3 Pesepakbola yang Disinyalir Kompatibel Jadi Suksesor Ibrahimovic

Liga Inggris – Kontribusi Zlatan Ibrahimovic bagi Manchester United tak perlu lagi diragukan. Teranyar, berhasil mengantarkan MU merengkuh trofi EFL Cup 2016/2017. Ia menjadi pahlawan kemenangan MU atas Southampton. Kontribusinya tersebut membuat The Red Devils semakin terlihat sangat membutuhkan sosok Ibrahimovic. Masalahnya, masa depan pemain berusia 35 tahun itu di Old Trafford juga belum menemukan titik temu. Kontrak yang disetujuinya akan segera usai pada musim panas mendatang.

Sang juru taktik Jose Mourinho pun telah mengakui bahwa ia berharap Ibrahimovic bertahan setidaknya semusim lagi. Walau pada akhirnya ia mungkin sepakat untuk memperpanjang kontrak, The Red Devils tetap harus bergegas mencari pemain yang bisa jadi suksesornya. Itu alasan akhir-akhir ini Setan Merah gencar dihubung-hubungkan dengan sejumlah juru gedor top Eropa. Berikut kandidat yang tepat jadi suksesor Ibra:

1. Alexandre Lacazette


Dalam empat musim terakhir, juru gedor Olympique Lyon ini telah menunjukkan potensinya sebagai salah satu penyerang tersubur di Liga Prancis. Konsistensinya sebagai mesin gol ulung terus dipertahankan. Keganasannya didepan gawang mulai nampak ketika ia membukukan 22 gol dari 54 laga di musim 2013/2014. Semenjak itu, ia tak pernah mencatatkan kurang dari 20 gol selama semusim penuh. Bahkan, ia mampu mencatatkan 31 gol dari 40 laga musim 2014/2015.

Kansnya untuk melangkahi torehan itu cukup terbuka bagi Lacazette di musim ini. Lantaran, juru gedor berusia 25 tahun itu telah membukukan 27 gol. Dengan kekuatan finansial Mu, disinyalir akan mudah membujuk Lacazette. Masalahnya, Mourinho mungkin harus menunggu dengan sabar jika serius menjadikan Lacazette sebagai targetnya. Itu karena Lacazette belum punya pengalaman merumput di Liga Inggris.

2. Harry Kane


Kane seolah menjadi jawaban bagi tim nasional Inggris yang tengah kesulitan menemukan ujung tombak berkualitas dalam beberapa tahun terakhir. Namanya mulai menjadi sorotan setelah bermain impresif di musim 2014/2015. Waktu itu, Kane mempersembahkan 31 gol bagi Tottenham Hotspur dari 51 laga. Padahal, di musim sebelumnya ia hanya mendulang empat gol dari 19 laga. Konsistensinya sebagai ujung tombak lini serang The Lilywhites sanggup dipertahankan hingga sekarang.

Di usianya yang baru 23 tahun, Kane telah mencatatkan 86 gol dari 154 laga. Jasanya yang membuat The Lilywhites sanggup berkompetisi dengan tim-tim papan atas. Tentu, akan menjadi jawaban tepat jika The Red Devils meminangnya. Masalahnya, Tottenham tentu tak akan mau melego Kane dengan harga rendah. Maklum, mereka telah terbiasa mengeruk keuntungan besar dari penjualan para pemain bintangnya seperti Gareth Bale dan Luka Modric.

3. Romelu Lukaku


Usia yang terbilang masih cukup muda dan banyak pengalaman di Liga Inggris membuat Lukaku bisa menjadi solusi pas. Ia hijrah ke Inggris setelah dipinang Chelsea pada musim panas 2011 dengan mahar 22 juta euro. Sayangnya, ia tak mendapatkan nasib baik selama berseragam The Blues. Pada akhirnya, ia dilepas ke Everton pada September 2013 dan dijual secara permanen semusim setelahnya. Sejak berkostum Everton, talenta dan kualitas Lukaku mulai nampak.

