Petr Cech Bisa Jadi Solusi Arsenal Hadapi Bayen Munich

Liga Champions – Selepas memetik kemenangan di Liga Primer Inggris pada akhir pekan lalu Kontra Hull City, Arsenal pun sudah dihadapkan pada laga yang cukup menantang pada pertengahan pekan ini. Bayern Munich akan menjadi musuh selanjutnya Meriam London pada fase 16 besar Liga Champions, pada hari Kamis (16/2) dini hari nanti. Laga ini pun menjadi yang kesepuluh antar kedua kubu di kompetisi antar kesebelasan kasta tertinggi di Benua Eropa.

Pada Liga Champions, Arsene Wenger sering menggunakan strategi yang berbeda di Premier League, satu diantaranya adalah urusan tentang kiper. Sejak dimulainya fase grup, Wenger selalu mempercayakan tempat penjaga gawang inti Champions League pada David Ospina. Kiper berkebangsaan Kolombia tersebut memang sudah mendapat jaminan oleh Wenger akan selalu menjadi opsi utama ketika berlaga di Liga Champions.


Ospina pun diketahui tak lagi jadi opsi utama di Liga Primer Inggris sejak bergabungnya Petr Cech. Penjaga gawang berkebangsaan Kolombia itu pun sempat memohon untuk angkat koper sebelum dijanjikan posisi kiper utama di kompetisi Eropa. Wenger tentu sanagat paham kualitas Ospina memang cukup baik untuk menjadi penjaga gawang cadangan Cech. Dengan janji yang diberikan Wenger tersebut, Ospina pun hingga kini masih berpredikat sebagai salah satu anggota dari klub yang bermarkas di Emirates tersebut.

Tapi, untuk kali ini Wenger mungkin dengan terpaksa harus mengingkari janjinya. Lantaran belum pernah tembus dari babak 16 besar sejak tahun 2010 tentu ini merupakan pelajaran bagi sang juru taktik. Skuatnya membutuhkan sosok yang berpengalaman dan mampu memimpin pada pertandingan yang krusial di kancah Eropa, belum lagi melawan kesebelasan sekaliber Die Bavarians. Dan tentu saja nama pertama yang terlintas di otak kita adalah nama Petr Cech.

Dibanding pemain lain di kesebelasan The Gunners, Cech merupakan satu-satunya tokoh yang telah mencicipi trofi Champion League. Alexis Sanchez dan Mesut Ozil pun belum sempat mencicipinya meskipun pernah berseragam Barcelona dan Real Madrid. Ketika menyabet trofi juara Liga Champions bersama Chelsea pun, Cech adalah opsi utama untuk mengawal mistar The Blues. Tentu hal ini semakin menjadi alasan logis yang mendorong Wenger untuk menurunkan kiper berkebangsaan Republik Ceska tersebut dan bukan Ospina.

Satu pertimbangan lainnya kenapa ia harus menurunkan Cech adalah untuk meningkatkan kans mereka meraih tropi juara Liga Champions supaya lebih terbuka. Bukan hanya untuk menyabet trofi juara tentunya, tapi juga untuk mendorong Sanchez dan Ozil untuk segera menandatangani kontrak baru bersama klub. Dan, semua itu lebih mungkin dicapai Wenger jika ia membuat satu perubahan kecil pada duel kontra Bayern nanti, dengan membiarkan Petr Cech menunaikan tugasnya dibawah mistar gawang.

Ambisi Arsenal Perbaiki Rapor Buruk Ketika Berhadapan Dengan Bavarian

Liga Champions – Bayern Munich merupakan salah satu kesebelasan yang sering lolos ke babak 16 besar Liga Champions setiap tahunnya. Musim lalu mereka hampir merengkuh tropi juara Liga Champions tapi sayangnya mereka harus tereliminasi di babak 4 besar oleh Atletico Madrid. Oleh sebab itu mereka berambisi untuk memenangkan kembali tropi si kuping bundar pada musim ini.

Sang juru racik kesebelasan Arsenal memaparkan bahwa ia optimis pasukannya mampu merevisi rapor jelek kontra Die Bavarians ketika mereka berjumpa di leg pertama babak perempat final Champions League di Markas Bayern, hari Rabu (15/2).

Wenger menyampaikan bahwa skuat asuhannya memang telah mencatatkan rapor yang kurang memuaskan ketika menghadapi Die Bavarians, tapi baginya ini merupakan kesempatan yang jarang terjadi untuk membenahi rentetan hasil yang kurang memuaskan itu.

