Melawat Ke Etihad, Coutinho Dikehendaki Tampilkan Magisnya

Liga Inggris – Di awal tahun ini, kabar buruk sempat menimpa Liverpool. Salah satu pilar utama mereka, Philippe Coutinho didera cedera dan terpaksa harus menepi selama enam pekan. Kehilangan sosok pemain berkebangsaan Brasil itu pun seolah meninggalkan lubang besar di tim The Reds. Bahkan, sejumlah hasil yang kurang optimal pun sempat didapatkan oleh skuat besutan Juergen Klopp selama absennya Coutinho.


Sewaktu ia kembali merumput setelah masa pemulihan, Coutinho pun sepertinya sedikit melambat. Entah karena ia khawatir kembali terkena cedera atau alasan apapun, pemain Brazil itu terlihat kurang efektif. Bahkan, pada laga menghadapi Burnley akhir pekan lalu, Coutinho harus puas digantikan oleh pemain belia, Ben Woodburn.

Padahal, kala itu pertandingan masih sama kuat dengan skor 1-1. Tentu, jika menilik status Coutinho di Liverpool, menggantikannya adalah sesuatu yang seharusnya jadi pertanyaan. Ta;pi, dengan kurangnya upaya yang ia kerahkan di laga tersebut, sepertinya itu sedikit membenarkan keputusan Klopp.

Di tiga musim belakangan, bisa dikatakan Coutinho adalah pemain terbaik di Liverpool. Kemungkinan kedudukan itu kini telah bergeser ke sosok Sadio Mane yang musim ini terlihat sangat vital bagi permainan The Reds.

Tapi, jika melihat rentetan beberapa musim kebelakang, terlebih sejak kepindahan Luis Suarez, Steven Gerrard, Raheem Sterling serta Daniel Sturridge yang lebih sering menghabiskan waktu untuk memulihkan cedera, maka Coutinho bisa dikatakan sebagai yang terbaik di skuat The Reds. Walaupun sudah ada tokoh lain, tetap sulit menyangkal ketika Coutinho bermain kurang memuaskan maka The Reds pun cenderung tampil kurang optimal.

Coutinho sempat membuktikan konsistensinya di awal musim sebelum diterpa cedera. Dan, di akhir pekan nanti, pemain yang bernomor punggung 10 itu pun sepertinya bakal kembali mendapat peluang untuk membuktikan kualitasnya bagi The Reds melalui laga kontra Manchester City. The Citizens sendiri merupakan lawan yang bisa dikatakan menjadi lawan favorit bagi Coutinho.

Coutinho sering menampilkan performa yang memukau ketika menghadapi tim dari Eastland itu. Setelah pada perjumpaan pertama kedua kubu musim ini ia tidak ikut serta, kini saatnya Coutinho untuk menunjukkan bahwa ia masih merupakan pemain andalan Liverpool.

Usaha Coutinho untuk kembali ke puncak performannya pun didukung oleh rentetan hasil positif The Reds atas The Citizens. Di Anfield, mereka belum pernah kalah dari City sejak 2003. Memang, di Etihad mereka telah menelan beberapa kali kekalahan. Tapi dari segi permainan mereka bisa dikatakan cukup baik.

Musim lalu, dengan strategi gegenpressing andalan Klopp, trio Roberto Firmino, Adam Lallana, dan Philippe Coutinho menjadi teror yang menakutkan bagi sektor pertahanan The Citizens. Hal serupa pun tentu siap mereka ciptakan kembali di duel akhir pekan ini.

Duel krusial inipun akan jadi salah satu pertimbangan yang membuat Liga Primer Inggris akhir pekan ini tidak boleh dilewatkan. Dengan permainan kedua kesebelasan yang bisa dikatakan atraktif, gol pun seolah jadi jaminan pada pertandingan ini. Ditambah, hal ini sekaligus menjadi saat yang pas bagi Coutinho untuk kembali menunjukkan magisnya dan menuntun The Reds terus melaju ke papan atas klasemen.

