3 Juru Gedor Ini Berpotensi Saingi La Pulga

Ketajaman Lionel Messi di jagat sepakbola sudah tak terelakkan. 5 titel Ballon d’Or dengan sederet trofi di lemari pribadi menjadi bukti kepiawaian pemain bernomor punggung 10 di Camp Nou. Sebagai pemain, Messi terbilang lengkap. Dia tak hanya tajam dalam menciptakan gol tapi dia juga semakin matang dalam hal bermain. Messi tidak mementingkan egonya dan rela berbagi dengan pemain lain. Terutama di depan gawang, Messi memang sulit ditaklukan. Tapi itu bukan berati tak ada pemain yang bisa mendekati kepiawaian Messi di Blaugrana. Berikut 5 pemain yang dinilai setara atau mendekati La Pulga :

1. Pierre Emerick Aubameyang


Penyerang Borussia Dortmund ini berubah menjadi monster yang mematikan bagi para pemain belakang lawan. Sejak dipinang oleh Borussia Dortmund pada musim 2013/14, dia menjadi pemain yang tak digantikan. Perannya dibutuhkan karena ia konsisten dalam mendulang gol bagi Dortmund. Statistik membukukan jika dia sanggup menciptakan 10 gol lebih per musim dengan Dortmund.

Di dua musim terakhir, pencapaian pemain berkebangsaan Gabon ini kian moncer. Musim lalu, ia membukukan 39 gol bagi Dortmund di semua kejuaraan. Sedangkan musim ini, dia telah mengoleksi 21 gol di semua kejuaraan. 17 gol diantaranya dia sumbangkan di Bundesliga. Ketajaman Aubameyang didapatkan dari kemahirannya mengambil posisi. Selain itu, dia juga punya akselerasi yang membuat pemain belakang lawan kalang kabut. Ini modal yang baik untuk mendekati pundi-pundi gol Messi.

2. Robert Lewandowski


Ujung tombak Bayern Muenchen yang berasal dari Polandia ini punya bentuk tubuh yang ideal untuk menjadi striker dan target man. Didukung oleh tinggi badan mencapai 1,86 meter, Lewandowski bisa memanfaatkan tubuhnya saat menyundul di depan gawang lawan. Tak hanya tinggi, tapi Lewandowski juga striker yang gesit. Dia punya akselerasi yang membuat bek lawan kerepotan untuk mengawalnya. Kemampuan ini makin lengkap karena Lewandowski juga mahir mengolah bola dengan baik.

Tak ayal jika Lewandowski menjadi penyerang tersubur di Die Rottens atau sejumlah kesebelasan yang pernah dibelanya. Pundi-pundi golnya bisa menjadi bukti ketajamannya. Sejak mengawali karer di klub Polandia Znicz Pruszkow, pemain yang berusia 28 tahun ini berhasil mencatat di atas 15 gol per musim.

3. Romelu Lukaku


Nasibnya sempat tak jelas ketika berseragam Chelsea di musim 2011/12. Namun Lukaku yang kala itu baru berusia 18 saat itu pantang menyerah. Perjuangan beratnya membuahkan hasil manis ketika dipinjamkan ke West Bromwich Albion di musim 2012/13. Dia sukses membukukan 17 gol di Liga Inggris waktu itu dari 35 laga. Gemilang di West Bromwich ternyata belum cukup untuk meyakinkan The Blues. Pada musim 2013/14, dia dipinjamkan ke Everton dan kembali menunjukkan tajinya dengan raihan 15 gol di Liga Inggris.

Everton pun akhirnya mempermanenkan dia pada 2014/15. Dan saat ini, Lukaku berubah menjadi salah satu kompetitor di daftar top skor Liga Primer Inggris. Tanggung jawanbnya dalam membobol jala lawan adalah sesuatu yang mudah bagi Lukaku. Ketika dia mendapatkan momen seperti saat berjumpa dengan AFC Bournemouth, Lukaku tak dapat dihentikan. Dia memborong 4 gol di pertandingan itu sekaligus didapuk menjadi pemain terbaik di matchday ke-24.

