PSG Akan Kembali Bersandar Pada Performa Gemilang Cavani

Liga Perancis – Akhir pekan ini, Paris Saint-Germain akan menjamu Olympique Lyon di ibukota Perancis. Lain hal dengan PSG, skuat besutan Bruni Genesio saat ini masih meneruskan kiprahnya di kompetisi Eropa, bersama AS Monaco yang juga lolos ke putaran perempat final Liga Champions.

Umumnya, PSG juga menjadi wakil Perancis yang terus melangkah. Namun, comeback yang dilakukan Barcelona di Camp Nou terpaksa menyirnakan segala asa pasukan yang dibesut Unai Emery untuk membukukan kejayaan pertama mereka di kompetisi paling bergengsi di Eropa.

Meskipun performa mereka terlindung berkat aksi memukau Monaco atas Manchester City, apa yang disuguhkan Lyon di Europa League juga seharusnya mendapat apresiasi. Menang 4-2 di leg pertama dan kalah 2-1 pada leg kedua, Les Gones sukses memantapkan langkah mereka ke putaran perempat final. Kelolosan Lyon ini tentu adalah kabar yang cukup baik bagi Ligue 1 dan PSG. Kenapa PSG? Karena tentu Lyon akan merasa sedikit kelelahan setelah duel di Olimpico dan hal itulah yang semestinya mampu jadi keuntungan bagi Les Parisien.


Bagi Edinson Cavani, tentu ini adalah kesempatan besar bagi timnya untuk terus mendekati Monaco di puncak klasemen. Soal keperluan pribadi, menghadapi Lyon pun bisa menjadi peluang penyerang Uruguay itu untuk memperbanyak pundi-pundi golnya di liga yang saat ini sudah di angka 27.

Setelah laga kontra Blaugrana, Cavani memang dianggap sebagai salah satu pemain yang memiliki sikap pantang menyerah. Jikalau secara tim dirasa PSG kelihatan kurang siap untuk berseteru dengan Barcelona, maka berbeda dengan Cavani.

Apabila boleh memberikan apresiasi pada individu di skuat besutan Emery, maka Cavani lah yang paling layak. Pemain berusia 30 tahun itu nampak penuh semangat sepanjang laga di Camp Nou. Walau gol yang ia cetak pada akhirnyatak berhasil membawa timnya lolos, Cavani bisa dikatakan sebagai Man of the Match PSG kala itu.

Peningkatan performa Cavani inipun semakin memperkuat pengaruhnya di ruang ganti. Walau bukanlah anggota tim yang banyak berbicara, pengaruh Cavani di lapangan sangat terlihat. Mungkin, bila kelak Thiago Silva tidak lagi menyandang ban kapten Les Parisien, maka Cavani-lah yang pantas jadi kandidat terkuat.

Seiring dengan datangnya tuntutan besar dan performa yang belum kembali ke puncaknya, Thiago pun mungkin bakal kehilangan jabatannya itu akhir musim ini, jika sang juru racik dapat menentukan keputusan dengan tepat.

Cavani jelas akan kembali jadi pilar penting PSG di duel melawan Lyon. Pada perjumpaan pertama kedua kubu di Stade de Gerland, Cavani menyumbangkan dua gol pada kemenangan 2-1 bagi Les Parisien kala itu. Dan, ia juga telah mencatatkan empat gol dan satu assist dalam lima laga terakhirnya di Ligue 1.

Cavani pun nyaris tidak pernah mengecewakan sang juru racik, rekan-rekannya, dan para fans sewaktu ia tampil pada pertandingan besar. Dan perjumpaan antara PSG dan Lyon tentu masuk dalam golongan pertandingan besar.

Dengan kontrak barunya yang belum juga menemui titik temu, tentu Cavani memiliki banyak pertimbangan untuk membuat pihak manajemen menyodorkan kontrak baru untuknya. Bahkan, tawaran dari PSG pun bisa saja lebih royal apabila striker andalan mereka itu terus menampilkan performa yang konsisten. Dan, sejauh yang sudah ia tampilkan musim ini, Cavani tengah dalam performa terbaiknya. Dan ia adalah pemain yang subur sebagai salah satu striker yang wajib diawasi.

Sayembara Pengisi Jabatan Pelatih Kesebelasan Serigala Ibukota

Serie A – Selepas ditaklukan di leg pertama Europa League oleh Olympique Lyon, AS Roma terpaksa menelan fakta jika mereka saat ini telah tersisih dari kejuaraan kontinental itu. Walaupun menampilkan performa heroik dan mendulang kemenangan 2-1 pada leg kedua di Olimpico, agregat 5-4 menyebabkan I Lupi harus rela keluar dari turnamen tersebut. Satu trofi pun telah gagal mereka rengkuh musim ini dengan takluknya mereka dari Les Gones.

Jika melihat rentetan performa kesebelasan Serigala Ibukota pada bulan Maret sejauh ini, kegagalan mereka di Europe League melenggang ke putaran berikutnya pun merupakan sesuatu yang lumrah.