4 Kepindahan Kontroversial Yang Sempat Menggemparkan Sepakbola Eropa

Berita Bola – Setiap kali transfer pemain digelar, tiap kesebelasan akan sibuk di dalam bursa. Tapinya, ternyata ada sejumlah transfer menciptakan polemik yang menjadi sorotan dalam dunia sepakbola. Beberapa kesebelasan yang memiliki anggaran besar pasti berusaha untuk melancarkan gerilya. Selain perputaran uang yang luar biasa, masa transfer pemain dari musim ke musim kerap menciptakan polemik.

Musim panas lalu, ada contoh menarik kala penyerang berpaspor Swedia, Zlatan Ibrahimovic memilih angkat koepr dari kesebelasan yang telah dibelanya selama empat musim belakangan, Paris Saint Germain. Ibrahimovic memilih hijrah ke klub yang tidak tampil di ajang Liga Champions musim depan, Manchester United. Eks juru gedor AC Milan tersebut menyetujui kontrak berseragam MU selama semusim. Berikut contoh lain transfer kontroversial dunia sepakbola :

1. John Obi Mikel


Kedatangan Mikel ke Liga Inggris diganggu oleh polemik besar di antara dua kesebelasan top. Terungkap fakta bahwa Manchester United telah tertarik lebih dahulu dan kemudian Mikel menandatangani kontrak selama empat tahun.

Tapinya, dengan tidak adanya agen membuat Mikel seperti bebas hukum. Ketika berusia 18 tahun, dia kemudian mencari seorang agen. Dia padahal telah diperkenalkan oleh The Red Devils. Meskipun demikian, seperti petir menyambar Chelsea tiba-tiba hadir dengan agennya di London. Mikel kemudian muncul dan mengatakan jika ia dipaksa menandatangani kontrak dengan MU dan hatinya telah berlabuh pada The Blues.

2. Carlos Tevez


Penyerang berdarah Argentina, Carlos Tevez adalah pemain yang dihormati oleh pendukung Manchester United pada 2007 sampai 2009. Dia pun turut ambil andil membantu The Red Devils memenangkan Liga Champions 2008 setelah menumbangkan Chelsea di Moskow dalam drama adu penalti. Tapi rasa cinta pendukung Setan Merah menjelma menjadi kebencian pada 14 Juli 2009. Tevez memilih angkat koper ke rival abadi United, Manchester City. Kala itu, Tevez merasa kecewa lantaran MU terlalu lama menyodori kontrak baru untuknya.

Tevez mengatakan, Ferguson sempat memberitahunya bahwa mereka akan membeli kontrak baru padanya dan bertahan di Old Trafford. Namun, ia hanya mendengar itu selama setahun tanpa ada bukti yang konkret. Akhirnya, ia pun hijrah ke City dan MU justru protes. Ia tidak punya opsi untuk menandatangani kontrak dengan The Red Devils. Karena ia berstatus free transfer. Tevez bersama The Citizen sampai 2013 dan sukses menghadiahkan gelar Liga Premier Inggris dan FA Cup. Pada 26 Juni 2013, Tevez memutuskan untuk hijrah ke Juventus.

3. Robin Van Persie


Penyerang berdarah Belanda ini sejatinya merupakan pujaan fans, kapten, sekaligus juru gedor terbaik Arsenal. Fans begitu empati pada Van Persie, dan dia pun mencintai mereka. Tapi sayangyna, usai berselisih dengan Arsene Wenger, Van Persie memilih untuk angkat koper dari Emirates. Lantaran, dia merasa tak ada masa depan di Arsenal. Meskin begitu, yang menarik setelah dia hijrah ke Manchester United. Fans Arsenal merasa dikhianati dan kerap terdengar cemoohan jika Van Persie bertandang ke Emirates.

4. Sol Campbell


Kala seorang kapten mengatakan tak akan pernah hengkang kepada para fans, tapi faktanya hal itu diingkari oleh Sol Campbell sendiri. Dia membuat kericuhan pada 2001. Pemain belakang asal Inggris ini telah mencatatkan 315 penampilan untuk The Lilywhites dan bertugas sebagai kapten selama empat musim di sana. Dia dianggap sebagai pemain belakang terbaik Liga Inggris kala itu dan banyak yang menarik minat kesebelasan top Eropa, seperti AC Milan dan Barcelona.

Meski begitu, Campbell justru hijrah ke rival abadi Spurs, Arsenal pada 2001. Seperti menambah penghinaan, Campbell sukses mempersembahkan dua gelar liga dan tiga piala FA selama berseragam Arsenal. Fans Spurs bahkan menjulukinya sebagai judas.

