4 Pengumpan Terbaik di Benua Biru

Berita Bola – Sepak bola tidak hanya bertumpu pada pengatur serangan atau penyerang untuk memetik kemenangan. Karena sering kali penikmat sepakbola dunia disajikan daftar pencetak gol terbaik tanpa menyaksikan serangkaian proses gol tersebut lahir. Padahal ada aspek yang jauh lebih vital, yaitu kolektivitas tim. Bisa dibilang, kreativitas adalah raja dan pemain kreatif merupakan harta tak ternilai.

Sebagian besar pemain kreatif cenderung lebih banyak mendapatkan jam terbang bersama timnya, karena mereka dinilai mampu menciptakan peluang hingga menciptakan gol. Berikut beberapa nama yang dinilai sebagai pencipta peluang dan pengumpan berbahaya di Benua Biru :

1. Wayne Rooney


Wayne Rooney tidak hanya dikenal sebagai top skor sepanjang sejarah Manchester United. Tapi ia juga memperoleh label sebagai pemain yang paling kreatif, khususnya dalam memberikan assist kepada teman setimnya.

Sejak kehadiran Zlatan Ibrahimovic pada jendela transfer musim panas lalu, Rooney memang lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Namun bukan berarti performanya berkurang, sebab Jose Mourinho mengembalikan perannya sebagai gelandang serang.

Selama Rooney merumput sebagai playmaker, penampilan The Red Devils semakin atraktif. Dari statistik diketahui dalam 926 menit merumput di liga domestik, Wazza telah menyumbang 23 umpan sepanjang musim ini di mana lima diantaranya sukses dimanfaatkan oleh rekannya.

2. Dani Alves


Tingkat ketepatan umpan silang Dani Alves sudah tak dapat dipungkiri lagi. Walau usianya sudah tak muda lagi, tapi ia masih bisa menjadi penyuplai bola yang baik untuk rekan setimnya di Juventus. Merumput selama 869 menit bersama La Vecchia Signora, Alves telah mencatatkan 24 umpan dan tiga diantaranya sukses berbuah gol.

Itu alasannya Massimiliano Allegri meminangnya ke Juventus Stadium pada jendela transfer musim panas lalu. Karena ia menyaksikan jasanya dalam menjaga barisan pertahanan dan serangan masih sangat bermanfaat buat Si Nyonya Tua. Alves bisa dianggap sebagai kunci sukses Bianconeri di liga domestik.

3. Franck Ribery


Gelandang yang menyandang nomor punggung 7 di Bayern Munich ini boleh dianggap raja penyuplai bola di Bundesliga sepanjang masa. Total umpannya memang masih jauh dibawah Messi, Lampard, atau Giggs. Ribery mungkin saat ini masih beristirahat setelah dibekap cedera. Tapi ia dianggap kunci keberhasilan Die Rotten.

Total, 25 umpan telah disumbangkannya di semua kejuaraan musim ini. Tujuh diantaranya sukses dimanfaatkan oleh rekan-rekannya. Tak cuma dikenal sebagai raja penyuplai bola di Bundesliga saja, Ribery juga sering disebut sebagai predator mematikan bagi pertahanan lawan dimana saat ini ia telah mencatat sembilan gol musim ini.

4. Cesc Fabregas


Fabregas mungkin sering terlihat menghiasi bangku cadangan Chelsea sejak kemunculan Antonio Conte musim ini. Tapi kegagalannya menempati tim inti tak langsung membuatnya patah hati. Sedikit demi sedikit Fabregas pun berhasil memukau hati Conte dan akhir pekan kemarin, dia sukses mencatat rekor baru kala membawa The Blues menang 3-1 atas Swansea City di lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-26 akhir pekan kemarin. Playmaker Chelsea tersebut telah mengoleksi 102 assist dari 300 penampilannya di Liga Inggris. Dia menjadi pemain kedua setelah Ryan Giggs yang berhasil membukukan 162 umpan dari 632 laga.

Meski Dilirik Kesebelasan Top, Lewandowski Tetap Setia Pada Bayern

Bundesliga – Kesetiaan Robert Lewandowski tak perlu dipertanyakan lagi. Meski sempat dibidik banyak kesebelasan papan atas, Lewandowski tak pernah punya niat untuk hengkang dari Bayern Munich.


Bayern Munich masih mempesona baginya dan ia sama sekali tak pernah sangsi dengan keputusannya itu. Lewandowski kembali menjadi bahan pembicaraan di kompetisi Bundesliga Jerman. Tiga gol yang ia kemas kala Die Roten bertemu dengan Hamburg SV, Sabtu (25/2). Pasukan yang dikomandoi Carlo Ancelotti menang telak 8-0, Lewandowski mengukir namanya di papan skor pada menit 24, 42, dan 54.

