah pembayaran.

Bila kamu ingin menerapkan fungsi refund, kamu cukup mengakses aplikasi yang dituju dari Google Play Store. Fungsi Refund umumnya ada di bagian kiri dan anda cukup menyentuhnya untuk memperoleh dana anda kembali.

5.  Fungsi ‘Indie Corner’


Para pengguna Android umumnya sering merasa jenuh dengan permainan yang ditawarkan oleh sang developer. Bagi anda yang mengalami hal itu, tak ada ruginya untuk berkunjung ke kolom Indie Corner yang ada di Play Store. Jika anda mengalami kendala untuk menemukannnya, cukup ketik ‘Indie Corner’ pada kolom pencarian Google. Hasil pencarian pertama yang muncul umumnya ‘Discover Indie Corner’ dari Google Play. Kemudian, buka URL tersebut dan kamu akan ditujukan ke Play Store untuk melihat katalog game indie yang siap didownload. Perlu dicatat, katalog game indie ini umumnya akan diperbarui tiap bulan.

Hacker Temukan Celah Keamanan Sidik Jari Di Android

Sidik jari yang disebut-sebut sebagai sistem keamanan baru yang lebih aman ketimbang passcode pada smartphone, ternyata menurut beberapa hacker, tidak 100 persen aman.

Celah keamanan ini diungkapkan oleh peneliti dari FireEye, Tao Wei dan Zhang Yulong yang akan mempresentasikan penelitian mereka pada konferensi Black Hat mendatang di Las Vegas.

Menurut mereka, sistem keamanan sidik jari yang lemah biasanya terdapat pada perangkat Android yang memiliki sensor sidik jari. Untuk membuktikannya, kedua peneliti tersebut menguji metode mereka dan menemukan celah ini di smartphone HTC One Max dan Samsung Galaxy S5.

Menurut Tao dan Zhang hal ini mungkin disebabkan karena kedua Original Equipment Manufacturer (OEM) itu tidak sepenuhnya mengunci sensor, sehingga memberikan hacker akses ke informasi sidik jari.

Untungnya, kedua OEM yang terserang celah ini telah sejak lama menambalnya setelah diberitahu oleh para peneliti. Mereka mencatat, tidak semua OEM memiliki perlindungan dan keamanan terbaik.

Akan tetapi, sejauh ini fitur Touch ID yang terdapat pada perangkat iPhone, dianggap relatif aman karena menyertakan sistem enskripsi yang baik.

“Bahkan jika penyerang langsung dapat membaca sensor, tanpa memperoleh kunci kripto, hacker masih tidak bisa mendapatkan gambar sidik jari,” tegas Zhang.