6 Alasan Kenapa Seorang Lelaki Menyingkir Dari Jalinan Asmaranya

Jakarta – Mungkin selama ini kamu masih berasumsi bahwa kaum hawa adalah makhluk yang sukar dimengerti, sama halnya dengan kaum adam. Seorang lelaki sanggup membuatmu menjadi orang yang paling bahagia di dunia dalam beberapa menit, tapi di menit selanjutnya, ia bisa meninggalkan kamu begitu saja, seakan-akan kamu bukan siapa-siapa.


Berdasarkan opini dari para ahli hubungan asmara, jika ada seorang pria yang mendadak menjauhkan diri dari sebuah jalinan asmara, bukan berarti ada suatu kesalahan. Tapinya, sesuatu yang ada di dalam hubungan kamu malah berkemungkinan akan bertambah baik. Berikut ini adalah sejumlah kemungkinan kenapa seorang pria tiba-tiba menyingkir atau menjauhkan diri dari kamu :

1. Dia khawatir kehilangan kebebasannya

Sama halnya seperti menghabiskan sisa hidup dengan orang yang paling kamu cintai, sebagian besar lelaki umumnya mempunyai kekhawatiran akan kehilangan berbagai peluang yang takkan muncul kembali sewaktu ia menghabiskan hidupnya bersamamu.

Kekhawatiran ini umumnya hadir di kala jalinan asmara kamu sedang dalam periode yang lebih intens. Selama kamu tidak berlaku seperti akan mengambil kendali atas seluruh kegiatannya, percayalah, seorang lelaki mampu memberantas masalah ini.

2. Menikah tidak ada dalam daftar cita-citanya

Apabila seorang lelaki mengatakan bahwa ia belum ada kemauan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan, percayalah, memaksa pria seperti itu untuk menikahi kamu adalah suatu usaha yang percuma. Cobalah meneruskan hidup dengan seseorang yang memang mengharapkan kamu ada di dalam hidupnya.

3. Anda memiliki tujuan atau kepercayaan yang berbeda

Sebagian besar orang masih bisa diajak berdiskusi tentang hal-hal sepele, tapinya jika sudah menemui pertentangan yang besar, maka ini umumnya sangat sulit untuk diatasi. Ia mungkin menikmati hidupnya bersama dengan kamu, tapi tidak untuk menghabiskan seluruh hidupnya bersamamu.

Jika dari awal kamu paham adanya perbedaan di dalam jalinan tersebut, berhentilah percaya bahwa perubahan pasti akan tercipta, entah dari kamu atau pasanganmu, lantaran hal itu tidak akan pernah tercipta selepas pernikahan.

4. Ia belum merasa nyaman dengan karier atau masa depannya

Kaum adam cenderung menilai karier sebagai target yang besar. Jika seorang pria menjumpai kendala di tempat kerjanya, maka bisa jadi, ia juga akan menjauhkan diri dari jalinan asmaranya. Salah satu kesalahan besar dari kaum hawa adalah memaksakan lebih banyak waktu dari seorang pria, sehingga mengusik pekerjaan pria itu. Sedangkan bagi seorang pria, karier yang berhasil adalah landasan kepercayaan atas faktor kehidupan lainnya.

Inilah alasannya penting bagi seorang lelaki merasa sukses atas kesibukannya, sebelum memulai hubungan asmara. Berhati-hatilah bertindak kepada pria yang tengah berupaya keras di tempat kerjanya, karena kegagalannya juga bisa berimbas pada hubungan kalian.

5. Anda terlalu terburu-buru ingin serius

Setiap pria pasti sadar jika pasangannya ingin melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, tapinya jika ia belum sanggup, maka berusahalah untuk menikmati setiap waktu yang kalian miliki. Kaum hawa cenderung lebih sering berpikir tentang masa depan ketimbang kaum adam.

Walaupun Anda tidak pernah mengatakan langsung hasrat untuk menikah, percayalah, pria bisa membacanya. Cara terbaiknya, temukanlah pria yang memang mempunyai ambisi yang sama dengan kamu, yaitu menju jenjang pernikahan.

