4 Tips Untuk Melakukan Ekspansi Bisnismu Ke Dunia Internasional

Jakarta – Memiliki usaha yang berhasil dan maju pasti menjadi cita-cita semua pebisnis, khususnya bagi para pengusaha. Terlebih jika usaha yang dikelola bisa bersaing di pasar internasional. Tapinya, untuk mewujudkan hal tersebut, seorang pengusaha wajib berupaya dengan sangat gigih. Bahkan kadang kala ia harus rela meninggalkan urusan pribadi demi kemajuan bisnisnya. Berikut ini beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan oleh para pebisnis ketika ingin memajukan dan melebarkan sayap bisnisnya ke dunia internasional :

1. Manfaatkan Teknologi


Perluasan bisnis yang berhasil sampai ke luar negeri hanya akan terjadi jikalau Anda mempunyai wawasan yang matang tentang teknologi dan cara menerapkannya seefektif dan seefisien mungkin di bisnis yang Anda geluti.

Anda harus mampu mencermati dan menargetkan suatu demografi melalui bisnis online. Sebelum melebarkan sayap di dunia internasional, Anda patut mengendalikan kestabilan batasan laba atas investasi Anda. Memakai alat komunikasi digital adalah kunci yang sangat vital. Aplikasi seperti iMeet memungkinkan Anda untuk mengirim pesan instan langsung dengan sebagian besar rekan-rekan bisnis dari mana pun.

Dengan berbagi informasi menggunakan teknologi ini bakal sangat membantu Anda dan tim agar tetap terhubung selama ekspansi. Dengan didukung oleh banyak tim yang berproses, Anda tetap dapat dihubungi setiap saat, dan ini hanya mungkin diterapkan menggunakan teknologi yang stabil.

2. Bersikap Luwes

Trik sukses dalam menggeluti dunia bisnis adalah sanggup beradaptasi. Pemimpin yang sanggup menyesuaikan diri dengan pasar luar negeri dan sanggup mengarahkan perusahaannya tanpa keraguan, umumnya akan sukses dalam mengoperasikan bisnis.

Sementara bagi mereka yang kontra terhadap perubahan dan gagal untuk bersikap reaktif pada pasar, umumnya sulit untuk melangkah dan akan tertinggal jauh di belakang. Tapinya, jikalau nantinya Anda sukses beradaptasi, bukan hanya bisa mengubah hal-hal krusial selama tiga bulan pertama, melainkan harus selalu siap mengambil keputusan untuk segala kemungkinan yang muncul sepanjang tahun pertama dan tahun-tahun selanjutnya dalam berbisnis.

Dibutuhkan sebuah strategi yang jitu tentang bagaimana memajukan bisnis hingga mendunia, tapi satu yang perlu dicatat, Anda harus bersikap luwes ketika hendak merombak pasar dan itu bergantung pada diri Anda sendiri.

3. Hubungan bisnis itu perlu


Satu prioritas utama ketika memajukan bisnis ke semua penjuru dunia adalah mengendalikan biaya serendah mungkin tapinya memiliki batas keuntungan yang sebanyak mungkin. Untuk menerapkan hal ini, penting untuk memupuk hubungan bisnis di pasar internasional yang Anda miliki.

Manfaatkan teknologi termutakhir untuk tetap menjalin hubungan dengan mitra bisnis yang strategis di sepanjang fase awal sewaktu berekspansi, karena ini merupakan hal yang vital. Pastikan Anda dan mitra bisnis bisa saling menguntungkan dalam jangka waktu panjang.

Dalam menjalin kemitraan, yang jadi inti utama bukan untuk membantu Anda menanggulangi inflasi harga, tapinya juga untuk menyampaikan berbagai informasi yang bermanfaat dalam pasar internasional, sehingga jika ada potensi perubahan, paling tidak anda sanggup mengurangi jumlah kerugian.

4. Temukan orang yang kapabel

Perusahaan yang sukses umumnya memiliki kesamaan dan kapabilitas untuk terus-menerus melihat peluang yang bersinar dan talenta yang dapat memajukan bisnis. Ini bahkan jadi lebih bermanfaat sewaktu berkehendak memajukan bisnis secara internasional.