5 Pemain Catalan Yang Disinyalir Mempunyai Masa Depan Redup

La Liga – Saat ini Barcelona menjadi kesebelasan yang berlimpah mengenai alternatif pemain. Mereka memiliki banyak alternatif di semua lini. Hal ini sepertinya berimbas pada masa depan sejumlah pemainnya di Camp Nou. Armada Luis Enrique ini memang diketahui punya kekuatan skuat yang mumpuni. Blaugrana juga mendaratkan enam pemain baru.

Meski begitu, hanya Denis Suarez, Samuel Umtiti, Andre Gomes dan Lucas Digne yang dinilai berpengaruh bagi tim. Sementara sisanya tidak berhasil memenuhi ekspektasi. Selain itu, ada tokoh-tokoh lama yang seolah jadi penghias bangku cadangan di skuat besutan Enrique. Berikut 5 pemain yang dinilai mempunyai masa depan suram di Barcelona :

1. Jeremy Mathieu


Mathieu direkrut dari Valencia pada 2014 lalu dengan harga 20 juta euro. Musim ini, dia selalu didera cedera. Pada usia yang telah mencapai 33 tahun dia tentu tak punya peluang lagi di sana. Lantaran, El Barca sendiri punya sejumlah pemain belakang yang masih muda, seperti Umtiti, hingga Martín Montoya. Diperkirakan dia tak akan bertahan lama di Camp Nou.

 

2. Aleix Vidal


Pemain berkebangsaan Spanyol ini didaratkan dari Sevilla pada 2015. Namun, waktu itu sama seperti Arda Turan, ia tak bisa merumput dalam setengah tahun pertamanya karena kesebelasan El Barca masih dikenai sanksi larangan transfer. Hal itu yang menyebabkan pemain 27 tahun itu bisa dikatakan gagal. Padahal, awalnya dia ditugaskan sebagai pengganti yang pas bagi Dani Alves. Vidal sendiri gagal berkompetisi. Dia malah diganti oleh Sergi Roberto. Apalagi, dia saat ini sedang dilanda cedera pergelangan kaki yang membuatnya menutup musim lebih awal.

3. Ivan Rakitic


Sevilla seperti area berburu bagi tim asal Catalan. Namun faktanya, pemain yang dipinang dari Sevilla ini justru kurang bersinar. Rakitic sebenarnya diplot untuk menggantikan tempat Cesc Fabregas. Pemain asal Kroasia ini berperan vital ketika El Barca merengkuh treble winner di musim perdananya. Tapi, kedatangan Andre Gomes dan Denis Suarez menjadi ancaman bagi tempatnya. Playmaker 28 tahun ini hanya 16 kali merumput bersama Blaugrana.

4. Arda Turan


Pemain berdarah Turki ini sesungguhnya mendapatkan tugas yang cukup krusial di klub. Dari 52 kesempatan bermain sebagai starter, dia telah mencatatkan 15 gol dan 10 assist. Tapi, Turan main di bawah bayang-bayang trisula MSN. Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar seperti tidak mungkin untuk digantikan. Sejumlah isu berhembus kalau Turan akan segera angkat koper dari Camp Nou. Pemain yang berusia 30 tahun ini disinyalir sedang mempertimbangkan untuk hijrah ke Tiongkok.

5. Paco Alcacer


Bergabung dari Valencia musim panas lalu, Paco Alcacer seperti perekrutan gagal Barcelona. Dia sejauh ini hanya merumput dalam 809 menit di lapangan. Harga yang dikeluarkan oleh Barcelona sebesar 30 juta euro sepertinya tak bisa ditunjukkan dengan kinerja Alcacer. Dia rumornya akan segera angkat koper dari Camp Nou. Sejumlah isu memberitakan El Barca membuka persetujuan pinjaman kepada kesebelasan yang berminat mendapat jasanya. Cukup menarik untuk menantikan kemana perginya juru gedor yang satu ini.

4 Pembelian Yang Dirasa Kurang Berjasa Bagi Blaugrana

La Liga – Luis Enrique tidak selalu cermat dalam meminang pemain bagi Barcelona. Sejak kehadirannya di Camp Nou musim 2014/15, Enrique memang sukses membawa sejumlah pemain yang berkontribusi bagi tim, misalnya Marc Andre Ter Stegen dan Luis Suarez.