Di musim ini, penyerang kelahiran 13 Mei 1993 itu telah mengemas18 gol dan lima assist dari 27 laga. Secara keseluruhan, ia telah membukukan 79 gol dan 27 assist dari 154 laga bersama The Toffees. Uniknya, tokoh yang memutuskan untuk melego Lukaku ke Everton adalah Mourinho sendiri. Artinya, The Special One yakin bahwa itu adalah pertimbangan terbaik bagi Lukaku. Koneksinya saat masih bekerja sama di Chelsea bisa menjadi alasan Mourinho untuk membujuk Lukaku ke Old Trafford.

Kualitas Ibrahimovic Tak Pernah Sekalipun Mengecewakan Mou

EFL Cup – Ketika perolehan skor masih berimbang 2-2. Rasa was-was dan gusar melanda kedua kubu baik Manchester United maupun Southampton sama-sama menginginkan kemenangan. Kedua juru taktik di kubu yang berlawanan pun tampak resah di pinggir lapangan. Tapi peruntungan baik berpihak kepada Setan Merah.


Zlatan Ibrahimovic memantapkan kemenangan bagi Setan Merah, usai pemain berkebangsaan Swedia itu sukses menuntaskan sebuah peluang yang menjadikan skor akhir berubah 3-2. Ibrahimovic, dengan akurasi yang terukur tentu saja tak menyia-nyiakan operan lambung Ander Herrera dari sisi kanan. Eks bomber Paris Saint Germain (PSG) menumbangkan Fraser Forster, kiper Southampton, melalui sundulan mematikan tiga menit jelang waktu normal selesai.

Dan tak lama setelahnya, Andre Marriner, hakim lapangan yang memandu jalannya pertarungan, meniupkan peluit panjang tanda selesainya laga. Begitulah, armada yang dikomandoi Jose Mourinho memenangkan partai puncak EFL Cup. Wembley Stadium menjadi saksi keperkasaan The Red Devils di kejuaraan ini. Ini merupakan hasil vital musim ini, mengingat MU agak kalang kabut di Liga Primer Inggris, kejuaraan paling bergengsi di Britania.

Dengan mengoleksi 48 poin, The Red Devils belum juga bergeser dari urutan keenam papan klasemen sementara. Tertinggal cukup jauh dari Chelsea, sang pemuncak klasemen, yang telah mengoleksi 63 poin. Tepikan dahulu perihal Liga Primer inggris, persaingan yang sangat ketat itu. MU sedang bersuka cita, menanggapi kemenangan mereka di Wembley. Ini adalah titel kelima. Sebelumnya, musim 1991/1992, 2005/2006, 2008/2009, dan 2009/2010, MU juga naik ke panggung kehormatan. Ibrahimovic memang pantas disebut sebagai pahlawan.

Bomber kawakan tersebut, di menit ke-18 membuka keunggulan bagi The Red Devils 1-0. Gairah pasukan arahan Mourinho semakin menggelora. Menit 38, Jesse Lingard menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Namun, Southampton pun pantang menyerah. The Saints, bagaikan pejuang di medan pertempuran, berjuang tanpa lelah. Hasilnya impresif. Dua gol balasan berhasil dikemas, menit 45 dan 48. Dua gol dicuri oleh Manolo Gabbiadini dan dia hanya perlu waktu kurang dari tiga menit.

Bukan hanya kali ini Ibrahimovic tampil gemilang. Pada laga-laga sebelumnya, pemain yang berusia 35 tahun ini banjir pujian karena gol atau assist yang dia ciptakan. Tak ayal jika Mourinho begitu mengharapkan Ibrahimovic, kapan dan di mana pun timnya tampil. Dengan kata lain, Ibrahimovic adalah jawaban utama di sektor serangan The Red Devils.

Jika Mourinho pada akhirnya memuji Ibrahimovic setinggi langit, itu sesuatu yang biasa. Bukan hal yang berlebihan atau opera semata. Mourinho bahkan dengan percaya diri menimbang antara Ibrahimovic dengan Paul Pogba, pemain termahal di dunia. Pogba mungkin berada di tingkat yang setara, namun Ibrahimovic sangat spesial menurut Mourinho.

