Borriello Kembali Tunjukkan Tajinya Bersama Cagliari

Serie A – Sebagai kesebelasan pendatang baru di Serie A, Cagliari memang aktif di jendela transfer musim panas awal musim ini dengan meminang pemain baru sebagai usaha agar keberadaan mereka di kompetisi kasta tertinggi di Italia itu bukan sekedar angin lalu semata. Salah satu pemain yang diboyongnya adalah striker kawakan asli Italia, Marco Borriello secara cuma-cuma dengan durasi kontrak satu musim ditambah opsi perpanjangan kontrak di musim selanjutnya.

Banyak yang menilai kedatangan pemain 34 tahun ke Cagliari ini adalah pembelian yang percuma. Maklum, tak sedikit pihak yang menilai karier Borriello telah tamat. Hal tersebut didasari dari performanya di Atalanta musim lalu, dimana pemain yang menyandang nomor 22 ini hanya mampu mencetak 4 gol dari 14 laga yang ia ikuti di Serie A.

Kendati demikian, ada pula dukungan yang diarahkan kepadanya. Salah satunya adalah dari legenda Italia, Christian Vieri. Ia berjanji jika Borriello sanggup membukukan 15 gol, maka ia akan membayarinya semasa jeda musim panas nanti.

Saat ini, Vieri sedang dibuat kerepotan karena kawannya itu sanggup memenuhi tantangan yang diberikan padanya awal musim lalu. Nama Borriello kembali jadi sorotan di Italia karena kembali menunjukkan tajinya di depan gawang lawan. Total pemain yang pernah dipinjamkan ke West ham ini telah mencatatkan 16 gol di semua kompetisi yang dilakoni oleh Cagliari sekaligus sebagai pemain paling subur di kesebelasan tersebut.


Torehan itu mengukuhkan dirinya menjadi striker Italia terproduktif kedua di bawah Belotti di daftar pencetak gol terbanyak sementara Liga Italia. Hal ini menyebabkan Andrea D’Amico selaku agen Borriello berpendapat, kliennya layak untuk kembali membela Tim Nasional Gli Azzurri.

Borriello sendiri telah mencicipi penampilan bersama timnas sebanyak 7 kali. Namanya sempat bertengger di dalam daftar skuad Italia di kompetisi Piala Eropa tahun 2008 lalu. Sayang, ia tak diturunkan dalam kejuaraan tersebut. Perjalanan kiprah Borriello memang bisa dianalogikan dengan wahana roller coaster. Memulai karier di AC Milan, ia justru menghabiskan waktu dengan dipinjamkan ke kesebelasan medioker.

Kiprahnya mulai melambung ketika membela klub promosi, Genoa di musim 2007/2008. Bahkan di kesebelasan yang berjuluk Rossoblu tersebut, Borriello di bawah rezim Gian Piero Gasperini sanggup keluar sebagai top skorer ketiga di Serie A di bawah duet Juventus, yaitu Del Piero dan Trezeguet.

Berkat pencapaiannya tersebut, ia pun diminta kembali oleh AC Milan. Sayangnya, merumput disana mengakibatkan kariernya tenggelam. Tapi daya tarik pria kelahiran Juni 1982 ini nyatanya tetap memukau. Dalam sebuah interview ia mengungkapkan bahwa dirinya hampir berseragam Manchester City dan Real Madrid, tapi tawaran itu ditolaknya dan tetap bertahan di San Siro, yang kala itu dibesut oleh Allegri.

Saat ini, di usia yang dikatakan sudah tua bagi seorang atlet sepak bola, Borriello pun menikmati kariernya di Cagliari. Boriello pun tak menargetkan ekspektasi yang berlebihan selain menyelamatkan kesebelasan yang merengkuh titel Serie B musim lalu dari zona degradasi. Kalau pun di akhir musim nanti Borriello menegaskan untuk gantung sepatu, maka ia tak perlu lagi repot untuk menentukan tempat tujuan berlibur dan biayanya.