Dua pemain ini tak dapat dipungkiri lagi adalah pemain yang berkontribusi besar bagi Blaugrana sejak dipinang oleh Enrique. Memang, Ter Stegen baru diberi kepercayaan menjadi penjaga gawang inti selepas Claudio Bravo dilego ke Manchester City awal musim ini. Namun penjaga gawang berpaspor Jerman ini berkontribusi besar dengan kesuksesan El Barca menyabet trofi Liga Champions dan Piala Raja.

Bisa dibilang, Enrique sudah cermat meminang Ter Stegen dari Borussia Monchengladbach. Namun ada momennya Enrique melakukan kesalahan dengan mendatangkan pemain yang kurang berkontribusi. Sedangkan pemain yang performanya tidak buruk justru dilego. Berikut beberapa nama yang seharusnya tidak dipinang oleh Enrique ke Camp Nou :

1.Thomas Vermaelen


Nama Vermaelen termasuk dalam daftar pembelian yang gagal. Pasalnya, eks kapten Arsenal ini nyaris tidak terpakai di musim pertamanya bersama Blaugrana. Alasannya, Vermaelen lama berkutat dengan cedera. Baru dipinang, Vermaelen menderita cedera hamstring. Pada musim 2014/15, pemain belakang berkebangsaan Belgia itu baru memulai debut di akhir musim khususnya ketika melawan Deportivo La Coruna pada 23 Mei 2015.

Hasilnya, dia hanya menjadi pemain dengan gaji buta di Camp Nou pada musim itu. Ditambah, Vermaelen makin beruntung karena EL Barca sukses merengkuh enam gelar. Pada musim selanjutnya, 2015/16, Vermaelen diharapkan bisa merumput lebih banyak. Dia berhasil menyumbangkan gol pertamanya di musim ke-2 saat menghadapi Malaga. Namun posisinya masih kalah dari Javier Mascherano, Gerard Pique dan Jeremy Mathieu.

2. Douglas


Douglas merupakan pembelian kedua terburuk oleh Luis Enrique. Disebut sebagai pelapis Dani Alves, eks pemain belakang Sao Paulo ini tak mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Di debutnya, dia diganjar kartu kuning kala El Barca ditahan seri 0-0 melawan Malaga. Usai laga itu, ia pun ditempatkan sebagai bek kanan pilihan ketiga setelah Alves dan Martin Montoya.

Musim selanjutnya, performa Douglas kembali di bawah ekpektasi. Pemain belakang 26 tahun ini pun tak diturunkan sama sekali di musim 2015/16. Karena tak berkontribusi, Barcelona akhirnya meminjamkan Douglas ke Sporting Gijon. Belum ada titik terang apakah Barcelona akan memulangkan Douglas atau melepasnya secara permanen ke Sporting Gijon.

3. Paco Alcacer


Paco Alcacer memang produktif ketika merumput di Valencia. Dia disebut-sebut menjadi salah satu juru gedor Spanyol yang mumpuni setelah Diego Costa atau David Villa. Blaugrana pun berharap bisa mengulang keberhasilan seperti saat mendatangkan David Villa juga dari Valencia beberapa musim lalu.

Pemain berusia 23 tahun ini belum bisa bermain sesuai ekspektasi. Awalnya ia diharapkan bisa menjadi pelapis untuk Messi, Suarez dan Neymar. Tapi karena tak jua berkontribusi, eks Valencia ini pun terpaksa ditepikan di bangku cadangan. Hingga kini, Alcacer baru mengantongi 2 gol bagi Blaugrana. Messi pun telah meminta Alcacer untuk dilego saja musim depan.

4.Andre Gomes


Sejak awal, pembelian Andre Gomes kerap dipertanyakan. Maklum, pemain yang dipinang dari Valencia dengan mahar 35 juta euro ini dinilai kurang perlu. Barcelona bisa dibilang punya stok gelandang yang melimpah. Selain dua pemain senior Andres Iniesta dan Sergio Busquets, Blaugrana masih punya Arda Turan, Rafinha, Denis Suarez dan Ivan Rakitic.

Kedatangan Gomes seolah hanya untuk menambah-nambah kompetisi di sektor tengah. Messi bahkan dikabarkan telah membisiki Gomes untuk dimainkan sebagai pemain cadangan saja. Saat menang 2-1 atas Atletico, Enrique memang menepikan Gomes. Dia lebih mempercayai Rafinha untuk diturunkan di lini tengah dan terbukti Rafinha menumbangkan satu gol krusial.