Claude Puel, juru taktik Southampton, tak ketinggalan melontarkan pujian. Ia telah lama mengenalnya semenjak di Ligue 1 Perancis. Menurut Puel, Ibra merupakan seseorang yang sangat percaya diri dan berjiwa pemimpin. Meski dia hadir ke sini di usianya yang telah menginjak 35 tahun, namun ia selalu berusaha untuk melakukan hal-hal yang impresif.

Highlights Final EFL Cup Manchester United Vs Southampton 2017

Ibrahimovic Jadi Top Scorer Sekaligus Pemasti Kemenangan Setan Merah

Liga Inggris – Zlatan Ibrahimovic sanggup membuktikan bila usia yang sudah dinilai tua bukan menjadi alasan penghambat untuk tetap aktif bermain sepak bola secara profesional. Banyak yang mempertanyakan Ibra ketika dia dipinang oleh Manchester United pada musim panas lalu. Di usianya yang sudah menginjak 35 tahun, pensiunan striker internasional asal Swedia itu diperkirakan tidak akan mampu berbuat banyak. Jasanya untuk ‘The Red Devils’ tidak akan banyak.

Zlatan Ibrahimovic (Manchester United) 2016/2017

Dalam tujuh bulan Ibrahimovic telah sukses menjadi pencetak gol terbanyak Manchester United di dua musim terakhir. Sumbangan sejumlah golnya sering kali merupakan gol penentu kemenangan bagi The Red Devils. Ibra menjawab semua keraguan atas dirinya dari berbagai pihak di atas lapangan dengan kemampuannya yang paling utama, yakni mencetak gol.

Setelah di tengah pekan lalu membukukan hattrick di kompetisi Liga Europa, Ibra kembali menambah pundi-pundi golnya ketika timnya, Manchester United bertautan dengan Blackburn Rovers di ajang Piala FA. Jika dijumlahkan sejak awal musim di semua kejuaraan, angka yang telah dia bukukan sudah berjumlah 24 gol. Tak ada satu pun pemain MU dalam dua musim terakhir bisa mengoleksi 24 gol di semua kompetisi. Sedangkan Ibrahimovic berhasil membukukannya hanya dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Dan yang lebih menakjubkan lagi, gol yang dipersembahkan oleh Ibrahimovic tak sedikit yang berbuah menjadi penentu kemenangan timnya. Ketika kebuntuan melanda The Red Devils, Ibra hadir sebagai sosok pemecah kebuntuan tersebut. Sama seperti yang terjadi dalam laga kontra Blackburn.

Khusus di Liga Primer Inggris, eks ujung tombak Juventus, AC Milan, Inter Milan, Barcelona dan Paris Saint Germain itu sudah mengoleksi 15 gol. Dari semua gol yang ia hasilkan itu sebagian menjadi penentu tiga poin bagi United, yang jika dijumlah telah mempersembahkan 11 poin bagi United. Koleksi gol Ibra setara dengan koleksi Diego Costa.

Ibrahimovic menjadi sosok penentu kemenangan dalam laga kontra Southampton, Crystal Palace dan West Brom lewat gol yang dia ciptakan. Sementara dalam laga kontra Wesh Ham United dan Liverpool, golnya sukses menyeimbangkan ketertinggalan United.

Itu belum dijumlahkan dengan dua golnya yang bersarang di gawang Swansea, dan satu lainnya ketika United berhadapan dengan Everton. Di Europe League pun, Ibra menjadi penentu kemenangan MU atas Zorya Luhansk (1-0) di leg kedua, seusai menciptakan gol di leg pertama (2-0). Dan satu lagi golnya di panggung Community Shield. Gol yang hadir pada menit 88 itu sukses mengantarkan The Red Devils menang 2-1 atas Leicester City.

Pada tanggal 23 Februari nanti MU akan kembali berhadapan dengan Saint Etienne pada leg kedua babak 16 besar Europe League. Para pendukung The Red Devils pun tak sabar untuk melihat sang ujung tombaknya beraksi dan mengantarkan MU ke babak selanjutnya.

