Ibracadabra DKK Optimis Persembahkan Banyak Trofi Untuk MU

Tak ada istilah menyerah dalam diri seorang ujung tombak berkebangsaan Swedia, Zlatan Ibrahimovic, meski Manchester United masih dalam situasi yang kurang meyakinkan di ajang sepak bola paling bergengsi Inggris. Eks ujung tombak Paris Saint Germain (PSG) itu sangat yakin The Red Devils masih punya kans memenangkan banyak titel musim ini.


Ibracadabra berkata setidaknya ada empat titel yang bisa didapatkan oleh Setan Merah, berselang setelah pertarungan antara The red Devils kontra Watford (11/02/17) selesai. Pada laga lanjutan Liga Primer Inggris yang digelar di Old Trafford, The Red Devils sukses menghantam tim tamu dengan dua gol tanpa balas. Juan Mata sukses memecah kebuntuan pada menit ke-32, kemudian Anthony Martial pun memastikan kemenangan Setan Merah setelah menggandakan keunggulan di menit 60.

Sumbangan tiga poin yang baru saja diperoleh MU tidak membuat kedudukan The Red Devils di papan klasemen berubah. Dengan koleksi 48 poin, skuat yang ditukangi oleh Jose Mourinho masih menghuni posisi keenam di papan klasemen sementara. Tertinggal 1 angka dengan City dan Liverpool yang saat ini berada di posisi ke-5 dan ke-4, dan tertinggal 2 angka dari Arsenal dan Tottenham Hotspur yang saat ini berada di posisi ke-3 dan ke-2. Sementara sang pemuncak klasemen sementara saat ini sudah jauh meninggalkan rival-rivalnya yang telah mengoleksi 60 poin di pekan ke-25 ini.

Walaupun terpuruk di kasta tertinggi Liga Inggris tak membuat mental dan semangat bertempur Ibracadabra dan rekan-rekannya padam. Di bawah rezim Mourinho, MU telah menyumbangkan satu titel yakni Community Shield. The Red Devils berhasil menjadi yang terbaik setelah menaklukan Leicester City dengan perolehan skor 2-1 pada pekan pertama di bulan Agustus 2016 silam.

Selain berusaha mati-matian di Liga Primer Inggris, The Red Devils juga akan mengeluarkan segala kemampuan yang mereka punya di Piala Liga Inggris, Liga Eropa UEFA, dan Piala FA. Seandainya mereka gagal memenangkan gelar di Liga Inggris Primer, mereka setidaknya akan mencoba untuk memenangkan dua atau tiga tropi kompetisi lain.

Jalan yang terjal dan berliku tengah menunggu The Red Devils, dalam misinya merealisasikan target. St Etienne, kesebelasan asal Perancis, adalah lawan United di babak 32 besar Liga Eropa UEFA. Disamping itu, Ibracadabra dan rekan-rekannya juga akan dihadapkan pada Southampton pada putaran final Piala Liga Inggris. Di kompetisi Piala FA, mereka juga dihadapkan pada Blackburn Rovers pada putaran kelima.

Demi mengejar ketertinggalan Setan Merah di Liga Primer Inggris, semangat dan sikap percaya diri yang ditunjukkan oleh Ibrahimovic memang sangat diperlukan. Saat ini hanya tinggal bagaimana para pemain lain, terlebih Mourinho sebagai sang juru taktik untuk merespon tantangan yang telah menghadang mereka di depan.

Soal Perubahan Taktik The Red Devils, Mou Memang Mencengangkan

MU Vs Watford 2017

Dalam sejumlah pertandingan terakhir, Manchester United (MU) selalu menerapkan strategi formasi yang berganti-ganti. Juru taktik yang saat ini menunggangi The Red Devils, Jose Mourinho tak lagi hanya berpaku pada formasi 4-2-3-1 yang selama ini menjadi formasi andalannya di setiap kesebelasan yang ia tangani.

Ketika The Red Devils menang dengan skor 4-0 atas Wigan Athletic, Mou menggunakan formasi 4-2-3-1 yang di mana Mkhitaryan, Rooney, dan Mata berdiri di belakang Anthony Martial. Ketika meenghadapi Hull City, formasi 4-3-3 menjadi tumpuan dengan sosok Marcus Rashford dan Mkhitaryan berdiri sejajar di sebelah Zlatan Ibrahimovic.

Perubahan kembali dilakukan ketika The red Devils menang tiga gol tanpa perlawanan atas Leicester City. Kali ini, skema yang digunakan adalah 4-4-2. Ia memasangkan Rashford dengan Ibrahimovic. Sedangkan Mkhitaryan bertugas mengisi sektor kiri serangan.

Mou menyampaikan di laman resmi Setan Merah bahwa ia tak perlu pergantian pemain, ia hanya perlu mengubah peran para punggawanya di lapangan. Maka mereka harus selalu siap siaga karena setelah lima, sepuluh, atau dua puluh menit, ia mungkin akan merubah strateginya. Menurutnya anak asuhnya mempunyai potensi tersendiri dan mampu melakukan hal-hal baru yang bisa mencengangkan lawannya.

Bagi The Special One, salah satu punggawa The Red Devils yang selalu siap siaga akan pergantian posisi ialah Mkhitaryan. Dia pun mengaku bahwa menugaskan Mkhitaryan di sektor manapun yang ia kira bisa membantu tim adalah hal krusial bagi timnya. Bahkan, ia juga siap menugaskan eks playmaker Borussia Dortmund itu sebagai bek sayap kiri seperti yang dilakukan di paruh kedua kontra The Foxes.