6. Ia merasa perlu istirahat dari semua emosi yang intens

Jatuh cinta memang sesuatu yang mempesona. Tapinya bagaimanapun juga, pria tidak tinggal di dunia yang penuh sentimentil seperti wanita. Pria lebih sering masuk dan keluar. Inilah alasan ketika sebuah perasaan tengah dalam periode intens, umumnya seorang pria akan menjauhkan dirinya, bukan karena ia tidak menyimpan rasa cinta lagi untuk kamu.

3 Sinyal Wanita Hendak Sudahi Hubungannya Dengan Pria Tercintanya

Jakarta – Setiap pasangan yang saling menyayangi pasti berharap jalinan asmaranya bisa langgeng dan tahan lama. Ketika hendak menjalin hubungan spesial dengan orang yang dicintai diperlukan usaha yang tidak mudah untuk mewujudkannya, banyak yang penasaran mengapa wanita begitu mudahbagi wanita yang sangat mencintai pasangannya untuk mengakhiri kisah mereka begitu saja.

Bukanlah hal mudah untuk mengambil keputusan bagi seorang wanita untuk menyudahi kisah romantis dengan lelaki yang dicintainya, namun hal ini bisa saja terjadi. berikut alasan yang menyebabkan wanita ingin mengakhiri hubungannya dengan lelaki yang dicintainya :

1. Pria Kehilangan Spontanitasnya

Bisa jadi kegiatan yang dilakukan oleh seorang pria, menyebabkan dirinya menjadi individu yang menjemukan. Hal yang dikerjakan olehnya akan selalu sama dan membosankan setiap harinya termasuk ketika menghabiskan waktu bersama pasangannya.

Mungkin hal ini terdengar lumrah bagi si pria, tapi berbeda dengan wanita. Wanita butuh spontanitas yang dilakukan oleh pasangannya agar jalinan asmara tidak terasa menjemukan. Wanita memerlukan kebahagiaan dari kejutan yang diberikan oleh pria yang dikasihinya. Kejutan ini tidak perlu selalu mahal, hal–hal yang menyentuh seperti mengirimkan surat cinta yang sudah lama tidak dituliskan akan membuat wanita tidak jenuh dalam menjalani kisah asmara.

2. Pria Jarang Berada di Sisi Pasangan


Wanita memutuskan untuk merajut kisah asmara dengan pria karena hendak berbagi rasa dalam kehidupan yang ia arungi bersama pasangannya. Jikalau seorang pria sering mengabaikan pasangannya entah karena alasan pekerjaan ataupun bermain bersama teman–temannya, ini akan menjadi keraguan bagi si wanita untuk apa dia melanjutkan hubungan dengan pria itu.

Memang tidak wajib selalu menempel tiap waktu, tapinya kehadiran pasangan terutama di saat wanita sangat membutuhkannya merupakan bentuk kasih sayang yang memang sangat diinginkan oleh wanita dari pasangannya.

3. Wanita Merasa Tidak Dianggap


Bisa dipastikan ada suatu momen dimana wanita merasa dijadikan pasangan hanya demi status sebagai istri semata tapi kehadirannya seperti tidak dianggap ada. Wanita hanya merasa menjadi pagar penunggu kepulangan suami, kemudian kurangnya komunikasi karena suami pergi pagi dan pulang malam.

Keadaan ini mengakibatkan wanita merasa dirinya tidak dianggap, padahal mereka juga berharap dihargai dan diperhatikan. Untuk membuat hubungan yang mampu bertahan lama memang bukan hanya usaha dari salah satu pihak. Tapinya, harus ada komunikasi dua arah supaya masing–masing pihak antara pria dan wanita mengerti apa yang diinginkan pasangannya.

Dengan memahami kebutuhan pasangan, keduanya berupaya untuk merealisasikannya. Jikalau pria sanggup membuat wanita merasa diakui dan dihargai, kisah asmarra yang telah dibina ini bisa terus dipertahankan. Namun jika hal sebaliknya yang terjadi, bukan hal mustahil niat untuk mengakhiri hubungan asmara ini akan jadi jawaban dari si wanita.