Thierry Henry : Saya Dukung Zlatan Ibrahimovic Merumput di MU

Rumor perihal kepindahan Zlatan Ibrahimovic ke Manchester United menuai tanggapan dari pemain berkebangsaan Perancis, Thierry Henry. Bahkan, Thierry pun mendukung langkah United untuk bisa menjadikan Ibrahimovic sebagai pemain The Red Devils.

Berakhirnya kontrak Ibrahimovic di PSG memang menjadikan Zlatan Ibrahimovic itu bebas bergabung ke tim manapun kemana ia mau. Sebelumnya, Ibrahimovic memang telah dikabarkan diminati beberapa klub, namun Manchester United yang paling difavoritkan untuk menghadirkan pemain berkebangsaan Swedia itu.

Dalam sejarahnya, Thierry Henry sendiri juga pernah bermain bersama Ibrahimovic selama satu musim, yakni pada musim 2009-2010 di Barcelona. Tak heran jika Thierry tahu bagaimana Ibrahimovic dan apa bisa ditawarkan untuk klub yang akan dibelanya nanti.

“Saya tidak masalah apabila MU dapat mendatangkan Ibrahimovic. Saya juga pernah bermain bersamanya. Dia adalah sosok pemain yang menyenangkan dan profesional. Saat masuk ke lapangan, ia bermain layaknya seorang bintang, namun di luar lapangan ia adalah sosok yang rendah hati. Saya enggan memberikan komentar buruk mengenainya dan saya yakin dia berhasil bersama Manchester United,” ujar Thierry Henry.

Sampai saat ini, Zlatan Ibrahimovic sendiri masih banyak diincar oleh sejumlah klub besar apabila melihat performa apiknya di musim yang lalu. Semakin bertambah usianya, ia mampu menorehkan 52 gol bersama PSG dan menjadikan klub tersebut menuai gelar juara Liga Prancis di empat musim secara beruntun.

Tersingkir Liga Eropa, Ibra Bawa PSG Menuju Final Prancis

Gol semata wayang Zlatan Ibrahimovic telah membawa Paris Saint-Germain (PSG) maju ke partai final Piala Perancis. PSG mengalahkan FC Lorient dengan skor 1-0 di Stadion Moustoir, Perancis, pada hari Selasa malam silam waktu setempat.

Setelah tergusur dari Eropa di babak perempat final, Ibra dan PSG lagi-lagi harus memburu titel kompetisi domestik. Adapun gelar Liga Perancis, Ligue 1, telah berhasil dikunci Ibra dkk sejak pertengahan Maret lalu.

Walaupun ia memiliki kondisi fit, butuh hampir 3/4 waktu normal pertandingan bagi PSG mencetak gol ke gawang PSG. Berawal dari operan Angel di Maria, Ibrahimovic berhasil menghindari dua pemain bertahan Lorient dan mencetak skor dari daerah tepi kotak penalti.

Kini, Ibrahimovic dan skuatnya akan menanti siapa lawan mereka di partai puncak yang akan digelar di Stade de France pada 21 Mei mendatang. Apakah klub Ligue 2 Sochaux atau klub rival Olympique de Marseille. Sochaux dan Marseille baru akan melakoni laga semifinal pada hari ini.

Selain bertanding di final Piala Perancis, PSG juga akan bertempur di final Piala Liga pada akhir pekan ini. PSG akan melawan rivalnya Lille dalam partai final yang akan berlangsung akhir pekan ini.

Dengan, dua laga final berikutnya itu, PSG dapat memenangkan treble kompetisi domestik untuk kali kedua secara berendeng.

Tahun lalu Les Parisiens itu memenangkan treble kompetisi domestik setelah menjuarai Ligue 1 dengan selisih delapan poin. Kemudian menghancurkan Bastia 4-0 untuk gelar Piala Liga, dan menekuk Auxerre 1-0 untuk memenangkan trofi Piala Perancis.