Oleh sebab itu, penting untuk mempunyai orang yang bisa menanamkan modalnya bagi perusahaan, seperti orang yang mempunyai wawasan tentang pasar Anda dan yang selalu bergairah untuk meraih target di perusahaan. Sosok-sosok seperti inilah yang Anda perlukan dalam tim.

Umumnya mereka bahkan bisa memberikan tambahan wawasan tentang hukum bisnis sehingga dapat membantu Anda ketika diterpa masalah saat berbisnis. Temukan orang yang kapabel di tim Anda yang mau bersama-sama menuntun perusahaan untuk menjadi sukses. Kebanyakan perusahaan-perusahaan yang telah sukses berekspansi di pasar dunia adalah mereka yang mempunyai tim dan toko-tokoh dengan komitmen yang sama untuk mengembangkan bisnis.

Sejumlah Sajian Frozen Food Ini Berpotensi Jadi Ladang Penghasilanmu

Di tengah banyaknya konsep tentang makanan yang ingin diolah menjadi bisnis kuliner, mungkin sejumlah frozen food ini bisa jadi salah satu opsi bagi kalian. Dan jika masih cemas soal modal, beberapa bisnis frozen food ini ternyata bisa dilakukan dengan modal seminimalis mungkin namun juga bisa mendatangkan profit yang tidak sedikit. Berikut beberapa daftar frozen food yang dapat diolah menjadi ladang bisnismu :

1. Pisang Cokelat Meleleh


Istilah Piscok mungkin sudah tak lagi terdengar asing. Dari dulu hingga sekarang, jajanan ini tetap jadi favorit, bahkan sudah ada penjual yang mengolah pisang coklat menjadi sajian kekinian, dengan diisi coklat berkualitas dan meleleh ketika disantap. Pisangnya pun lembut sekali, tak heran makanan ini selalu ramai diincar pegawai kantor ataupun para pelajar.

Tapi tahukah kamu bahwa dengan menjalankan bisnis seperti ini, kamu bisa saja memperoleh banyak keuntungan. Menurut taksiran, harga grosiran jika kamu membeli di distributornya adalah Rp 2.000 dan kamu membeli 20 biji, kamu cuma butuh modal Rp 40.000. Sedangkan yang dijual di pasaran oleh pisang coklat kekinian biasanya adalah Rp 5.000, maka profit yang kamu dapatkan adalah 20 x Rp 5.000 = Rp 100.000, dikurang modal Rp 40.000 = Rp 60.000.

2. Rujak Cireng


Rujak cireng pun sedang naik daun. Sensasi kenyal dan garingnya cireng kemudian dicelupkan ke dalam saus bumbu rujak memang sungguh juara, apalagi ketika dinikmati saat sore hari. Itulah alasan kenapa jajanan seperti ini mulai banyak diminati dan banyak pula dijual di berbagai restoran atau rumah makan.

Sedangkan bagi kalian yang ingin mencoba berdagang jajanan seperti ini, bukanlah hal mustahil untuk dilakukan. Kamu tidak perlu merogoh kocek yang dalam seperti bisnis kuliner lainnya. Mari kita kalkulasikan, biasanya harga yang dijual oleh produsen adalah Rp 10.000 per pack dengan isi 20 biji. Ketika kamu menjualnya, mari kita asumsikan harga yang kamu berikan adalah Rp 8.000 per porsi dengan isi 5 biji tiap porsinya, maka total penjualan yang diperoleh adalah Rp 32.000. Profitnya yaitu Rp 32.000 – Rp 10.000 = Rp 22.000.

3. Otak-otak


Makanan ringan dari olahan ikan yang disantap dengan sambal kacang ini juga bisa jadi opsi ide jualan. Apalagi labanya pun cukup menggiurkan. Biasanya satu bungkus otak-otak berisikan 30 biji dan dibanderol dengan harga Rp 15.000. Kemudian saat kamu menjualnya, cukup tetapkan harganya dengan Rp 9.000 per porsi (5 biji). Maka total profit tersebut sebesar Rp 54.000 kemudian dikurang Rp 15.000 = Rp 39.000. Tertarik?

