Walau Merengkuh Piala FA, Bukan Berarti Karir Wenger Terjamin

FA Cup – Beberapa waktu lalu, juru taktik Arsenal, Arsene Wenger menjelaskan bahwa tak ada keretakan di dalam kesebelasannya. The Gunners masih tetap solid. Perkataan Wenger pun terbukti, dimana Arsenal sukses memetik kemenangan dengan dua gol tak berbalas atas Sutton United pada Selasa (21/3) dini hari WIB.


Rapor manis dalam pertarungan putaran kelima FA Cup di Gander Green Lane ini membuat pasukan yang dikomandoi Wenger melenggang ke fase berikutnya. Dua angka kemenangan masing-masing dipersembahkan oleh Lucas Perez dan Theo Walcott.

Kemenangan ini juga sekaligus mengobati rasa frustasi fans, menyusul kekalahan telak tim favoritnya dari Bayern Munich di leg pertama Liga Champions. Tanpa perlawanan sama sekali, Arsenal dilibas 1-5. Alexis Sanchez, bintang Arsenal, diisukan sempat murka di ruang ganti. Striker berkebangsaan Cile itu tak bisa menerima kekalahan Arsenal. Isu pertengkaran internal klub pun kontan terdengar publik. Tapi Wenger meyakinkan tim asuhannya masih tetap kompak.

The Gunners tentu saja bertekad bisa merengkuh trofi FA Cup. Skuat yang ditunggangi The Professor memang seringkali berakhir menjadi juara, sama seperti Manchester United. Kedua tim sama-sama sudah menjuarai Piala FA sebanyak 12 kali. Arsenal terakhir kali naik podium kehormatan pada musim 2014/2015. Kala itu mereka mengulingkan Aston Villa 4 -0 di Wembley Stadium.

Melihat kompetisi di Liga Premier Inggris musim ini, tak dipungkiri bila The Gunners sangat berambisi memenangkan Piala FA. Pasalnya, Chelsea, klub yang masih kokoh di puncak klasemen sementara, semakin perkasa. The Blues yang memang lebih difavoritkan telah mengemas 60 poin, terpaut selisih 10 angka dari Arsenal yang masih terjerembab di urutan keempat.

Di tanah Britania, pamor Piala FA tak kalah mengkilap dari Liga Primer Inggris. Ini adalah kejuaraan sepak bola dengan sistem knockout tahunan di Inggris dan merupakan kompetisi sepak bola tertua di dunia, dimulai pada musim 1871/1872. Bagi sang juru taktik The Gunners, Arsene Wenger, Piala FA merupakan saat-saat penting untuk membuktikan bahwa pasukannya masih layak dibanggakan. Belakangan, sang juru racik berkebangsaan Perancis itu sering dikritik dan didesak agar segera angkat koper dari Emirates Stadium.

Posisi Wenger memang serba salah. Tak ada garansi nasibnya akan membaik, walaupun berhasil menjadi yang terbaik di Piala FA. Lantara yang dituntut para pendukung fanatik adalah trofi Liga Primer Inggris. The Gunners memang sudah sangat lama tak merasakan trofi paling bergengsi di Inggris, terakhir kali mereka merengkuhnya adalah musim 2003/2004.

Menurut Alan Smith, mantan punggawa Arsenal, Para fans tetap belum bisa tenang, walaupun Arsenal beberapa kali memenangkan Piala FA, karena mereka sangat menginginkan tim kesayangannya menggondol trofi paling bergengsi di Inggris, terlebih mereka pun mendambakan Arsenal bisa merasakan tropi paling bergengsi di Eropa, yaitu Tropi Liga Champions. Tercata Arsenal memang belum pernah memenangkan gelar Liga Champions sekalipun.

Highlights Sutton United Vs Arsenal (FA Cup 20116/2017)

Deacon Akan Tampil Maksimal Melawan Mantan Klubnya

FA Cup – Nama Roarie Deacon mungkin terdengar asing bagi sejumlah pihak. Tapi, tidak banyak yang menyadari bahwa ia adalah eks pemain akademi Arsenal. Rentang waktunya di akademi Arsenal┬ápun terbilang cukup lama, tercatat satu dekade ia berada di akademi The Gunners sejak masih berusia sembilan tahun dan akhirnya memutuskan untuk angkat koper dari klub London Utara tersebut ketika umurnya menginjak 19 tahun.


Deacon juga merupakan salah satu dari empat eks anggota akademi The Gunners yang saat ini memperkuat Sutton. Kontraknya habis dan ia harus meneruskan karirnya, seperti yang dilakukan sejumlah pemain muda lainnya. Meski ia tidak berhasil menyeberangi jembatan dari skuat cadangan ke skuat inti. Dia ingin terus membuktikan pada semua orang dan menunjukkan kebolehannya. Ketika menghadapi laga melawan Arsenal nanti, itu merupakan kesempatan besar baginya untuk unjuk gigi melawan tim besar didepan kamera televisi.