4 Sinyal Hubunganmu Berkemungkinan Gagal Meski Sudah Terjalin Lama

Menjalani jalinan yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun tentu menjadi tujuan yang diharapkan setiap pasangan. Dan kalau kamu bisa menjalani romansa cinta yang awet dengan pujaan hati, banyak orang beranggapan kamu termasuk yang orang yang mujur. Karena mempertahankan jalinan kasih hingga bertahun-tahun jadi upaya yang tak pernah mudah. Tapinya, tak semua jalinan asmara yang sanggup bertahan hingga tahunan bisa dibilang sebagai hubungan yang diidamkan. Paling tidak jikalau ada 4 sinyal ini, mungkin hubunganmu yang berjalan lama ini terasa percuma :

1. Pertengkaran Karena Hal Sepele


Perdebatan karena hal kecil masih kerap kalian alami. Lebih-lebih jikalau kalian sering cek cok karena hal lain seperti dia yang acap datang terlambat, atau kamu yang selalu lama saat membalas pesan singkat. Pertengkaran yang sebetulnya tak lagi layak diperdebatkan untuk kamu yang sudah menjalin asmara selama bertahun-tahun. Masih memperdebatkan hal sepele itu menunjukkan bahwa ikatanmu tidak menunjukkan sifat dewasa. Kalian masih keras kepala dan tidak mau mengalah.

Jika jalinan kasihmu tidak menjadikan kamu sebagai pribadi yang lebih baik, tanyakan pada dirimu, apa yang masih bisa kamu pertahankan dari kisah asmaramu. Bertahun-tahun saling mengenal tak menjadikan kalian saling memahami pribadi masing-masing.

2. Pacaran hanya sebagai status dan pelengkap

Bertahun-tahun menjalin asmara dengan orang yang sama, dan dengannya juga kamu mengarungi banyak persoalan kehidupan. Meski tak selalu indah, terkadang kalian bertengkar dengan dibumbui air mata dan caci makian. Pertengkaran memang jadi hal yang lumrah bagi tiap hubungan. Tapinya, perselisihan kalian hanya terjadi karena hal serupa dan itu-itu saja.

Pada masa awal pacaran, perasaan membara selalu bergemuruh di dada setiap kali ada di dekatnya. Semakin lama, rasa gemas itu sirna dengan sendirinya. Kalau ditanya apa alasanmu tetap berpacaran, mungkin agar memiliki status jelas dan takut kesepian. Kamu pun masih hendak menunjukkan hubunganmu yang terlihat mesra di depan publik. Pujian atas hubungan awet bisa membuatmu puas karena kamu terbukti setia.

Sebenarnya apa ruginya dengan status lajang, sampai kamu mengorbankan perasaanmu karena takut akan kesendirian. Kamu pun tidak akan senang dengan terus mempertahankan sandiwara itu. Hubunganmu memang stelah lama terbentuk, tapi bukan berarti ialah sumber kebahagiaanmu satu-satunya.

3. Berjuang sendirian

Kamu pasti paham, jika mempertahankan sebuah asmara itu tak pernah enteng. Banyak aspek yang terkadang harus dikorbankan demi mempertahankan keutuhannya. Dan kamu, kini mulai menyadari bahwa sudah banyak hal yang kamu relakan demi dia untuk tetap di sampingmu. Tapi lama-lama kamu merasa bahwa upayamu ini kamu usahakan sendirian. Pendampingan darinya yang dulu selalu ada, saat ini tak lagi kamu rasakan. Jangan bertahan padanya hanya karena sudah menjalin hubungan begitu lama.

4. Tak ada tujuan jelas dalam hubungan

Selama menjalani hubungan sekian tahun ini, kalian pasti sudah melewati banyak hal. Baik suka maupun duka. Bisa dikatakan kamu adalah orang kedua yang paling memahaminya keluarganya. Tapinya karena sudah terlalu nyaman hingga lupa memikirkan masa depan, hubungan kalian yang sudah terjalin hingga tahunan tak punya komitmen dan tujuan yang jelas. Ketika kamu bertanya apa tujuan dari kisah ini, dia selalu menjawab dengan jawaban yang kurang jelas. Kamu digantung tanpa kepastian. Walau sudah cukup lama, kamu yakin akan terus bertahan dengan keadaan seperti ini?