Di lima tahun terakhir, kedua kubu telah berhadapan sebanyak empat kali. Duel terakhir kedua kesebelasan berubah menjadi musibah bagi skuat yang ditukangi oleh Wenger. Mesut Ozil cs tumbang 1-5 dari Bavarians pada fase penyisihan grup Liga Champions musim lalu.

Tapinya, torehan itu tidak melemahkan rasa optimisme The professor tentang kans anak didiknya mencatat hasil positif pada laga nanti. Wenger menurutkan bila skuatnya pernah menang di Allianz Arena dan mereka akan menjalani laga pertama di kandang lawan.


Meriam London sejatinya memang pernah menaklukan Die Bavarian di Allianz Arena, tepatnya tanggal 13 Maret 2013. Kala itu, mereka sukses menumbangkan Bayern 2-0 namun mereka tetap tidak berhasil tembus ke babak selanjutnya karena sebelumnya mereka telah kalah 1-3 di Emirates. Kekalahan agregat itu membuat The Gunners terpaksa harus menyudahi aksinya di kancah Eropa.

Maka, penting bagi mereka untuk tetap menjaga kesempatan pada laga kedua. Wenger merasa anak asuhnya mempunyai kans untuk lolos di leg kedua. Ia akan mencoba bertahan sebagus mungkin sebagai kubu tamu. Wenger juga berharap penuh pada Ozil. Dia berharap Ozil bisa membantu rekan-rekannya memetik kemenangan di laga nanti.

Sudah saatnya untuk dia kembali menciptakan gol. Sang juru taktik Meriam London, Wenger percaya jika Ozil akan mendapatkan kembali momen terbaik dirinya setelah performa yang ia tunjukkan tidak cukup memuaskan.

The Gunners memang bisa dikatakan mempunyai torehan yang kurang bagus di Liga Champions. Sejak tahun 2010, pasukan yang ditukangi oleh Wenger ini selalu gagal tembus ke babak 8 delapan besar. Dan yang lebih parah, Arsenal hingga saat ini belum pernah mencicipi trofi paling bergengsi di Eropa tersebut, oleh sebab itu sang manajer kerap mendapat komentar pedas atas kinerjanya di Emirates yang belum bisa mengantarkan kesebelasan favorit London Utara itu merengkuh gelar bergengsi seperti Liga Champions.

Sanchez Sukses Jadi Fondasi Utama Meriam London

Arsenal Vs Hull City 2017

Liga Inggris – Alexis Sanchez semakin tampil mengesankan di lini serang Arsenal. Dia telah menjadi penebar ancaman bagi para pemain belakang lawan, sosok yang sangat mengerikan. Kini ia pun saat ini telah memantapkan diri sebagai pencetak angka terbanyak Liga Primer Inggris musim 2016/2017.

Pertarungan antara the Gunners kontra Hull City, Sabtu 11 Februari, menjadi pentas khusus bagi Sanchez. Menang dua angka tak berbalas, Sanchez muncul sebagai pahlawan kemenangan pasukan yang ditukangi oleh Arsene Wenger. Pada menit 34, striker asal Chile itu sukses memecah kebuntuan. Publik Emirates pun merespon baik gol yang memang telah dinanti-nanti. Jelang akhir laga, Sanchez kembali memaksa Eldin Jakupovic, kiper Hull City, dan kali ini lewat tendangan titik putih.

Sanchez kini mengantongi total 17 gol. Mengungguli torehan penyerang lain seperti Romelu Lukaku dari Everton dengan 16 gol, Diego Costa dari Chelsea dengan 15 gol, serta bomber Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, yang juga mengoleksi 15 gol.

Penampilan gemilang Sanchez juga berimbas positif di papan klasemen. Skuat yang dinahkodai Wenger menanjak ke posisi ketiga dengan perolehan poin 50 dari 25 laga. Masih butuh upaya yang lebih keras guna mengejar ketinggalan dari The Blues, sang pemuncak, yang sudah mengantongi 59 poin.

Sanchez dan Arsenal, terlebih Wenger, kini kans semakin terbuka untuk berkompetisi memenangkan titel setelah dalam dua laga sebelumnya diterpa kekalahan, 1-2 oleh Watford dikandang sendiri dan 1-3 oleh The Blues di Stamford Bridge. Kemenangan besar ini diharapkan mampu mengangkat moral para punggawa Arsenal yang beberapa waktu ini sedang mengalami hasil buruk.