5 Remaja Bertalenta Asal Jerman Yang Patut Dipinang Blaugrana

La Liga – Barcelona terus membidik talenta terbaik dunia. Dari sekian banyaknya opsi, mereka bisa mengunjungi Jerman untuk menemukan pemain top. Jerman layak menjadi yang terdepan mengingat banyak permata di Bundesliga. Nama baik pesepakbola Jerman tengah melambung tinggi menyusul kesuksesan timnas merengkuh trofi Piala Dunia 2014.

Bukan hanya itu, Jerman pun menjadi salah satu negara dambaan pesepakbola remaja dari berbagai pelosok dunia untuk menambah pengalaman dan ilmu sebelum hijrah ke kesebelasan top. Para remaja ini memutuskan tidak langsung menerima pinangan kesebelasan besar karena tahu mereka akan jarang diturunkan jika menerimanya. Hal itu otomatis akan menunda perkembangan mereka.

Misalnya, Ousmane Dembele. klub asal Catalan tertarik untuk mendatangkannya musim panas lalu. Tapi, Dembele memutuskan hijrah ke Borussia Dortmund. Jika tidak, pemain berpaspor Perancis ini akan lama duduk di kursi cadangan menanti Lionel Messi atau Neymar direhatkan. Dengan keadaan itu, ada beberapa pemain belia yang sudah pantas dibidik. Berikut lima nama yang pantas dipertimbangkan oleh Blaugrana :

1. Felix Passlack


Borussia Dortmund mendidik banyak pemain muda bertalenta. Tercatat ada 5-6 pemain yang memiliki masa depan gemilang. Dembele salah satunya. Barcelona bahkan dirumorkan pernah menawar pemain berkebangsaan Perancis tersebut. Namun, ketimbang kembali menawar Dembele, Blaugrana bisa beralih ke Passlack. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, dia bisa mengisi posisi di sisi sayap pertahanan. Potensinya jelas berguna.

2. Joshua Kimmich


Pemain berbakat terbaik negeri Panser saat ini. Di usia yang baru 22 tahun, Kimmich sudah bermain secara reguler di Timnas Jerman. Bisa menempati sektor belakang dan tengah, dia telah mengantongi tujuh gol dari 27 pertandingan di semua ajang kejuaraan musim ini. Tapi sayang, Barcelona diperkirakan kesulitan merekrutnya dari Bayern Muenchen. Mereka harus membujuk raksasa Jerman itu untuk melepas Kimmich. Kalaupun sukses, nilainya tentu akan sangat mahal.

3. Jonathan Tah


Bukanlah rahasia umum sektor pertahanan merupakan kelemahan terbesar tim asal Catalan. Untuk menanggulangi kecacatan ini, mereka bisa mempertimbangkan Tah. Pemain berpaspor Pantai Gading tersebut sudah menjadi sosok vital di sektor belakang Bayer Leverkusen sejak musim lalu. Total Tah telah membela Leverkusen di 67 laga. Barcelona harus beradu dengan Muenchen jika ingin mendapatkan tanda tangan pemain yang berusia 21 tahun tersebut.

4. Serge Gnabry


Memperkuat Timnas Jerman di seluruh tingkat usia junior, Arsenal merayu Gnabry agar hengkang dari VfB Stuttgart tahun 2011. Sayangnya, peluang itu tidak kunjung datang. Pernah dipinjamkan ke West Bromwich Albion, Gnabry hanya 18 kali tampil untuk The Gunners. Dia pun kembali ke tempat asalnya. Hijrah ke Werder Bremen, Gnabry membuktikan kualitasnya sebagai talenta luar biasa. Pemain berusia 21 tahun tersebut menjadi sumber ilham serangan tim dengan mengemas 10 gol di Bundesliga.

5. Timo Werner


Salah satu poros di balik keberhasilan kesebelasan promosi RB Leipzig lolos ke papan atas dan memepet pemuncak klasemen, Bayern Muenchen. Meski baru berusia 20 tahun, Werner mempunyai insting tajam untuk memporak porandakan gawang lawan. Sudah 13 gol yang ia kemas dari 21 laga. Pencapaian tersebut membuatnya menjadi top scorer sementara kesebelasan, jauh meninggalkan kompetitor terdekat Emil Forsberg. Tapi, Barcelona disinyalir mengalami kesulitan untuk mendapat jasanya. Didukung kekuatan finansial, Leipzig dalam posisi kuat mempertahankan Werner.