Dari empat laga yang telah mereka lakoni, hanya satu kemenangan yang mampu mereka dulang, melawan tim calon degradasi, Palermo, di Serie A. 3 laga terakhirnya berbuah kekalahan, 2 dari Lyon di Europa League dan 1 dari Lazio pada leg pertama semi final Coppa Italia. Tentu, jelang kembalinya Serie A pada akhir pekan ini, keadaan skuat besutan Luciano Spalletti berada pada keadaan yang kurang stabil.


Menyinggung tentang Spalletti, masa depan juru taktik yang tak berambut ini bisa dikatakan jadi sorotan pada beberapa hari belakangan. Kontraknya bersama Giallorossi akan selesai di akhir musim ini. Bahkan, ada isu yang beredar jika Spalletti direncanakan oleh Juventus untuk jadi suksesor Masimilliano Allegri yang disinyalir akan hijrah ke London. Tottenham Hotspur pun membidik Spalletti sebagai alternatif jika nantinya Mauricio Pochettino menerima tawaran Barcelona musim depan.

Tapi, semua isu tentang masa depan juru taktik Serigala Ibukota itu sepertinya harus ditangguhkan untuk pekan ini. Lantaran, James Pallotta selaku Presiden Roma, diagendakan akan kembali ke Italia dan segera berdiskusi dengan Spalletti, walau inti dari diskusi itu masih jadi misteri. Sewaktu ditanya tentang hal yang akan didiskusikan, Pallotta pun tak ingin menjawabnya.

Spalletti pun sepertinya cukup santai menjawab isu tentang masa depannya bersama Giallorossi. Namun, ia pun memberikan kejelasan bahwa akan ada rapat antara dirinya dengan utusan kepercayaan klub dalam beberapa hari ke depan.

Bila Spalletti nantinya tidak mendapatkan apa yang ia kehendaki, maka posisi pelatih Giallorossi pun sudah ada peminatnya. Ia adalah sang juru taktik dari Sassuolo, lawan mereka akhir pekan ini, Eusebio Di Francesco yang tidak akan menolak untuk menjadi komando di kesebelasan Serigala Ibukota. Di Francesco sendiri adalah eks pemain I Lupi yang membantu mereka merengkuh Scudetto di musim 2000/01.

Dengan Olimpico yang akan menjadi ajang perjumpaan kedua kubu akhir pekan ini, dua juru taktik di masing-masing kubu pun memiliki misi yang berbeda dengan sama-sama membidik kemenangan. Bagi Spalletti, menang berarti ia bakal membuka kembali peluang untuk memperpanjang kontraknya. Sementara itu, apabila Sassuolo yang sukses memetik kemenangan, maka Di Francesco akan menunjukkan bahwa ia pantas jadi suksesor bagi Spalletti musim depan.

Wenger Tak Pingin Asal Rekrut Pemain di Bursa Transfer

Duakali – Arsenal saat ini memerlukan pemain anyar di lini belakang dan lini depan. Tapinya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, The Gunners akan sangat teliti memilih pemain. Arsenal terpaksa mencari bek tengah baru setelah Per Mertesacker diyakinkan akan absen lama akibat cedera lutut. Mereka kabarnya mengincar pemain belakang Valencia, Shkodran Mustafi.

Pada saat yang bertepatan, Arsenal juga berupaya memboyong striker baru. Olivier Giroud yang jadi ujung tombak dalam beberapa musim terakhir dianggap masih kurang mahir. Arsenal beritanya menginginkan Alexandre Lacazette, tapi baru-baru ini Olympique Lyon selaku pemilik Lacazette menyatakan sudah menolak tawaran ‘Meriam London’.

Arsenal sejauh ini baru merekrut dua pemain baru, yaitu Granit Xhaka yang berposisi gelandang dan Rob Holding yang berposisi bek.

“Kami masih berada di bursa transfer untuk lini depan dan belakang. Tapinya kami tidak sendirian,” ucap sang juru racik Arsenal, Arsene Wenger, seperti diberitakan dari Sky Sports.

“Saya merekrut pemain-pemain yang saya rasa mampu mempertangguh tim kami. Tapinya hari ini, Anda harus sangat tangguh di dalam klub ketika Anda berkomitmen, bukan hanya membeli untuk membeli,” lanjut Wenger.

“Jikalau nantinya Anda melihat bursa transfer di Eropa, ada banyak uang yang tersedia, tapinya tidak banyak pemain yang benar-benar bisa membuat tim-tim lebih kuat,” tambahnya.

“Dan jikalau nantinya Anda melihat siapa yang paling banyak berbelanja di Eropa, tapinya mereka bukanlah tim-tim yang menjuarai liga. Investasi global semua klub di sekitar kami tidak menghentikan Leicester untuk menjuarai liga. Jadi, kami harus fokus ke kualitas kami dan berusaha memperkuat tim kami,” tutur Wenger.