4 Pemain Chelsea Yang Ditafsir Paling Subur Membuahkan Gol

Liga Inggris – Chelsea mengamankan posisi teratas klasemen Liga Primer Inggris. Kemenangan 3-1 atas Swansea City, Sabtu (25/2/2017), alhasil mereka mengantongi 63 angka dari 26 laga. The Blues unggul 11 poin atas kompetitor terdekat Manchester City yang tidak berlaga pekan ini. Tapi, Tottenham Hotspur bisa saja memotong jarak keunggulan pasukan arahan Antonio Conte menjadi 10 poin jikalau mereka berhasil menumbangkan Stoke City di White Hart Lane, Minggu (26/2/2017) WIB dini hari.

Beberapa tokoh memainkan peran krusial terhadap kebangkitan The Blues. Jasa mereka tidak dapat dipungkiri lagi mengingat peningkatan drastis kesebelasan London Barat tersebut. Sebagai acuan, Chelsea hanya membukukan 33 poin pada titik sama di Liga Inggris musim lalu. Mereka tertinggal 20 poin di belakang pemimpin tabel, Leicester City. Ada sejumlah pemain yang membantu pasukan yang dikomandoi Conte berkibar di musim ini. Berikut performa empat tokoh yang paling dominan berdasarkan kesuksesan tim mengemas gol.

1. Cesc Fabregas


Terpinggirkan dari skuat inti seiring kehadiran Kante. Pemain berpaspor Spanyol itu kini lebih banyak diturunkan sebagai pelapis. Keadaan tersebut membuat Fabregas sempat diberitakan akan angkat koper dari Chelsea. Bukannya memilih untuk hengkang, dia malah membuktikan bahwa dirinya layak dipercaya sebagai gelandang inti skuat. Gol dan assist pada pertandingan kontra The Swans merupakan pembuktiannya. Dengan tiga gol dan tujuh assist, Fabregas menuntun The Blues memporak-porandakan gawang lawan setiap 64 menit.

2. Diego Costa


Ketajamanya sempat terhenti pada tiga laga di Liga Primer Inggris. Hasilnya, Costa kini disusul Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez pada kompetisi top scorer. Tapi, pemain kontroversial ini mulai mendapatkan kembali ketajamannya. Gol di pertandingan melawan Swansea menambah pundi-pundi golnya musim ini menjadi 16. Ditambah lima assist, Costa memberikan impak yang besar terhadap keberhasilan The Blues dengan menciptakan gol setiap 101 menit.

3. Pedro Rodriguez


Usai melakoni laga buruk pada debutnya di Chelsea, banyak yang meragukan masa depan Pedro. Tapi, kehadiran Antonio Conte mengubah segalanya. Memanfaatkan peluang ketika Willian cedera, Pedro kini menjadi fragmen vital di skuat inti. Performanya kini serupa ketika gemilang saat berseragam Barcelona. Torehan tujuh gol di Liga Primer Inggris telah menyamai pundi-pundinya musim lalu. Dengan enam assist, Pedro membantu The Blues mencetak gol setiap 105 menit.

4. Eden Hazard


Banyak yang berpendapat bahwa Hazard kembali ke performa terbaiknya. Torehan 10 gol dan empat assist pada Liga Primer Inggris musim ini merupakan bukti nyatanya. Tapi, soal kinerja per menit, Hazard hanya menghuni peringkat 4 di antara para punggawa paling berkontribusi di Chelsea. Dia berperan terhadap gol The Blues tiap 149 menit. Selain itu, sepak terjangnya tetap dihormati. Namanya hampir dipastikan menjadi calon pemain terbaik Liga Primer Inggris musim ini.

Conte Tetap Menaruh Harapan Pada Costa Meski Sedang Inkonsisten

Liga Inggris – Harus berbagi angka dengan Burnley, Chelsea mungkin layak mendapatkannya. Selain performa mereka yang memang kurang memuaskan, performa kubu tuan rumah pun makin menyulitkan The Blues mengembangkan permainan. Sang pemuncak klasemen pun menjadi korban kesekian dari Turf Moor yang merupakan benteng yang tangguh musim ini.