Pencapaian Yang Diprediksikan Akan Dipatahkan La Pulga dan CR7

La Liga – Tak bisa dipungkiri lagi jika kemunculan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menjadi yang terbaik dalam catatan sejarah sepakbola di jagat raya ini. Kedua bomber ini gemar mengukir rekor demi rekor. Saat ini, kedua mega bintang dari La Liga itu telah menginjak usia kepala tiga. La Pulga akan segera menginjak usia 30 tahun, sementara CR7 berusia 32 tahun.

Semua pesepakbola pastinya akan gantung sepatu pada waktunya. Tapi, ada sejumlah rekor yang masih belum mampu diukir oleh kedua bomber ini. Sebelum waktunya gantung sepatu nanti, bomber Barcelona dan Real Madrid itu diperkirakan akan mematahkan rekor tersebut. Berikut rekor yang dapat dipatahkan kedua mega bintang tersebut :

1. Pencetak gol tertua di Babak Grup dan Final Liga Champions

Saat ini, legenda AC Milan, Paolo Maldini masih mengamankan rekor sebagai pencetak gol tertua di final Liga Champions. Ini dia torehkan kala menjebol jala Liverpool pada 2005 lalu sewaktu berusia 36 tahun 333 hari. Sedangkan, rekor pencetak gol tertua di fase grup Liga Champions diraih oleh Francesco Totti. Legenda hidup AS Roma itu mencipakan gol di fase grup ketika berusia 38 tahun 59 hari.

Bila melihat umur keduanya, Ronaldo mampu mematahkan rekor di partai puncak pada musim 2021/22, sedangkan Messi setahun setelahnya. Untuk mematahkan rekor di babak grup, Ronaldo harus mencetak gol di Champions League setelah tanggal 1 April 2023, dan Messi setelah 22 Agustus 2025.

2. Mencetak Empat Gol Secara Beruntun di La Liga


Baik Messi maupun Ronaldo sering mewarnai rekornya dengan pundi-pundi gol. Tapi, faktanya mereka tak bisa mematahkan pencapaian yang diraih Luis Suarez, yakni mencetak empat gol di La Liga secara berturut-turut. Ini dilakukan oleh eks ujung tombak Liverpool ketika sukses mencetak empat gol ke gawang Sporting Gijon dan Deportivo La Coruna pada 2015-16 lalu. Ronaldo sejatinya hampir mengantongi gol serupa setelah mengemas empat gol dalam satu pertandingan, tapi pada pertandingan berikutnya ia hanya mengantongi tiga gol.

3. Meraih Trofi El Pichichi Terbanyak

Kini, CR7 dan La Pulga telah merajai titel Pichichi sebanyak 3 kali. Tapi, tetap tak mampu mematahkan catatan legenda Bilbao, Telmo Zarra yang telah merajainya sebanyak 6 kali. Jangankan mengalahkan Telmo, ke-2 bomber ini masih belum bisa melangkahi apa yang telah dibukukan oleh Alfredo di Stefano, Quini, dan Hugo Sanchez, yang telah merajai titel tersebut sebanyak lima kali. Tentu, dengan masih tersisanya beberapa tahun ke depan, bukan hal yang tidak mungkin jika rekor itu akan dipatahkan oleh salah satu atau bahkan keduanya.

4. Gol Terbanyak dalam Satu Musim di Kompetisi Eropa


Faktanya kedua bomber ini belum mampu mematahkan torehan gol yang dihasilkan oleh Radamel Falcao di Eropa. Eks bomber Manchester United itu sukses mengemas 18 gol dalam satu musim di Liga Europa 2010-11 bersama FC Porto. Ronaldo sesungguhnya hampir mematahkan raihan itu. Dia telah mengoleksi 17 gol di Liga Champions pada 2013-14.Sementara Lionel Messi hanya mampu mengoleksi 14 gol pada musim 2011/2012.

Musim ini, Messi sebenarnya memiliki kans untuk menorehkan rekor gol di Liga Champions. Tapi sayangnya, Barcelona terancam tereliminasi di babak 16 besar karena tumbang 0-4 dari Paris Saint Germain di leg pertama. Messi telah mengoleksi 10 gol musim ini di Liga Champions.