Oppo Tempati Posisi Tiga di Indonesia

Duakali – Bertepatan dengan perilisan F1s, Oppo turut mempublikasikan pencapaian kinerja bisnisnya untuk pasar global dan Indonesia.

Di atas pentas, Brand Manager Oppo Indonesia Alinna Wen mengutarakan bahwa saat ini Oppo sudah menempati posisi keempat di pasar ponsel dunia, di bawah Samsung, Apple, dan Huawei. Posisi tersebut diamankan Oppo setelah meraih market share 5,5%.

Lebih mendalam Alina dengan besar hati menambahkan bila perkembangan Oppo pada kuartal pertama di tahun 2016 mencapai 153%.

“Lantas bagaimana dengan Indonesia? Menurut data dari GfK, Oppo saat ini menduduki posisi ketiga market share terhitung bulan Juni 2016. Sungguh pencapaian yang luar biasa,” tutur Alina dalam konferensi pers di hotel Fairmont, Jakarta, pada hari Rabu kemarin.

Saat ini Oppo Indonesia sudah mempunyai sekitar 1.500 pekerja. Pabriknya yang sudah berjalan kurang lebih satu tahun di daerah Mauk, Tangerang, Banten mampu memproduksi sedikitnya 500 ribu sampai 600 ribu ponsel Oppo setiap bulannya.

Oppo belum lama ini meluncurkan smartphone terbaru yang diklaim sebagai selfie expert. Hal itu dinyatakan dengan penyematan kamera depan 16 MP dengan bukaan F2.0 dan sensor terbaru berukuran 1/3,1 inch. Sementara di bagian belakang, Oppo menyuguhkan penggunanya dengan kamera berlensa 13 MP, sama seperti yang ada pada F1 Plus.

Keserupaan tidak cuma terjadi sampai di situ saja. F1s juga dibekali dengan sensor sidik jari, di mana Oppo mengklaim sensor tersebut mampu memproses identifikasi sidik jari hanya dalam waktu 0,22 detik, sehingga menjadikan F1s sebagai smartphone kelas menengah dengan sensor sidik jari tercepat.

Dari segmen desain, F1s ini juga mempunyai desain yang serupa persis dengan F1 Plus. Layarnya 5,5 inch dengan finishing 2,5D dan lapisan pelindung Gorilla Glass 4.

Yang membuatnya lain di sini adalah pemakaian RAM. Walaupun sama-sama menggunakan chipset MediaTek MT6755, F1s harus puas dengan RAM 3 GB, memori internal 32 GB, dan baterai 3.075 mAh. Sedangkan untuk F1 Plus sama-sama kita ketahui dilengkapi dengan RAM 4 GB.

Muncul dalam dua varian warna, yakni Gold dan Rose Gold, Oppo menjual F1s dengan harga Rp 3,799.000. Harga tersebut bisa didapatkan dengan mengikuti pre-order di Blibli.

Di Jepang, Turis Cuma Tempel Jari tuk Bertransaksi

Jepang telah berkonsep tuk memulai program uji coba mengubah sidik jari turis menjadi mode pembayaran. Ya, hanya dengan menyentuhkan jari ke mesin pemindai saja maka turis sudah bisa membeli minum hingga membayar hotel.

Tapinya jangan bayangkan tuk melakukan semua itu bisa dipakai secara gratis, cuma dengan menyerahkan sidik jari. Di baliknya, turis harus mesti menyediakan sebuah kartu kredit.

Sistemnya, disaat tiba di negara Jepang, kartu kredit dan informasi mengenai sidik jari seorang turis mesti direkam di sebuah kios di dalam kompleks bandara tersebut. Semua tentang informasi tersebut akan disimpan dan dipakai ketika turis sedang membutuhkannya.

Contohnya pada saat turis itu sedang mengunjungi hotel dan toko-toko tertentu. Mereka bisa membayarnya dengan cara hanya memindai sidik jari saja, tanpa harus mengeluarkan kartu kredit. Pemerintah Negeri Sakura berharap metode demikian ini bakal lebih aman bagi para turis. Risiko kehilangan ataupun kecopetan pun bisa dikurangi.

Pada hari Selasa kemarin, konsep tuk pembayaran melalui sidik jari ini akan dimulai pada musim panas yang akan mendatang. Totalnya ada sekitar 300 toko, hotel dan restoran yang menerima sistem pembayaran itu. Konsepnya akan menjangkau banyak lokasi sebelum olimpide 2020 berlangsung di Tokyo. Data yang telah terkumpul dari bermacam transaksi turis ini akan dipakai sebagai bahan persiapan untuk strategi wisata di Jepang.

Belum Dilejit Bocoran HTC 10 Tampak Duluan

HTC ditafsirkan bakal segera memperkenalkan sebuah smartphone andalan barunya yang telah berjulukan “10” pada hari Selasa, 12 April besok.