Sejatinya The Blues saat ini masih menghuni posisi tertinggi klasemen sementara Premier League, meskipun mereka gagal menambah keunggulan poin mereka menjadi 12. Tapi, di sepanjang laga, pasukan Antonio Conte terlihat kerepotan mengembangkan pemainan mereka. Setela gol yang dihasilkan oleh Pedro, Chelsea seperti mematikan mesin mereka dan bermain lebih santai, sesuatu yang kemudian sukses dimanfaatkan Turf Moor untuk menyeimbangkan kedudukan.


Satu hal yang mungkin cukup mengecewakan Conte adalah performa dari striker andalannya, Diego Costa. Laga melawan Burnley menjadi pertandingan ketiga berturut-turut dimana Costa tidak berhasil mencetak satu gol pun. Bahkan, pada laga kontra The Clarets, Costa hanya melontarkan dua tembakan yang dengan mudah dihadang oleh lini bertahan Burnley. Tentu ini menjadi sesuatu yang cukup mencemaskan mengingat Conte pun seprtinya belum mempercayai Michy Batshuayi sepenuhnya.

Bila ingin sedikit membela Costa, performa bek sayap Victor Moses dan Marcos Alonso pun dinilai kurang memuaskan. Alhasil, Costa tidak mendapat suplai bola yang banyak. Perubahan formasi yang digunakan Conte jelang akhir laga pun tidak banyak menolong Costa. Kegigihan Michael Keane dkk pun berhasil mematahkan aksi penyerang kebangsaan Spanyol tersebut yang kini sudah melakoni 329 menit tanpa mengemas gol di semua kompetisi sejauh ini.

Jika menilik ke beberapa bulan terakhir, prestasi Costa memang sedang kurang stabil. Sempat dikabarkan akan angkat koper dari Stamford Bridge, Costa kemudian bersitegang dengan staf pelatih The Blues yang membuatnya sempat tidak masuk ke skuat Chelsea. Ditambah lagi pada pekan sebelumnya, dimana ia tidak berhasil menjadi penentu kemenangan Chelsea ketika eksekusi titik putihnya masih bisa diselamatkan oleh Simon Mignolet. Berbagai kontroversi yang melandanya dalam beberapa bulan terakhir mungkin sedikit mengganggu mental sang striker.

Pertandingan Chelsea berikutnya akan dipertemukan dengan tim asal Championship, Wolverhampton, pada kompetisi FA Cup. Conte sendiri diperkirakan akan merombak timnya pada laga ini dan menurunkan Batshuayi sebagai striker utama. Tapinya, tentu tidak ada ruginya bila Conte memainkan Costa sejak awal, atau memberinya jatah bermain lebih sebagai pelapis. Melawan tim dengan kasta bawah tentu bisa menjadi saat-saat Costa kembali menemukan titik baliknya kembali sebelum pada pekan selanjutnya kembali bermain di Liga Primer Inggris kontra Swansea.

Sesungguhnya, kontribusi gol Costa yang cukup menurun tidak membuat Conte terlalu cemas. Baik Pedro ataupun Eden Hazard kini telah kembali rajin mencetak gol dan menghilangkan dependensi pada sang ujung tombak. Namun, akan lebih baik lagi jika Conte memiliki lini serang yang subur dalam mencetak gol. Dan, anggota inti lini depan tersebut tentunya adalah Diego Costa.

Diego Costa Miliki Peluang ke Napoli dan Inter Milan

Diego Costa, awalnya tidak diperbolehkan Chelsea untuk berlabuh ke Atletico Madrid. Akan tetapi, berdasarkan laporan yang berasal dari sejumlah media Italia menyebutkan bahwa saat ini pemain berkebangsaan Brasil itu sedang berupaya untuk merumput di Serie A. Agen Costa, Jorge Mendes bahkan dikabarkan siap memberikan tawaran kliennya untuk bermain di Inter Milan atau Napoli.