Lima gol lagi masing-masing disumbangkan oleh Vidal, Alaba, Robben, serta dua gol lagi dikarungi Kingsley. Lewandowski merupakan juru gedor yang impresif. Tak ayal jika bomber berusia 28 tahun itu menjadi jagoan Ancelotti, atau para juru taktik Bayern Munich sebelumnya. Perihal ketajaman tak perlu diragukan lagi. Musim lalu striker kelahiran 21 Agustus itu membukukan 22 gol plus assist.

Dulu ketika skuatnya masih dikepalai Pep Guardiola, juru taktik yang kini menangani Manchester City tak jarang memelontarkan pujian kepada Lewandowski. Kini hal yang sama pun dilakukan Ancelotti, penerus Guardiola. Bagi Ancelotti, Lewandowski merupakan salah satu bomber bagi Die Rotten. Tak hanya menjadi tumpuan di kancah domestik, tapi juga di Liga Champios Eropa.

Lewandowski, bisa dikatakan sebagai pemain luar yang sukses di negeri Panser. Sebelum berkostum Die Bavarians, pemilik paspor Polandia tampil apik bersama Borussia Dortmund. Empat musim yang membanggakan, karena Die Schwarzgelben sukses menjadi kampiun Bundesliga 2010/2011 dan 2011/2012 serta satu DFB-Pokal pada 2011/2012.

Hijrah ke kesebelasan rival dan sempat dicap sebagai pengkhianat, Lewandowski tak memperdulikannya. Dia sangat yakin pada pilihannya untuk menerima pinangan Bayern bukan merupakan kekeliruan. Ia pun mengakui bahwa dirinya harus terus melaju kedepan dan ia yakin bersama Bayern Munich, ia akan mendapat peluang yang lebih besar dibanding bersama klub yang ia bela sebelumnya.

Mimpinya pun kemudian berubah jadi realita. Lewandowski berkontribusi cukup besar bagi Bayern Munich yang sukses merengkuh sejumlah trofi dan itu membuktikan bahwa pilihannya memang tak salah. Dua kali merengkuh trofi Bundesliga, DFB-Pokal serta DFL-Supercup 2016. Karena sudah merasa betah, Lewandowski tak punya pikiran untuk berpaling ke lain kesebelasan. Ia menolak dua tawaran dari klub besar Jerman, Barcelona dan Real Madrid. Blaugrana dan Los Blancos pun terpaksa harus menerima keputusannya yang tak ingin pindah ke klub mereka.

Lantaran Bayern Munich juga masih memerlukan jasanya, kontrak Lewandowski pun diperpanjang hingga 30 Juni 2021. Tak akan ada yang tahu apakah Lewandowski masih akan terus berjaya di Allianz Arena. Namun perihal kesetiaan, Lewandowski layak mendapat apresiasi lebih karena keputusan dan kebulatan hatinya untuk tetap membela Bayern dibanding pindah ke kesebelasan besar lainnya di Eropa.

Highlights Bayern Munich Vs Hamburg 2017

Walau Babak Belur, The Gunners Tetap Menjadi Tim Solid

Liga Champions – Tak bisa dibenarkan, jika terdengar isu kerenggangan di ruang ganti Arsenal. Semua berjalan seperti apa adanya, semua baik-baik saja. Memang terlintas rasa sedih dan kecewa, tapi internal tim tetaplah solid seperti sedia kala. Semua orang pastinya pernah mengalami kesedihan juga kekecawaan. Namun Menurut Arsene Wenger hal itu bukanlah alasan terjadinya kerenggangan internal klub.

Lagi-lagi isu tak sedap melanda The Gunners. Internal tim dirumorkan mengalami keretakan dan ini semakin mengancam jabatan Wenger sebagai juru taktik. Menyusul kekalahan telak klub asal London Utara kala menjalani pertarungan versus Bayern Munich dalam leg pertama perdelapan final Liga Champions pada 15 Februari lalu. Tanpa perlawanan sama sekali, Arsenal yang turun dengan skuat inti dihajar lima gol. Tim yang menghuni peringkat empat Liga Primer Inggris, hanya bisa membalaskan satu buah gol yang membuat mereka hancur 1-5.


Usai laga tersebut, media Inggris yang memang terkenal ‘suka mencela’ sontak menuliskan berita-berita yang kurang sedap mengarah kepada Wenger. Periode ini kembali dimanfaatkan fans fanatik untuk memaksa sang pemilik kesebelasan agar segera melengserkan juru taktik asal Perancis itu. Nasib the Gunners memang belum berakhir.