The Gunners sendiri akan melawat ke Sutton dengan keadaan yang kurang baik. Pasukan arahan Arsene Wenger baru saja ditumbangkan oleh Bayern Munich pada leg pertama babak 16 besar Liga Champion. Bukan hanya kalah, kans Arsenal untuk bisa tembus ke fase selanjutnya pun seolah tertutup karena mereka tumbang dengan skor telak 5-1. Kekalahan itupun membuat kondisi Arsene Wenger kembali dibawah tekanan. Namun, bagi Deacon, Wenger tetaplah juru taktik yang berkualitas untuk mengkomandoi Arsenal.

Berdasarkan opini Deacon, Arsene Wenger merupakan manajer yang piawai dan Arsenal adalah tim yang dinilai berkelas, itulah yang terjadi dalam sepakbola dan terkadang hasil yang diperoleh tidaklah sesuai ekspektasi. Juru taktik harus selalu menghadapi tekanan, namun Wenger adalah juru taktik yang hebat dan ia pasti bisa keluar dengan senyuman dan nafas lega di sisi lain.

Menghadapi Sutton tentu tidak akan enteng bagi tim asal London Utara ini. Walaupun tampil di divisi non-league, Sutton bisa dikatakan cukup berbahaya dengan menyingkirkan tim divisi Championship, Leeds United. Kesuksesan mereka tersebut tentu bisa meningkatkan semangat tim. Ditambah, tim non-League lainnya, Lincoln City, juga sukses mendepak Burnley yang juga berasal dari Premier League dan memastikan kejutan mereka tetap terjadi di FA Cup.

Deacon pun menambahkan bahwa mereka tidak melakoni laga ini dengan pikiran pencapaian mereka di FA Cup akan terhenti. Mereka akan berlaga sesuai dengan gaya pemainan mereka dan bertempur untuk setiap hal di laga nanti. Tentu mereka berharap sewaktu hakim lapangan meniupkan peluit panjang nanti mereka akan merayakannya bersama dengan para fans. Itu akan menjadi kejutan terbaik yang pernah terjadi di sejarah sepakbolanya.

Laga antara Sutton kontra Arsenal akan jadi ajang pembuktian kualitas Deacon. Dia pun siap untuk mengerahkan segala yang dimilikinya untuk memenangkan pertandingan. Baginya pertandingan ini layak dikenang dirinya karena ia akan melawan klub dimana ia mengawali karirnya sebagai pesepakbola.

Iheanacho Patut Diberi Kepercayaan Untuk Buktikan Potensinya

Liga Primer Inggris – Nama Kelechi Iheanacho musim ini sepertinya sedikit demi sedikit mulai sirna. Pernah bersinar di awal musim kala Sergio Aguero didera cedera, Iheanacho seolah seperti lenyap dari skuat inti Manchester City. Kemunculan pemain belia seperti Raheem Sterling, Leroy Sane, dan kini Gabriel Jesus sepertinyanya membuat tempat Iheanacho di Etihad semakin terpojok.


Jika menilik ke musim panas yang lalu, Iheanacho sesungguhnya membuat pengorbanan yang cukup besar. Ia menolak peluang untuk bergabung dengan tim Nasional Nigeria yang akan bermain di Olimpiade. Alasannya, ia lebih memilih untuk menetap di City dan berupaya untuk memenangkan hati sang juru taktik, Pep Guardiola. Dan, pilihannya itu pun sempat berubah menjadi hasil yang bagus.

Ketika Aguero harus menepi akibat cedera, Iheanacho membukukan tiga gol dalam tujuh laga, salah satu diantaranya ialah angka kemenangan City pada laga dengan rival sekota mereka, Manchester United di bulan September lalu. Seusai sempat mengalami puasa gol selama sembilan laga, Iheanacho kembali mengemas gol pada laga Boxing Day kontra Hull City. Tapi, sejak laga itu, tidak ada lagi jasa dari Iheanacho bagi The Citizen.

Striker berpaspor Nigeria tersebut tak lagi sering nampak di lapangan. Mulai mantapnya opsi utama Pep di sektor depan, termasuk kehadiran Jesus pada Januari lalu, membuat Iheanacho harus lebih bersabar mendapatkan jatah bermain. Dengan tiga gol dari empat laga yang sudah dibukukan Jesus sejauh ini, nama Iheanacho nampaknya akan kian terpojok.

Ditengah gemilangnya performa Jesus saat ini, ia malah harus mendapat musibah. Pada laga akhir pekan kemarin di Liga Primer Inggris, Jesus menderita cedera metatarsal dan diperkirakan akan menepi hingga akhir musim. Memang, masih ada nama Aguero yang sudah jelas akan menjadi opsi utama. Hanya saja, kini Iheanacho jelas akan lebih diperhitungkan oleh Pep dibanding dalam sejumlah laga terakhir.

