4 Hallyu Star Yang Berstatus Bujangan Di Usia Matang

Jakarta – Kesuksean dalam meniti karir tak membuat tiap individu akan sukses dalam perjalananan cintanya. Hal ini juga dialami oleh para selebritas Korea yang masih sendiri hingga kini. Termasuk beberapa aktor asal Korea.

Lee Jun Ki, aktor yang telah berusia 34 tahun, tetapi masih nyaman dengan masa lajangnya. Selain Lee Jun Ki, ternyata masih ada sejumlah aktor yang juga masih berstatus single. Berikut beberapa nama aktor Korea yang masih sendirian hinga kini :

1. Gong Yoo


Gong Yoo mengawali karirnya pada tahun 2001 lewat drama School 4 yang tayang di KBS kala itu. Namun, aktor yang berusia 37 tahun ini mulai dikenal semenjak berperan di drama The 1st Shop of Coffee Prince yang tayang di MBC pada 2007 lalu. Drama itu juga yang mengantarkan Gong Yoo menjadi seorang Hallyu Star.

Ketenaran aktor berusia 37 tahun ini semakin meningkat sejak dua filmnya, Train to Busan dan The Age Of Shadow sukses masuk dalam deretan box office Korea Selatan. Ditambah lagi, drama Goblin yang diperankannya juga sukses mengumpulkan rating yang cukup bagus hingga akhir penayangannya.

2. Lee Dong Wook


Lee Dong Wook mengawali karirnya di tahun 1999 lewat drama School 2 yang tayang di KBS. Namun ketenaran aktor yang kini telah menginjak usia 35 tahun ini mulai meningkat sejak dirinya berperan dalam drama My Girl di 2005 lalu. Keberhasilan drama tersebut pun mengantarkan nama Lee Dong Wook masuk dalam deretan Hallyu Star.

Di awal 2017 nama Lee Dong Wook semakin melambung tinggi usai sukses berperan sebagai seorang malaikat maut dalam drama Goblin. Chemistry bromance yang sangat impresif bersama Gong Yoo, membuat dirinya semakin membuat para fans jatuh hati. Meski memiliki fans wanita yang tidak sediki, namun Lee Dong Wook masih tetap menikmati masa lajangnya. Terakhir kali, Lee Dong Wook sempat dirumorkan dekat dengan Lee Da Hae, lawan mainnya di My Girl, pada 2004 lalu. Namun isu tersebut langsung disangkal olehnya.

3. So Ji Sub


So Ji Sub mengawali karir di dunia entertaiment Korea sebagai seorang model salah satu merk celana jeans. Kemudian, aktor kelahiran Seoul 4 November 1977 ini melangkah ke dunia seni peran di tahun 1996 lalu. Popularitas So Ji Sub mulai melambung usai dirinya berperan dalam drama I’m Sorry I Love You ditahun 2004 lalu.

Nama So Ji Sub sendiri mulai dikenal di Indonesia semenjak dirinya ikut berperan dalam drama Memory in Bali yang tayang di Indosiar di tahun 2005 lalu. Semenjak saat itu ketenaran aktor berusia 39 tahun ini pun semakin melambung tinggi di Indonesia. So Ji Sub sempat mengaku dalam sebuah wawancara bahwa dirinya ingin mempunyai seorang istri dengan pekerjaan yang sama dengannya. Tapi hingga kini aktor yang juga pengusaha itu masih berstatus single.

4. Jo In Sung


Jo In Sung mengawali karier di dunia entertainment Korea sebagai model di tahun 1998 lalu. Sukses menjadi seorang model mengantar pria kelahiran Seoul 28 Juli 1981 ini, mendapatkan peran dalam drama School 3 di tahun 2000 yang tayang di KBS. Popularitas aktor berwajah melankolis ini melambung sejak dirinya melakoni drama Memory in Bali ditahun 2004 lalu. Drama yang berhasil mengumpulkan rating 39 persen di Korea ini juga sukses mengantarkan nama Jo In Sung di deretan Hallyu Star.

Meski memiliki banyak fans kaum hawa, aktor berusia 35 tahun itu masih menikmati status lajang hingga saat ini. Jo In Sung sempat diberitakan terlibat cinta lokasi dengan Song Hye Kyo usai bermain bersama dalam drama That Winter The Wind Blow. Belakangan, Jo In Sung juga sempat diberitakan baru saja mengakhiri hubungan dengan seorang model.

4 Smartphone LG Seri X Miliki Kelebihan Masing-Masing

LG untuk pertama kalinya mempromosikan keluarga ponsel kelas menengah barunya yang dipanggil dengan sebutan “X Series” pada bulan Februari lalu melalui peluncuran X cam dan X screen. Pada saat ini, pabrikan dari Korea Selatan itu telah menambah anggota keluarga terbaru dari X Series dengan memperkenalkan empat model tambahan, yakni X power, X mach, X style, dan X max.

Sebagaimana yang telah diberitakan dari dari PhoneArena, pada hari Jumat kemarin, menurut LG, masing-masing dari empat ponsel seri X itu memanggul keunggulannya sendiri-sendiri yang berbeda.

LG X Power merupakan ponsel yang berlayar 5,3 inci yang menawarkan baterai extra besar berkapasitas 4.100 mAh, sementara LG X Style mempunyai bentang layar 5 inci dengan bentuk tubuh yang didesain ramping.