Dia siap dari aspek mentalitas untuk menghadapi perubahan. Ia pun siap bermain di posisi mana pun. Formasi ini diterapkan guna untuk mengejutkan musuh. Skuatnya pun harus menghadapi perubahan ketika laga sedang bergulir. The Special One pun telah mengkoordinasikannya kepada para anak buahnya sebelum laga dimulai.

Kini, MU berupaya untuk meneruskan tren positifnya di Liga Primer Inggris. Pada hari sabtu 11 Februari 2017 dini hari, mereka sukses menumbangkan Watford pada laga pekan ke-25 di Old Trafford dengan perolehan skor 2-0. Dengan hasil ini MU sukses membukukan 16 pertandingan tanpa kekalahan.

The Red Devils pun saat ini bertengger di posisi ke 6 dengan total perolehan poin 48 dari 25 laga yang telah mereka lalui di Liga Primer Inggris. Mereka pun hanya tertinggal 1 angka dari City dan Liverpool yang berada diatasnya, serta tertinggal 2 angka dari Arsenal dan Spurs yang memeduduki posisi 3 besar. Namun City yang masih belum menjalani laga ke-25nya masih bisa memperlebar keunggulannya bila skuat asuhan Pep berhasil menggulingkan Bournemouth 14 Februari 2017 nanti.

Highlights MU Vs Watford 2017

Arsenal Gagal Pertahankan Posisi 2 Setelah Dilibas Watford


Liga InggrisArsenal terpaksa menelan pil pahit setelah tumbang dengan skor 1-2 oleh Watford. Hasil yang mengecewakan ini membuat mereka merosot ke posisi ke-3 di ajang bergengsi Liga Inggris. Uniknya hal tersebut menjadi kekalahan pertama Skuad besutan The Professor itu di tahun 2017.

Arsenal masih harus tampil tanpa ditemani oleh sang juru taktik mereka, Arsene Wenger. Manajer berkebangsaan Prancis tersebut sedang melaksanakan hukuman larangan menemani tim pada empat laga selepas mendorong sang pengadil lapangan ke-4 di kala menghadapi laga melawan Burnley beberapa waktu lalu.

Hal yang tak diduga adalah tim yang ditukangi oleh The Professor mesti kecolongan di menit 10. Lesakan salah seorang centre back The Hornets, Kaboul dengan mantap mengelabui penjagaan Cech.

Meskipun dalam keadaan tertinggal 0-1 Arsenal kerap melancarkan serangan demi menyamakan kedudukan. Tanpa terduga, gawang yang dijaga oleh mantan kiper The Blues tersebut malah harus kembali kecolongan pada menit ke-13.

Terjangan dari Etienne Capoue semestinya dapat dihalau oleh Cech. Tapinya stiker The Hornets, Deeney langsung merampas bola tersebut dan di konversikan menjadi gol sehingga menambah keunggulan timnya sebanyak 0-2 atas sang tuan rumah.

Tim Meriam London dengan berat hati harus menarik Aaron Ramsey di menit 20. Playmaker berusia 26 tahun itu terkena cedera dan akhirnya harus diistirahatkan dan posisinya diambil alih oleh Alex Oxlade Chamberlain.

Arsenal terus menekan dengan serius setelah kecolongan dua angka, beberapa peluang berhasil diciptakan. Namun lini belakang Watford dengan gigih terus mementahkan ancaman yang dibuat oleh The Gunners.

Hingga jeda turun minum, Tim besutan The Professor nyatanya tidak dapat menorehkan satu pun angka. The Hornets pun menutup babak pertama dengan 2-0.

Tim London utara itu pun memperoleh kesempatan mencuri angka di menit 51. Tapi sayangnya tendangan Chamberlain pun masih belum bisa menyelamatkan tim nya dari keterpurukan.

Hasil kerja keras Skuad The Professor pun berbuah manis di menit ke-58. Iwobi sukses menerima dan meneruskan operan akurat dari Alexis dengan tendangan volinya yang merobek jala The Hornets.

Seusai berhasil memperkecil jarak ketertinggalan, Arsenal terus melancarkan serangan dengan gencar sampai memasuki akhir pertandingan. Tapinya penyelesaian yang kurang maksimal membuat banyaknya peluang yang diperoleh The Gunners di nilai tidak memberikan ancaman terhadap gawang Watford.

Menjelang menit 85, Tendangan dari salah seorang punggawa baru dari skuad The Professor, yaitu Lucas Perez masih belum bisa membuahkan hasil. Ambisi tim asuhan The Professor untuk menyeimbangkan kedudukan dan memepet sang pemuncak klasemen pun sirna. Tambahan waktu 5 menit rupanya tak cukup bagi tim Meriam London untuk menorehkan gol kedua. The Gunners pun harus berbesar hati mengakui kemenangan sang tamu pada Matchday ke-23 ini.

Kekalahan yang dialami oleh Arsenal ini membuat mereka harus merelakan posisi ke-2 kepada rival sekota The Lilywhites yang bermain imbang dengan Sunderland dini hari tadi. Arsenal pun saat ini telah berhasil mengantongi 47 poin, terpaut 9 poin dari sang pemuncak klasemen Liga Primer Inggris, Chelsea yang saat ini telah memperoleh 56 poin.