Masih ada kesempatan di leg kedua, dimana mereka akan melakoni laga sebagai tuan rumah di Emirates. Kendati demikian, tidaklah enteng untuk bisa memenangkan pertarungan melawan kesebelasan sekuat Bavarians, terlebih dengan selisih skor yang cukup besar.

Kekalahan yang dialami The Gunners di Allianz Arena juga menambah kesuraman catatan yang dibukukan oleh Wenger, setelah di Panggung Premier League, Alexis Sanchez dan kawan-kawan kemungkinan besar akan kembali gagal menyabet titel kejuaraan liga domestik musim ini. Dengan mengoleksi poin 50 dan berada di posisi keempat klasemen sementara, Meriam London terpaut selisih 10 angka dari Chelsea yang masih kokoh di puncak klasemen sementara.

Menanggapi kekalahan kontra Bavarians, berhembus isu jika Sanchez sempat panas di ruang ganti pemain. Bersama beberapa rekan setim, striker berkebangsaan Chile itu tak bisa terima Arsenal ditaklukan dengan sangat mudah. Menanggapi rumor tak enak tersebut, Wenger meyakinkan pasukan arahannya baik-baik saja. Tak ada perpecahan atau masalah apapun. Kekalahan itu memang berimbas pada moral tim, tapi Wenger memastikan bila tak ada masalah besar di tim, semuanya berjalan baik-baik saja.

Arsenal akan melawan Sutton di laga lanjutan Piala FA dini hari nanti, empat hari setelahnya mereka akan melakoni laga lanjutan Liga Primer Inggris dan akan bertandang ke kandang Southampton. Ini merupakan kesempatan anak asuh Arsene Wenger untuk memperbaiki hasil bruuk yang telah mereka peroleh di beberapa laga terakhir mereka. Mereka pun harus kembali membangun kepercayaan diri mereka setelah laga kontra Bayern yang lalu.

Sektor Pertahanan The Gunners Ditafsir Miliki Sejumlah Kecacatan

Liga Champions – Hanya berjarak 24 jam seusai penikmat sepakbola Eropa disajikan kemenangan sensasional 4-0 Paris Saint Germain atas Barcelona, hasil mengejutkan kembali muncul pada babak 16 besar Liga Champions. Arsenal yang berkunjung ke Allianz Arena harus pulang dengan perasaan terpukul. Bayern Munich seolah menghancurkan kans Arsenal untuk lolos ke putaran selanjutnyanya dengan skor 5-1.

Arjen Robben membawa armada yang dikomandoi Carlo Ancelotti memimpin kedudukan lebih dulu dan setelahnya disamakan oleh Sanchez. Setelah menepinya Koscielny dari line up pada paruh kedua sepertinya membuat Bavarians lebih bebas melancarkan serangan. Hasilnya, empat gol sukses mereka catatkan ke gawang David Ospina dan seolah mengandaskan peluang Arsenal untuk mengakhiri torehan buruk mereka yang tidak pernah tembus dari babak 16 besar sejak tahun 2012.


Perkara pertahanan sepertinya menjadi salah satu masalah yang cukup sering melanda The Gunners. Pasalnya, dalam enam musim terakhir termasuk musim ini, Pasukan yang dikomandoi Wenger kecolongan tiga gol atau lebih pada empat dari enam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Bila menilik sejarah pun, hasil ini sangat jauh dari kemungkinan Meriam London lolos putaran berikutnya. Sepanjang sejarah fase knock out kompetisi Eropa, belum ada kesebelasan yang tertinggal empat gol atau lebih pada leg pertama dan berhasil lolos ke babak selanjutnya.

Ditambah lagi, masalah kinerja para pemain pun nampak cukup mengusik The Gunners. Yang paling nyata terlihat mungkin adalah ketika Alex Chamberlain yang memarahi rekannya yang seolah tidak bersemangat dalam mengejar bola. Hal ini pun sempat menghebohkan dan tentunya memperlihatkan bahwa mental pemain Arsenal sepertinya belum siap untuk melawan tim-tim raksasa Eropa.

Dua pemain yang dikomentari cukup pedas seusai laga ini adalah Francis Coquelin dan Mesut Oezil. Coquelin dinilai menjadi titik lemah The Gunners dan berkali-kali kalah bertarung dengan pemain tengah Bavarians. Ia juga tidak mampu menggantikan tugas Aaron Ramsey dan Santi Cazorla dalam mentransisi dari bertahan menjadi menyerang. Alhasil, Arsenal pun kadang kala kesulitan untuk membentuk serangan.