Sejumlah Pesepakbola Berikut Sudahi Musim Lebih Dini Lantaran Cedera

Cedera menjadi neraka menyeramkan bagi para atlet sepakbola. Seringkali cedera menyebabkan kiprah sang pemain berantakan lantaran tidak bisa pulih seperti sebelumnya. Di berbagai kejuaraan musim ini, beberapa pemain harus mengalami cedera parah. Bahkan, cedera yang membuat mereka diharuskan absen sampai akhir musim.

Tekanan mental karena cedera juga sama berbahayanya bagi karir para pemain. Proses pemulihan yang berjalan selama berbulan-bulan bisa membuat pemain frustasi, dan akhirnya mengganggu mentalnya. Tekel lawan, benturan, atau hingga insiden salah posisi ketika terjatuh biasanya menjadi alasan utama cedera parah. Sejumlah kesebelasan tentu juga dirugikan dengan ketidakhadiran para pemainnya tersebut hingga rentang waktu yang cukup lama. Berikut sejumlah pemain yang diwajibkan istirahat hingga akhir musim ini:

1. Gabriel Jesus


Sejak kehadirannya pada Januari 2017 di Manchester City, Gabriel Jesus menampilkan kinerja yang impresif. Pasukan yang ditukangi oleh Pep Guardiola itu beberapa kali tertolong berkat jasanya. Gabriel Jesus bahkan diduga berpotensi melengserkan Sergio Aguero sebagai striker inti The Citizens. Di pagelaran Liga Primer Inggris, striker berpaspor Brasil ini sudah mengantongi tiga gol dari empat laga. Sial bagi City, Gabriel Jesus menderita cedera lutut dalam laga kontra Bournemouth. Ia pun harus dioperasi yang pemulihannya berjalan hingga akhir musim ini.

2. Ilkay Gundogan


Playmaker Manchester City, Ilkay Gundogan, mengalami cedera ligamen lutut yang didapatnya ketika timnya tengah berhadapan dengan Watford 15 desember lalu. Pemain yang telah menginjak usia 26 tahun itu diprediksikan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama. Biasanya, cedera ligamen lutut memerlukan waktu selama lima sampai enam bulan. Riwayat cedera yang dialami Gundogan bukanlah kisah baru dalam jejak karirnya. Cedera ini membuat pemain berkebangsaan Jerman ini harus absen hingga akhir musim ini.

3. Aleix Vidal


Aleix Vidal sempat menjalani kesulitan di awal kedatangan ke Barcelona. Ia tidak mendapat jatah bermain secara reguler dan lebih sering menghabiskan waktu sebagai pemanas kursi cadangan. Belakangan, Aleix Vidal mulai diberi jatah bermain untuk mengisi posisi sebagai right wing-back. Ia mampu menunjukkan potensinya untuk bermain di level tim sekaliber Blaugrana. Sayangnya, Aleix Vidal menderita cedera dislokasi pergelangan kaki. Cedera itu menyebabkan dia harus menepi dari lapangan hingga akhir musim ini.

4. Giacomo Bonaventura


Playmaker AC Milan Giacomo Bonaventura harus absen hingga akhir musim ini setelah ia melakukan operasi cedera di bagian pahanya. Pemain berkebangsaan Italia yang berusia 27 tahun itu menderita cedera saat Rossoneri tumbang 2-1 atas Udinese di kejuaraan Serie A Italia. Seusai menjalani rentetan pemeriksaan, pihak klub memastikan sang playmaker wajib naik meja bedah. AC Milan memastikan kalau Bonaventura sudah melakukan operasi di Finlandia. Dengan begitu, ia harus menjalani pemulihan paling tidak selama empat bulan ke depan atau sampai akhir musim ini.

5. Danny Ings


Nasib penyerang dari pasukan yang ditukangi oleh Jurgen Klopp ini pun tak kalah naas dengan nama-nama diatas, Danny Ings. Baru mendarat ddi Anfield pada musim panas 2015, ia harus menepi sampai akhir musim lantaran menderita cedera lutut. Harapan kembali timbul ketika musim panas lalu cederanya pulih. Tapi, pemain berpaspor Inggris itu justru didera cedera lagi. Parahnya, cedera Ings sejenis dengan yang pernah dideritanya setahun sebelumnya. Lutut kaki kirinya cedera serius ketika dia mulai kembali ke skuat inti The Reds sehingga dia diharuskan absen lagi hingga akhir musim 2016-2017.