Dini hari tadi pun The Citizen baru saja mengarungi laga di FA Cup kontra Huddersfield. Dalam laga itu Iheanacho pun belum juga diberi jatah bermain oleh si juru racik strategi. Pada pertandingan yang berujung dengan hasil kacamata 0-0 itu, Sergio Aguero lah yang menjadi opsi utama Pep di sektor depan, namun Aguero tidak dapat berbuat banyak karena sang tuan rumah bermain cukup defensif dan pertahanannya bisa dikatakan kokoh.

Pada tanggal 22 Februari nanti City akan melakoni pertandingan babak 16 besar Liga Champions kontra AS Monaco. Meskipun Sergio Aguero akan jadi opsi utama Pep di sektor depan, namun bukan tidak mungkin bahwa sang juru taktik akan menurunkan Iheanacho. Dan jika ia mendapat jatah bermain, tentu ia harus mengerahkan semua yang dimilikinya agar dapat menarik perhatian sang pelatih.

Dan, jika ia dipercaya nantinya, tentu Iheanacho wajib mengerahkan performa terbaiknya kepada sang juru taktik agar ia mendapat jatah bermain lebih banyak di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Untuk Ukur Kapabilitas Setan Merah, Mou dituntut Lakukan Rotasi

Liga Inggris – Manchester United bisa dikatakan akan segera menjalani jadwal padat dalam beberapa minggu kedepan. Setelah FA Cup akhir pekan ini, MU telah dinanti oleh St. Etienne pada leg kedua Europa League di tengah pekannya sebelum tampil di final EFL Cup pada akhir pekan depan. Rotasi pun sepertinya menjadi perihal yang mau tak mau harus dilakukan oleh Jose Mourinho.


Salah satu sektor yang patut dirotasi oleh Mourinho adalah sektor belakangnya. Sejauh ini, sektor belakang MU memang bisa dikatakan inkonsisten. Kadang kala, mereka dapat menjadi tembok kokoh yang sukar dilewati. Tapi, tidak jarang pula mereka menjadi titik lemah yang malah membuat United sering kehilangan poin pada laga-laga krusial.

Opsi utama Mou di sektor belakang saat ini adalah Antonio Valencia yang mengisi bek kanan, paduan Chris Smalling dan Phil Jones sebagai bek tengah, serta Marcos Rojo yang dilokasikan sebagai bek kiri. Sebenarnya, opsi utama ini pun sudah menuju ke arah yang cukup baik bagi The Special One. Tapi, tentu tidak ada ruginya bila Mou menguji kapasitas skuatnya dengan merotasi pemain belakang.

Daley Blind dan Luke Shaw adalah dua nama yang kemungkinan akan dimainkan oleh The Special One. Blind bisa dilokasikan sebagai bek tengah dan juga bek kiri, walaupun akselerasinya yang kurang, kadang kala malah menjadi kendala. Blind pun sesungguhnya pernah menjadi opsi utama Mourinho di awal musim ini. Tapi, perlahan punggawa berkebangsaan Belanda tersebut mulai kehilangan posisinya. FA Cup pun bisa menjadi peluang baginya untuk kembali memberikan kredit bagi Mourinho.

Lain lagi dengan keadaan dari Luke Shaw. Bek kiri yang berkebangsaan Inggris ini kehilangan posisi utamanya karena memang performanya yang kurang memuaskan. Bahkan, ia juga pernah dikritik langsung oleh sang juru taktik. Cedera pun sempat menghalangi kembalinya sang pemain ke skuat utama. Dengan janji Mourinho untuk kembali memberinya kesempatan, tentu karir Shaw untuk saat ini paling tidak masih memiliki masa depan di Old Trafford.

Satu sosok yang mungkin cukup ditunggu oleh fans The Red Devils untuk merumput mungkin adalah pemain belakang belia, Timothy Fosu-Mensah. Semenjak laga kontra Wigan Athletic di FA Cup pada akhir Januari lalu, Fosu-Mensah tidak lagi menjadi opsi Mourinho dalam pasukan yang ia bawa pada hari pertandingan. Kendati demikian, tentu tidak bisa dipungkiri kalau Fosu-Mensah turut ambil andil kala Setan Merah mencapai partai final FA Cup musim lalu. Hal ini mungkin bisa menjadi penilaian Mourinho untuk menurunkan pemain berpaspor Belanda tersebut.

Terlepas akan diturunkan atau tidaknya tiga nama di atas, The Special One memang perlu merotasi para punggawanya. Selain untuk mengurangi tingkat kemungkinan cedera, tentu juru taktik asal Portugal tersebut juga harus memahami seberapa dalam pasukan yang ia miliki saat ini. Dengan bermodalkan pengetahuan tersebut, tentu ia akan segera menemukan pemecahan dan setidaknya bisa mengantarkan The Red Devils terbang tinggi pada sisa musim ini.