Pada beberapa hari sebelum tanggal tersebut, bocoran tentang perangkat yang berpautan telah kembali mengemuka. Kali ini berupa foto-foto yang telah menampilkan sebuah varian HTC 10 berwarna hitam.

Bocoran pada gambar yang berasal dari situs negara Belanda yakni GSM Helpdesk. Disebutkan juga bahwa HTC 10 bakal mulai memasuki pasaran dunia pada pertengahan bulan Mei nanti.

Dalam gambar, muncul HTC 10 ini telah mengusung corak yang familiar. Bagian punggungnya itu agak sedikit cembung, sementara di muka terdapat sebuah tombol Home yang merangkap sebagai pemindai sidik jari, diapit dua softbutton.

Mengenai itu ada dua yang “absen” dari wujud HTC 10 dalam bocoran foto, diyakni logo “HTC” dan sepasang gril speaker yang biasanya berposisi di atas dan bawah layar.

Kendati begitu, bukan berarti perangkat HTC 10 tak bakal memiliki keluaran yang bersuara stereo. Mungkin saja sepasang itu telah disembunyikan di bagian lain seperti di balik bezel.

Bocoran-bocoran yang telah tersebar sebelumnya mengutarakan bahwa HTC One akan dibekali layar 5,2 inci (2560 x 1440), dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 820, RRAM 4GB, dan baterai 3.000 mAh, USB type-C, serta kamera 12 megapiksel dengan teknologi OIS dan “UltraPixel”.

Model Xiaomi Yang akan Tantangi iPhone SE?

Xiaomi sepertinya enggak mau tinggal diam saja menghadapi gempuran iPhone SE di segmen menengah. Pabrikan smartphone asal China yang sedang naik daun itu dikabarkan tengah menyiapkan penantang baru. Foto bocoran sang “penantang” tersebut belakangan muncul dan tersiar di internet.

Ponsel saingan iPhone SE ini diperingatkan memiliki nama yang hampir mirip dengan lawannya, yakni Xiaomi M2 SE. Ukurannya pun sama-sama “mini”, dengan layar 4,3 inci atau hanya sedikit lebih besar dari layar iPhone SE yang sebesar 4 inci.

Seperti iPhone SE pula, Xiaomi M2 SE kabarnya menyimpan dalaman bertenaga di balik cangkangnya yang berukuran kecil, mencakup chip Snapdrahon 820, RAM 3 GB, pemindai sidik jari, baterai 2.350 mAh, serta fitur Quick Charge 3.0 dan kamera 13 megapixel.

Penampakan Xiaomi M2 SE sendiri ditaksir bakal mirip dengan “kakaknya”, XiaomiMi5 yang merupakan ponsel flagship dari produsen terkait.

Xiaomi M2 SE diperkirakan bakal resmi dirilis pada Juni tahun ini dengan banderol harga 1799 Yuan atau sekitar Rp 3,7 juta, berselisih cukup jauh dari iPhone SE yang dibanderol mulai 399 dollar AS atau setara Rp 5,3 juta.

iPhone SE sendiri bakal menandai debutnya di China lewat peluncuran perdana hari Kamis minggu ini. Instrumen tersebut mendapat sambutan hangat dan telah dipesan sebanyak 3,4 juta unit oleh warga Negeri Tirai Bambu (China).

Hacker Temukan Celah Keamanan Sidik Jari Di Android

Sidik jari yang disebut-sebut sebagai sistem keamanan baru yang lebih aman ketimbang passcode pada smartphone, ternyata menurut beberapa hacker, tidak 100 persen aman.

Celah keamanan ini diungkapkan oleh peneliti dari FireEye, Tao Wei dan Zhang Yulong yang akan mempresentasikan penelitian mereka pada konferensi Black Hat mendatang di Las Vegas.

Menurut mereka, sistem keamanan sidik jari yang lemah biasanya terdapat pada perangkat Android yang memiliki sensor sidik jari. Untuk membuktikannya, kedua peneliti tersebut menguji metode mereka dan menemukan celah ini di smartphone HTC One Max dan Samsung Galaxy S5.

Menurut Tao dan Zhang hal ini mungkin disebabkan karena kedua Original Equipment Manufacturer (OEM) itu tidak sepenuhnya mengunci sensor, sehingga memberikan hacker akses ke informasi sidik jari.

Untungnya, kedua OEM yang terserang celah ini telah sejak lama menambalnya setelah diberitahu oleh para peneliti. Mereka mencatat, tidak semua OEM memiliki perlindungan dan keamanan terbaik.

Akan tetapi, sejauh ini fitur Touch ID yang terdapat pada perangkat iPhone, dianggap relatif aman karena menyertakan sistem enskripsi yang baik.

“Bahkan jika penyerang langsung dapat membaca sensor, tanpa memperoleh kunci kripto, hacker masih tidak bisa mendapatkan gambar sidik jari,” tegas Zhang.