Iheanacho Patut Diberi Kepercayaan Untuk Buktikan Potensinya

Liga Primer Inggris – Nama Kelechi Iheanacho musim ini sepertinya sedikit demi sedikit mulai sirna. Pernah bersinar di awal musim kala Sergio Aguero didera cedera, Iheanacho seolah seperti lenyap dari skuat inti Manchester City. Kemunculan pemain belia seperti Raheem Sterling, Leroy Sane, dan kini Gabriel Jesus sepertinyanya membuat tempat Iheanacho di Etihad semakin terpojok.


Jika menilik ke musim panas yang lalu, Iheanacho sesungguhnya membuat pengorbanan yang cukup besar. Ia menolak peluang untuk bergabung dengan tim Nasional Nigeria yang akan bermain di Olimpiade. Alasannya, ia lebih memilih untuk menetap di City dan berupaya untuk memenangkan hati sang juru taktik, Pep Guardiola. Dan, pilihannya itu pun sempat berubah menjadi hasil yang bagus.

Ketika Aguero harus menepi akibat cedera, Iheanacho membukukan tiga gol dalam tujuh laga, salah satu diantaranya ialah angka kemenangan City pada laga dengan rival sekota mereka, Manchester United di bulan September lalu. Seusai sempat mengalami puasa gol selama sembilan laga, Iheanacho kembali mengemas gol pada laga Boxing Day kontra Hull City. Tapi, sejak laga itu, tidak ada lagi jasa dari Iheanacho bagi The Citizen.

Striker berpaspor Nigeria tersebut tak lagi sering nampak di lapangan. Mulai mantapnya opsi utama Pep di sektor depan, termasuk kehadiran Jesus pada Januari lalu, membuat Iheanacho harus lebih bersabar mendapatkan jatah bermain. Dengan tiga gol dari empat laga yang sudah dibukukan Jesus sejauh ini, nama Iheanacho nampaknya akan kian terpojok.

Ditengah gemilangnya performa Jesus saat ini, ia malah harus mendapat musibah. Pada laga akhir pekan kemarin di Liga Primer Inggris, Jesus menderita cedera metatarsal dan diperkirakan akan menepi hingga akhir musim. Memang, masih ada nama Aguero yang sudah jelas akan menjadi opsi utama. Hanya saja, kini Iheanacho jelas akan lebih diperhitungkan oleh Pep dibanding dalam sejumlah laga terakhir.

Dini hari tadi pun The Citizen baru saja mengarungi laga di FA Cup kontra Huddersfield. Dalam laga itu Iheanacho pun belum juga diberi jatah bermain oleh si juru racik strategi. Pada pertandingan yang berujung dengan hasil kacamata 0-0 itu, Sergio Aguero lah yang menjadi opsi utama Pep di sektor depan, namun Aguero tidak dapat berbuat banyak karena sang tuan rumah bermain cukup defensif dan pertahanannya bisa dikatakan kokoh.

Pada tanggal 22 Februari nanti City akan melakoni pertandingan babak 16 besar Liga Champions kontra AS Monaco. Meskipun Sergio Aguero akan jadi opsi utama Pep di sektor depan, namun bukan tidak mungkin bahwa sang juru taktik akan menurunkan Iheanacho. Dan jika ia mendapat jatah bermain, tentu ia harus mengerahkan semua yang dimilikinya agar dapat menarik perhatian sang pelatih.

Dan, jika ia dipercaya nantinya, tentu Iheanacho wajib mengerahkan performa terbaiknya kepada sang juru taktik agar ia mendapat jatah bermain lebih banyak di pertandingan-pertandingan berikutnya.

4 Pemain Terbaik Yang Dipensiunkan Akibat Dilanda Cedera

Bagi Vincent Kompany, selaku kapten Manchester City, 2016 adalah tahun yang suram. Karena, pemain berkebangsaan Belgia itu mengalami cedera dan harus absen merumput dalam waktu yang lama. Bahkan, ada 4 jenis cedera yang dialami Kompany di tahun ini.