Sebetulnya ada sepenggal cerita yang kurang enak dibalik cerita kesuksesan Sanchez. Robertson, pemain bertahan dari kesebelasan yang dibesut oleh Marco Silva beropini bila angka pertama yang didapatkan oleh Sanchez sebetulnya tidaklah sah, menurutnya jelas sekali bahwa itu merupakan pelanggaran berupa handball. Robertson sangat yakin jika Sanchez memasukan bola ke gawang Jakupovic dengan bantuan tangannya, Namun sangat disayangkan, gol tersebut justru disahkan oleh Mark Clattenburg, wasit yang memimpin laga.

Namun, setelah selesainya babak pertama, Clattenburg baru berterus terang atas keteledorannya. Hakim lapangan itu lantas berterus terang bahwa itu merupakan pelanggaran handball.

Terlepas dari keluhan para punggawa Hull dan kecerobohan wasit, Sanchez memang pemain kelas top. Sejak dipinang oleh The Gunners pada 2014 silam, eks punggawa Barcelona itu sudah menjadi penyerang andalan tim. Dengan kata lain, Pria berkelahiran 19 Desember 1988 adalah ‘jiwa’ The Gunners. Itulah sebabnya kenapa Wenger dan para fans, sangat bergantung kepadanya. Dan mereka pun sangat berharap bahwa Sanchez akan memilih untuk tetap berseragam Arsenal untuk beberapa musim kedepan.

Arsenal Vs Hull City Highlights 2017

The Gunners Belum Putus Asa Finis Di 4 besar

Arsenal Vs Hull City (2016)

Liga Inggris – Sang juru taktik ternama asal Arsenal, Arsene Wenger mengaku bahwa timnya tengah menghadapi kendala besar di Premier League musim ini. Tapi, The Professor menyatakan bahwa Meriam London tidak akan melempar handuk putih sekalipun terlibat perang ganda.

The Gunners mengalami pemerosotan ketika memasuki bulan Februari. Sempat tidak terkalahkan pada tujuh pertandingan berturut-turut disemua ajang kompetisi, mereka malah kalah dalam dua pertandingan Premier League terbaru. Kesebelasan asal London Utara itu sempat digulingkan Watford dengan skor 1-2, meski bermain sebagai tuan rumah di Emirates (1/2/2017). Setelah itu ditaklukan Chelsea 1-3 saat derby London yang berlangsung di Stamford Bridge (4/2/2017).

Catatan kekalahan secara beruntun itu menipiskan kans Arsenal untuk menyabet titel juara Liga Primer Inggris lantaran saat ini mereka tengah tertinggal 12 poin dari sang pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris. Hasil tersebut malah bisa memberikan dampak bagi Theo Walcott dan kawan-kawan terlempar dari zona Liga Champions musim depan.

Pasukan yang ditukangi Wenger saat ini sedang menghuni posisi keempat dengan koleksian 47 poin. Dan mereka hanya unggul satu poin dari Liverpool dan dua angka dari Manchester United. Yang berarti, The Gunners bisa saja terancam keluar dari posisi empat besar untuk pertama kalinya semenjak periode1995/1996. Namun mereka hanya terpaut selisih 2 poin dengan posisi ketiga yang dihuni Oleh Manchester City dan selisih 3 poin dengan posisi Runner-up yang saat ini ditempati oleh Spurs. Mereka masih memiliki kesempatan besar untuk finis di posisi ketiga atau bahkan kedua.

Menurut Wenger, ketika dirinya menjadi seorang kompetitor, maka sudah barang tentu mereka harus bekerja lebih keras karena tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Dan saat ini mereka tengah terlibat pada pertarungan ganda. Untuk sekarang ini mereka harus tetap menjaga posisi empat besar dan harus tetap membuntuti The Blues.

Wenger menyadari beban berat yang harus dilalui pasukannya. Namun, juru taktik asal Perancis itu menekankan bila the Gunners tidak akan berhenti berjuang. Dia memaparkan jika para punggawanya harus bisa tetap fokus, maka dua tujuan itu bisa terwujud. Dia menjelaskan bahwa mereka menolak untuk menyerah. Minggu ini adalah minggu yang sangat ditunggu-tunggu karena akan menjadi ujian bagus serta akan jadi momen terpenting di musim ini untuk menunjukkan kemampuan sesungguhnya yang dimiliki skuatnya.