Model lainnya, yaitu X mach, telah menggendong koneksi seluler dengan kecepatan tinggi melalui “LTE Cat. 9 3-Carrier Agregation”. Perangkat ini juga memiliki layar 5,5 inci (2.560 x 1.400 piksel) dan kamera dengan sensor berkerapatan piksel 1,55 nm.

Mengenai model LG G Max hanya dikatakan memiliki “layar berukuran lebar”. Belum jelas berapa persisinya ukuran yang dimaksud.

LG juga belum bisa memberitahukan harga jualnya ataupun jadwal ketersediaan dari masing-masing perangkat. Pabrikan ini hanya berjanji bakal memublikasikan informasi yang lebih detail jikalau nantinya keempatnya sudah siap dirilis nanti.

Gubernur Wong Hee Ryung Temui Gubernur Ahok Di Balai Kota

DUAKALI.COM – Gubernur Provinsi Jeju, Korea Selatan (Korsel), Wong Hee Ryung temui Gubernur Ahok di Balai Kota, Jln. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015). Gubernur Jeju itu datang bersama rombongan dari Kedutaan Besar Korea Selatan sebanyak tiga mobil, sekitar pukul 13.00 WIB.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kerjasama, di antaranya bidang pariwisata perikanan dan lingkungan hidup. “Tadi baru saja saya menyelesaikan pertemuan dengan Bapak Gubernur Ahok, terus kita juga membicarakan tentang kerjasamanya di bidang eco-tourism, peningkatan tourism, pariwisata, dan perikanan, lingkungan hidup.” katanya.

Ditemui para awak media usai pertemuan tertutup tersebut, Gubernur asal negeri Ginseng itu juga menyatakan, akan menerjunkan para ahli di bidang eko-pariwisata, untuk mengamati beberapa tempat, di antaranya Pulau Seribu. Nantinya hasil pengamatan para ahli tersebut akan dijadikan dasar untuk menentukan model kerjasama yang cocok.

Ia belum bisa memastikan kapan akan memulai langkah nyata kerjasama, namun sesampainya di Jeju Korea Selatan, akan langsung membahas hasil pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Penderita Mers Korsel Meningkat Jadi 64

DUAKALI.COM, SEOUL – Wabah Mers yang sedang melanda Korea Selatan terus meningkat, dari yang sebelumnya dicatat ada 8 orang yang positif terkena mers, meningkat lagi menjadi 14 sampai kabar terakhir sudah ada 64 kasus.

Hal ini diungkapkan oleh pejabat korsel (7/6/2015), 14 kasus MERS (Middle East Respiratory Syndrome ) terjadi di Negeri Ginseng itu menambah total kejadian menjadi 64 kasus. Ditambahkan seperlima warga terinfeksi virus yang mematikan itu.

Wabah MERS di Korsel pertama kali dilaporkan terjadi pada 20 Mei 2015, dan merupakan kasus terbesar di luar wilayah Timur Tengah.

Pasien penderita MERS adalah seorang pria lanjut usia berumur 75 tahun yang sedang menjalani perawatan di ruang gawat darurat saat seorang penderita MERS lainnya sedang dirawat di lokasi yang sama, ujar petugas.

Sementara itu, Asosiasi Agen Perjalanan dan Pariwisata Indonesia (ASITA) mengingatkan anggotanya untuk mengantisipasi penularan virus MERS. Sindrom ini tengah mewabah di Korea Selatan.

Ketua DPP ASITA Asnawi Bahar mengatakan, harus ada tindakan pencegahan di bandar udara.

“Kami early warning kepada pengusaha travel untuk mengantisipasi turis yang masuk ke Indonesia. Apakah mereka sudah pakai vaksin atau ada surat keterangan kesehatannya,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (5/6/2015).

Menurutnya, jumlah wisatawan asal Korea Selatan cukup tinggi. Terutama ke Batam dan Bali.

“Cukup besar, ke Bali saja 400 ribu-500 ribu,” ujarnya.

ASITA meminta pemerintah segera mengantisipasi dengan mengeluarkan kebijakan dan mengamankan wisatawan yang menuju atau dari Korea Selatan.

Asosiasi akan menyurati menteri kesehatan dan menteri pariwiasata meminta pemerintah mengambil langkah strategis.

WHO menyatakan tingkat kematian akibat MERS lebih tinggi dibanding SARS yaitu 38 persen. Hingga kini, total terdapat 1.179 kasus MERS terjadi di seluruh dunia. Sebanyak 442 kasus di antaranya menyebabkan kematian. Demikian seperti dilansir dari bisnis.com

Virus Mers Mewabah di Korsel Membuat Banyak Turis Tak Nyaman

virus mers di korea selatan berdampak pada kedatangan turis yang semakin menurun. Hal ini menyebabkan pemasukan dalam dunia pariwisata di Korea Selatan menurun, karena banyak turis yang membatalkan untuk berkunjung ke Negeri Gingseng ini. Hingga 4500 orang turis membatalkan kedatangannya ke negeri tersebut. Dan turis yang sudah berada di Negeri ini merasa tak nyaman. Kementrian kesehatan Korea Selatan mencatat ada 35 orang yang positf menderita Mers.