4. Cireng Isi


Selain cireng rujak, jangan lupakan juga cireng isi. Tentu kalian tidak asing dengan makanan ringan ini, kan? Sensasi menggigit cireng yang renyah dan empuk, kemudian ditambah isian pula di dalamnya pasti menarik hati. Mulai dari isian sosis hingga daging asap. Nah, tidak ada ruginya jika kamu berpikir untuk menjadikan ini sebagai objek bisnismu. Biasanya, harga yang dijual oleh produsen adalah Rp 45.000 per pack berisi 30 pcs. Namun jika kamu menjual satu porsi berisi 5 pcs dengan harga 15.000, maka total profitnya adalah Rp 90.000, lalu dikurangi RP 45.000, untung yang kamu peroleh adalah Rp 45.000.

5. Roti Maryam


Dewasa ini, roti maryam pun tak kalah tenar dengan hidangan-hidangan yang telah dibahas diatas. Roti jenis ini selain gurih ketika dikunyah juga punya rasa yang menarik, bisa digabungkan dengan aneka pilihan penyedap rasa seperti cokelat messes, selai, atau apapun yang rasanya manis. Coba bayangkan, dinikmati selagi hangat pasti akan terasa sangat enak. Nah, kenapa tidak dicoba usaha ini? Pendapatannya pun bisa membantu meringankan beban cicilanmu, kok!

Biasanya, taksiran harga yang dijual oleh produsen adalah Rp 15.000 untuk satu pack berisi 5 pcs. Tapinya jika kamu tertarik menjual ini, tentunya yang akan kamu beli tidaklah hanya satu pack saja. Nah, jika kamu jual dengan harga Rp 7.000 per satuannya, kamu sudah bisa menghasilkan profit sekitar Rp. 20.000. Itupun hanya kalkulasi untuk satu pack saja, entah jika kamu membeli puluhan pack. Profitmu bisa saja berkali lipat.

Banyaknya Gerai Alfamart Adalah Bagian Dari Strategi

DUAKALI.COM – Untuk menghemat biaya riset, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau yang dikenal sebagai pemilik jaringan retail Alfamart dan Alfamidi sengaja membangun minimarket di lokasi yang berdekatan.

Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman mengatakan, dalam menentukan lokasi pembangunan, perusahaan menerapkan konsep model pasar persaingan sempurna (PPS) dalam prinsip ekonomi.

“Model PPS ini didefinisikan sebagai bentuk pasar paling ideal, di mana salah satu ciri dalam satu pasar terdapat lebih dari satu pengusaha dengan barang atau jasa yang ditawarkan bersifat homogen,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu, 28 November 2015.

Artinya, kata dia, apabila di suatu lokasi sudah berdiri Alfamart, bisa dipastikan lokasi tersebut memiliki potensi pasar yang bagus dan lolos uji kelayakan bisnis. “Jika minimarket lain ingin menambah toko di lokasi tersebut, tidak perlu melakukan riset serupa,” tuturnya.

Dia menjabarkan, dalam menentukan kelayakan suatu lokasi untuk minimarket, dibutuhkan beberapa pertimbangan, antara lain kepadatan penduduk, kepadatan lalu lintas yang dilalui di sekitar minimarket, target segmen yang tepat, dan lingkungan sosial yang mendukung.

Menurut dia, kedekatan lokasi minimarket secara tidak langsung juga memberi kemudahan bagi masyarakat dalam memilih atau membandingkan harga, produk, kualitas, serta jasa yang ditawarkan. “Akhirnya, bisnis minimarket bisa bersaing secara fair dalam memuaskan konsumen dan memberikan harga yang wajar,” katanya.

Lebih lanjut, berdasarkan data Nielsen, rata-rata pertumbuhan jumlah minimarket di Indonesia per tahun sampai September 2015 tercatat sekitar 12,7 persen. “Nilai ini lebih tinggi dibanding supermarket ataupun hypermarket dengan pertumbuhan 3,6 persen,” katanya.

Salah satu faktor yang memacu pertumbuhan itu, kata Nur, minimarket tak membutuhkan ruang yang besar. Dengan investasi mulai Rp 400 juta, di luar biaya lokasi, masyarakat sudah bisa memiliki toko Alfamart dalam bentuk waralaba.