5 Atlet Ini Terjerumus Insiden Mematikan Kala Merayakan Selebrasi

Berita Olahraga – Selebrasi merupakan ungkapan perasaan gembira atas sebuah kesuksesan. Selain mengungkapkan sebuah emosi, selebrasi pun bertujuan untuk memperlihatkan sesuatu yang telah diraih. Tapinya, sebuah selebrasi akan dianggap kurang bagus jika dilakukan secara berlebihan.

Emosi gembira usai memetik kemenangan malah menyebabkan para pelakunya trauma karena selebrasi yang diperbuat terlalu berlebihan yang ujungnya mengakibatkan sesuatu yang mematikan. Terlebih salah satu selebrasinya ada yang sampai tewas. Inilah 5 selebrasi yang berbahaya hingga membuat nyawa sebagai taruhannya :

1. Paulo Diogo


Paulo Diogo merupakan salah satu pesepakbola yang merumput di Liga Swiss yaitu kesebelasan Servette. Tragedi ini menerpa dirinya kala melakukan selebrasi, ia berlari ke arah tribun penonton untuk merayakan golnya bersama para pendukung.

Diogo yang terlalu bahagia lalu melompat ke pagar pembatas tribun dan kemudian cincin perkawinan yang ia kenakan tersangkut di pagar. Karena ia langsung melompat turun, bobot badannya memaksa jarinya lepas dari cincin yang tersangkut.

Hal itu membuat jari manisnya harus diamputasi. Bahkan usai kejadian itu Diogo juga harus diganjar kartu kuning dari hakim lapangan.

2. Maurides


Maurides merumput di Liga Brazil dan membela kesebelasan Internacional. Kala berjumpa America MG di leg pertama babak III Copa do Brasil, ia sukses menciptakan gol ke-3. Untuk merayakannya, Maurides melakukan selebrasi yang berlebihan yaitu dengan akrobatik salto.

Tapi aksinya tersebut malah membuatnya cedera di lutut kanannya dan terpaksa ditandu ke luar lapangan. Untungnya cedera itu tidak parah dan masih bisa dipulihkan.

3. M. Fadli Imammuddin


M. Fadli Imammuddin merupakan seorang pembalap motor berkebangsaan Indonesia. Ketika ikut serta dalam ajang SuperSport 600cc Asia Road Racing Championship 2015 di Sentul, Bogor, terjadi sebuah kecelakaan menakutkan yang melibatkan dirinya.

Kala Fadli sedang selebrasi selesai mencapai garis finis, ia ditabrak dari belakang oleh Jakkrit pembalap berkebangsaan Thailand dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dampak dari insiden itu, M. Fadli mesti mengalami luka yang sangat serius dan vital pada bagian kakinya.

4. Antonio Candreva


Antonio Candreva merupakan gelandang dari kesebelasan Lazio. Ketika kesebelasannya berjumpa dengan Palermo, satu insiden menyedihkan menimpanya. Candreva sukses menjadi pencatat gol kemenangan bagi Gli Azzurri, dalam pertandingan yang berakhir dengan perolehan angka 2-1 bagi kemenangan Lazio. Tapi, ketika merayakan golnya, Candreva malah diterpa sebuah malapetaka.

Dia menuju penonton dengan cepat dan berencana melewati pembatas untuk memberi sapaan para para pendukung. Namun ketika hampir tiba, dia malah tergelincir dan lututnya menabrak dinding. Alhasil, Candreva terpaksa digantikan akibat perbuatannya sendiri.

5. Peter Biaksangzuala


Peter Biaksangzuala pemain yang memperkuat salah satu klub di India, Bethlehem Vengthlang FC. Playmaker berumur 23 tahun itu mesti meregang nyawa akibat luka di bagian kepala usai jatuh ketika melakukan aksi selebrasi. Ia melakukan akrobatik salto, namun berujung tragis lantaran ia jatuh dengan kepala terlebih dahulu ke bawah.

Akibat insiden itu Peter kemudian diarahkan ke UGD dan selepas 5 hari perawatan, ia pun akhirnya meninggal dunia. Golnya ke gawang Chanmari West pada ertandingan lanjutan Liga Premiere Mizoram itu merupakan perjalanan terakhir karirnya di sepakbola.