Berbeda dengan Oezil. Playmaker berkebangsaan Jerman ini kembali dikritik karena performanya yang tidak memuaskan. Melawan tim besar musim ini, Oezil memang sering gagal memberikan kontribusi maksimal. Dari tujuh tim raksasa yang dihadapi The Gunners sepanjang musim ini bergulir, Chelsea, Manchester United, Tottenham, Manchester City, Liverpool, dan Bayern, Oezil hanya menghasilkan total 14 kesempatan. Yang artinya hanya ada 1.67 peluang per laga yang dibuat oleh playmaker asal Jerman ini, sesuatu yang membuat opini fans dan publik akan kehadiran Oezil di Arsenal saat ini menjadi kalut.

Kendala di atas mungkin sudah menjadi masalah The Gunners sejak sejumlah musim. Hanya saja, dalam saat-saat penting seperti laga kontra Bavarians, kegagalan Arsene Wenger untuk menemukan pemecahan masalah tersebut tentu harus dibayar mahal. Selain dengan terancam kembali gagalnya Meriam London melangkah lebih jauh di fase knock out Liga Champions. Lebih jauh lagi, hasil inipun mungkin akan menjadi alasan kuat bagi Arsenal untuk mengakhiri kontrak kerja mereka dengan Wenger pada akhir musim ini bila tak juga ada peningkatan dan perbaikan.

Highlights Bayern Munich Vs Arsenal 2017

Runtuhnya Meriam London Di Allianz Arena Membuat Fans Kecewa

Liga Champions – Lapang dada, hal itu lah yang bisa dilakukan oleh juru taktik berkebangsaan Perancis, Arsene Wenger sehubungan dengan kekalahan pahit skuat asuhannya, Arsenal di leg pertama babak perdelapan final Champions League musim 2016/2017, Kamis (16/2) WIB dini hari tadi. Menurutnya kekalahan ini sangat sukar untuk dijelaskan.

Para Gooners (julukan pendukung Arsenal) pun merasa pilu dan teriris hatinya melihat tim kesayangan mereka dilumat habis sedemikian rupa di Allianz Arena. Bayern Munich, raksasa Jerman masih terlalu kuat bagi Mesut Ozil dan kawan-kawan. Skuat yang bermarkas di Emirates dihabisi lima gol dengan satu gol balasan.

Gawang yang dikawal oleh Ospina dinilai sangat rapuh dan sudah kecolongan angka saat pertandingan masih berjalan 11 menit. Robben pun memulai pesta golnya dimenit tersebut dan kemudian gawang Meriam london kembali digetarkan oleh Lewandowski di menit 53, selanjutnya giliran Thiago Alcantara yang mengemas dua gol di menit 56 dan 63, serta nama terakhir yang ikut berpesta ke gawang The Gunners adalah Thomas Mueller yang mencetak angka di menit 88.


Meriam London sempat berupaya bangun kembali melalui gol yang diciptakan oleh Alexis Sanchez pada menit 30, namun gol tersebut tak cukup kuat untuk membangkitkan atmosfer bagi skuat asuhan Wenger dan akhirnya mereka pun menyerah serta menjadi bulan-bulanan.

Wenger berterus terang bahwa Bayern memang terlalu kuat untuk bisa ditaklukan oleh pasukannya. Kekalahan ini pun membuat kans The Gunners untuk bisa lolos ke babak selanjutnya semakin kecil. Bagaimana tidak, pada laga leg kedua yang akan digelar pada 3 Maret mendatang di Emirates, Arsenal harus menang dengan skor minimal 4-0. Tentu saja ini merupakan hal yang sangat sulit mengingat Die Bavarians bukanlah skuat kelas bawah. Para penikmat sepakbola pun tahu dan paham bila Bayern adalah tim yang kuat, tak hanya ketika bertanding di kandang sendiri namun juga tangguh ketika berlaga di markas lawan.

Kekalahan ini juga kian menyudutkan sang juru taktik yang sudah 20 tahun melatih Arsenal, Arsene Wenger, mengingat dalam beberapa bulan terakhir manajer berkebangsaan Perancis itu kerap digempur rumor pemecatan. Para fans pun dengan terang-terangan telah meminta The Professor untuk segera angkat koper dari Emirates Stadium. Fans mendambakan sosok pelatih baru yang mumpuni.

Selain terancam gagal di kompetisi Liga Champions, The Gunners juga nampaknya bernasib sama di pentas Liga Primer Inggris. Saat ini mereka masih berkutat di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 50 poin, pasukan yang dikomandoi Wenger tertinggal jauh dari Chelsea yang masih kokoh di puncak. Kedua kubu terpaut selisih 10 poin.

Meriam London memang sudah cukup lama tak keluar sebagai juara di Premier League, ajang kompetisi paling bergengsi di tanah Britania. Terakhir kali mereka menjadi juara adalah beberapa musim silam, tepatnya musim 2003/2004.

Highlights Bayern Munich Vs Arsenal 2017