Pemain berusia 30 tahun itu harus menepi dari lapangan hijau dalam 49 laga yang diikuti Manchester City. Kondisi tersebut merupakan kabar buruk bagi juru racik The Citizens, Pep Guardiola. Pasalnya, pelatih berkepala plontos itu harus memikirkan cara untuk menggantikan posisi Kompany di skuadnya.

Lumrahnya, cedera merupakan hal yang paling menakutkan dan mengancam para pemain sepak bola di dunia, utamanya pemain sepak bola professional. Tidak hanya di Manchester City, tapinya ada banyak pemain di klub lain yang juga harus mengalami cedera. Ada sebagian besar dari mereka yang sudah pulih sebelum akhir tahun, namun ada pula yang harus absen dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah 4 pemain bola terbaik yang absen akibat cedera di sepanjang tahun 2016 ini.

1. Danny Welbeck

Nama Danny Welbeck sempat mencapai popularitasnya ketika pertama kali bergabung dengan Arsenal. Setelah didatangkan dari Manchester United, pemain kelahiran 26 November 1990 itu disebut-sebut sebagai pemain terbaik yang diandalkan The Gunners. Tapinya sayang, kini namanya semakin tenggelam akibat cedera yang dialaminya.

Berdasarkan informasi yang ada, pemain berusia 26 tahun itu menjalani proses operasi pada September 2015 dan harus absen merumput hingga 1 bulan pada awal tahun 2016. Tapinya, cedera tersebut kembali menghadangnya dan memaksanya untuk menepi dari lapangan hijau di sepanjang musim ini. Kondisi ini menjadikan pelatih Arsenal, Arsene Wenger tidak memiliki banyak pilihan untuk menempatkan pemain di lini depan.

2. Marco Reus

Marco Reus merupakan salah satu pemain terbaik sepak bola yang diandalkan Borussia Dortmund. Pemain berkebangsaan German itu digadang-gadang memiliki skill yang lengkap sebagai seorang pemain. Umpan-umpan yang dihasilkannya pun semakin akurat dan mampu mencetak gol dengan baik.

Tapinya sayang, saat ini tahun 2016 ini Dortmund tidak mampu memainkannya kembali di setiap pertandingan, akibat cedera yang dialaminya. Pemain berusia 27 tahun itu terpaksa harus mendera cedera sebanyak 3 kali dan absen mengikuti laga sebanyak 193.

arkadiusz-milik

3. Arkadiusz Milik

Kepergian Gonzalo Higuain yang berlabuh ke Juventus, menjadikan Napoli harus berpikiran keras untuk menentukan pemain pengganti yang paling tepat. Akhirnya, pihak manajemen pun mengambil keputusan untuk memboyong Arkadiusz Milik dari Ajax Amsterdam, yang telah menyumbangkan 21 gol dari 31 pertandingan.

Pemain berusia 22 tahun itu dihadirkan di Napoli dengan banderol sebesar 35 juta euro. Pada penampilan perdananya, Milik berhasil menciptakan prestasi yang membanggakan, dengan mencetak 4 gol dari 7 pertandingan. Tapinya sayang, saat ini Milik harus absen selama 6 bulan karena mengalami cedera pada bagian ligamennya.

Arkadiusz Milik mengalami cedera sejak awal bulan Oktober lalu dan harus melewatkan 20 pertandingannya bersama Napoli. Pemain kelahiran 28 Februari 1994 itu mengharapkan agar dirinya bisa segera pulih dan bisa bermain lagi dalam penghelatan Liga Champions, melawan Real Madrid. Kendati begitu, Milik tetap menyerahkan semua keputusan pada tim medis Napoli.

4. Riccardo Montolivo

Salah satu pemain terbaik sepak bola yang harus absen bermain akibat cedera yang melandanya adalah Riccardo Montolivo. Cedera tersebut membuat pemain berkembangsaan Italia itu harus gagal bermain di Piala Eropa 2016 bersama Timnas Italia. Kondisi tersebut bukan kali ini saja dialami Montolivo, hal serupa juga pernah dialaminya pada Piala Dunia 2014. Untuk saat ini, Montolivo diperkirakan bisa kembali merumput bersama AC Milan pada musim depan.