Sebelumnya, Enrique Cerezo menyatakan jika saat ini pihaknya sedang berusaha untuk memboyong kembali pemainnya Diego Costa. ‎Los Colchoneros memang saat ini sedang memburu penyerang yang mumpuni untuk memenuhi harapan sang pelatih, Diego Simeone.

Meski demikian, hadirnya Kevin Gameiro ke Atletico Madrid menunjukkan bahwa harapan Diego Costa untuk kembali merupakan hal yang tidak masuk di akal. Pasalnya, kecil kemungkinan sang pelatih membutuhkan dua pemain penyerang di skuad utamanya. Karena saat ini saja sudah ada Fernando Torres yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya.

Ketidakmungkinan Costa untuk kembali bergabung bersama ‎Los Colchoneros ini tentu menjadikan Jorge Mendes kelimpungan. Pemain kelahiran 7 Oktober 1988 itu berkeinginan untuk mendapatkan waktu penuh untuk bermain, dan hal itu sepertinya sangat sulit didapatkannya selama di The Blues.

Belum lagi bila nantinya Romelu Lukaku juga dihadirkan kembali ke Chelsea, tentu keberasaan Costa menjadi semakin terancam. Oleh sebab itu, saat ini Mendes sedang memikirkan segala cara untuk membawa pergi kliennya itu ke Liga Italia dan sang agen pun sudah memberikan opsi kepada pemain, Napoli atau Juventus.

Sejatinya, ada peluang besar bagi Costa menjadi pemain penyerang di kubu Napoli. Klub asuhan Maurizio Sarri itu mempunyai niat untuk menmpatkan Mauro Icardi. Apabila transfer pemain tersebut berjalan dengan sempurna, maka Inter hanya tinggaal membutuhkan penyerang anyar, dan pemain berusia 27 tahun itu bisa dihadirkan disana. Sedangkan, apabila Icardi tetap bersama Inter, maka Cosa akan ke Napoli.

Tak Mau Mikirkan Euro 2016, Aduriz Ingin Fokus di Bilbao

Aritz Aduriz berambisi tampil sebaik mungkin sampai diakhir musim ini nantinya dan tak memikirkan Euro 2016 dulu. Sebab, dengan performa terbaiknya bersama Athletic Bilbao, maka tiket ke Prancis bisa ada digenggamannya.

Aduriz tampil gemilang bersama Bilbao pada musim ini dengan torehan 31 gol dari 47 penampilannya. Dia ialah striker Spanyol tertajam musim ini di antara nama-nama top semisal Alvaro Morata, Diego Costa, atau Fernando Torres.

Wajar jikalau nanti akhirnya Vicente Del Bosque selaku pelatih Spanyol memanggilnya ke skuat pada laga friendly kontra Italia dan Rumania pekan lalu, di mana Aduriz bikin gol debut ke gawang Gli Azzurri.

Bersamaan dengan performa yahudnya seperti ini, jelas saja nama Aduriz digadang-gadang sebagai calon striker utama La Furia Roja di Piala Eropa mendatang.

Biarpun begitu, Aduriz belum mau berpikir terlalu jauh ke sana dan hanya fokus tampil oke bersama Bilbao di dua bulan terakhir musim 2015/2016 ini. Aduriz pun masih punya misi membawa Les Leones melaju lebih jauh di Liga Europa di mana mereka akan menghadapi Sevilla di perempatfinal.

“Saya hanya mencoba tampil sebaik mungkin. Saya sangat kepingin tampil di Euro 2016, tapinya semua keputusan itu bukan di tangan saya,” ujar Aduriz.

“Saya tak kepingin terbuai. Durasinya masih lama sampai bulan Juni nanti, sebelumnya, saya miliki tantangan yang menyenangkan bersama Athletic,” tuntasnya.