Wenger berharap The Gunners bisa kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Hull City di Emirates dalam terusan ajang Liga Primer Inggris, Sabtu 11 Februari 2017 dini hari nanti. Pasalnya, Pasukan yang ditunggangi oleh the Professor itu belum pernah lagi menderita tiga kekalahan beruntun di kompetisi lokal sejak 22 Januari 2012.

Arsenal Gagal Pertahankan Posisi 2 Setelah Dilibas Watford


Liga InggrisArsenal terpaksa menelan pil pahit setelah tumbang dengan skor 1-2 oleh Watford. Hasil yang mengecewakan ini membuat mereka merosot ke posisi ke-3 di ajang bergengsi Liga Inggris. Uniknya hal tersebut menjadi kekalahan pertama Skuad besutan The Professor itu di tahun 2017.

Arsenal masih harus tampil tanpa ditemani oleh sang juru taktik mereka, Arsene Wenger. Manajer berkebangsaan Prancis tersebut sedang melaksanakan hukuman larangan menemani tim pada empat laga selepas mendorong sang pengadil lapangan ke-4 di kala menghadapi laga melawan Burnley beberapa waktu lalu.

Hal yang tak diduga adalah tim yang ditukangi oleh The Professor mesti kecolongan di menit 10. Lesakan salah seorang centre back The Hornets, Kaboul dengan mantap mengelabui penjagaan Cech.

Meskipun dalam keadaan tertinggal 0-1 Arsenal kerap melancarkan serangan demi menyamakan kedudukan. Tanpa terduga, gawang yang dijaga oleh mantan kiper The Blues tersebut malah harus kembali kecolongan pada menit ke-13.

Terjangan dari Etienne Capoue semestinya dapat dihalau oleh Cech. Tapinya stiker The Hornets, Deeney langsung merampas bola tersebut dan di konversikan menjadi gol sehingga menambah keunggulan timnya sebanyak 0-2 atas sang tuan rumah.

Tim Meriam London dengan berat hati harus menarik Aaron Ramsey di menit 20. Playmaker berusia 26 tahun itu terkena cedera dan akhirnya harus diistirahatkan dan posisinya diambil alih oleh Alex Oxlade Chamberlain.

Arsenal terus menekan dengan serius setelah kecolongan dua angka, beberapa peluang berhasil diciptakan. Namun lini belakang Watford dengan gigih terus mementahkan ancaman yang dibuat oleh The Gunners.

Hingga jeda turun minum, Tim besutan The Professor nyatanya tidak dapat menorehkan satu pun angka. The Hornets pun menutup babak pertama dengan 2-0.

Tim London utara itu pun memperoleh kesempatan mencuri angka di menit 51. Tapi sayangnya tendangan Chamberlain pun masih belum bisa menyelamatkan tim nya dari keterpurukan.

Hasil kerja keras Skuad The Professor pun berbuah manis di menit ke-58. Iwobi sukses menerima dan meneruskan operan akurat dari Alexis dengan tendangan volinya yang merobek jala The Hornets.

Seusai berhasil memperkecil jarak ketertinggalan, Arsenal terus melancarkan serangan dengan gencar sampai memasuki akhir pertandingan. Tapinya penyelesaian yang kurang maksimal membuat banyaknya peluang yang diperoleh The Gunners di nilai tidak memberikan ancaman terhadap gawang Watford.

Menjelang menit 85, Tendangan dari salah seorang punggawa baru dari skuad The Professor, yaitu Lucas Perez masih belum bisa membuahkan hasil. Ambisi tim asuhan The Professor untuk menyeimbangkan kedudukan dan memepet sang pemuncak klasemen pun sirna. Tambahan waktu 5 menit rupanya tak cukup bagi tim Meriam London untuk menorehkan gol kedua. The Gunners pun harus berbesar hati mengakui kemenangan sang tamu pada Matchday ke-23 ini.

Kekalahan yang dialami oleh Arsenal ini membuat mereka harus merelakan posisi ke-2 kepada rival sekota The Lilywhites yang bermain imbang dengan Sunderland dini hari tadi. Arsenal pun saat ini telah berhasil mengantongi 47 poin, terpaut 9 poin dari sang pemuncak klasemen Liga Primer Inggris, Chelsea yang saat ini telah memperoleh 56 poin.