Dzeko Siap Jadi Ancaman Nyata Bagi Crotone

AS Roma Vs Crotone 2016

Setelah ditumbangkan Juventus pada tengah pekan lalu, Crotone pun akan dihadapkan kembali pada laga berat di akhir pekan nanti. Skuat yang saat ini sedang menghuni peringkat kedua, AS Roma, akan berkunjung ke Stadio Ezio Scida pada terusan Serie A akhir pekan ini. Dengan posisi juru kunci yang terus membayangi serta nasib sang manajer Davide Nicola yang bisa dibilang cukup suram, Crotone sepertinya akan mengalami masalah pelik untuk bisa memberikan kejutan bagi I Lupi.

Pada tengah pekan lalu, Crotone sebenarnya bermain cukup bagus melawan La Vecchia Signora. Mereka sukses membatasi ruang gerak dari punggawa La Vecchia Signora dalam membentuk serangan. Dua gol yang dikemas oleh La Vecchia Signora pun sebenarnya lebih kepada kemampuan individu pemain-pemain mereka. Namun, sayang keseimbangan lini belakang mereka tidak terbantu oleh lini serang. Jumlah sepanjang laga, Crotone sangat minim menebar ancaman pada mistar Gianluigi Buffon.

Lain hal dengan Crotone yang tengah goyah, I Lupi justru semakin menunjukkan kepantasan mereka untuk menyaingi Bianconeri demi Scudetto. Kemenangan 4-0 yang mereka bukukan atas Fiorentina seakan menjadi bukti bahwa pasukan yang dikomandoi Luciano Spalletti bukan lagi skuat yang tampil inkonsisten. Edin Dzeko kembali membuktikan ketajamannya dengan mengantongi dua gol. Federico Fazio dan Radja Nainggolan masing-masing mengantongi satu gol dan mengantarkan Roma ke peringkat kedua klasemen sementara Serie A.

Dengan kemungkinan kembalinya Mohamed Salah setelah kompetisi Piala Afrika, I Lupi bisa dikatakan kini berada dalam kekuatan penuh. Lini tengah yang diisi tiga serangkai Kevin Strootman, Nainggolan, dan Daniele De Rossi pun semakin mantap. Belum lagi, nama terakhir membukukan dua assist pada laga kontra La Viola, sesuatu yang terakhir kali ia dapatkan di Serie A lima tahun silam. Walaupun ditempati oleh pemain dengan karakter bertahan, lini tengah Roma justru menjadi tumpuan mereka mampu bermain dengan baik sejauh ini.

Tapinya, Dzeko jelas akan tetap menjadi punggawa yang mendapat nilai plus dari para pemain belakang Crotone. Dengan torehan 17 gol, striker berkebangsaan Bosnia ini kini berpredikat sebagai pencetak gol terbanyak sementara Serie A. Dengan produktivitasnya, Dzeko pun bisa diandalkan Roma untuk melewati semua laga yang mereka punya selama sebulan kedepan. Dan, selain tentunya menuntun I Lupi meraih kejayaan, Dzeko juga harus terus menambah pundi-pundi golnya demi menyabet titel Capocannoniere pada akhir musim.

Upaya Crotone untuk bisa terus berlaga di kasta tertinggi Italia musim depan mungkin akan dihadapkan pada ujian berat pada akhir pekan ini, begitu juga pada bulan-bulan ke depan baik secara fisik maupun mental. Tapinya, mereka harus tetap berupaya untuk mendekatkan diri mereka pada zona aman Serie A. Bagi I Lupi, tiga poin penuh pastinya akan membantu mereka untuk tetap membuntuti La Vecchia Signora di puncak klasemen dan menjauhi diri dari kejaran Napoli.

Roma Vs Crotone (4-0) Highlights Serie A 2016/17

Benarkah Allegri Ditafsir akan hengkang dari La Vecchia Signora?

Massimiliano Allegri (Juventus)

Massimiliano Allegri saat ini mungkin sedang berada dalam salah satu momen terbaiknya. Dengan performa yang ditampilkan oleh anak didiknya sejauh ini, Nyonya Tua dinilai akan segera menorehkan rekor baru di dunia sepakbola Italia. Kemenangan gemilang yang mereka raih atas Crotone pun semakin mendekatkan diri mereka pada Scudetto musim ini. Dan hal terspesialnya, jikalau si Nyonya Tua sukses menyabet titel tersebut, maka itu gelar tersebut akan menjadi gelarnya yang keenam secara berturut-turut.

Torehan fantastis itu sontak akan menghiasi karir Allegri sebagai pelatih. Dengan kesuksesannya mengantarkan The Old lady untuk kembali mendominasi di Italia, pastinya Allegri melanjutkan budaya yang sudah dicatatkan oleh juru taktik La Vecchia Signora sebelumnya. Disamping itu, Bianconeri pun masih mempunyai kans untuk meraih treble winner karena mereka masih akan berlaga di kompetisi Coppa Italia dan juga Liga Champions.

Rentetan prestasi yang sudah ia bukukan tersebut memang membuat Allegri menjadi salah satu manajer yang banyak diincar oleh kesebelasan-kesebelasan top Eropa. Satu klub yang kerap dihubung-hubungkan dengan pria berkebangsaan Italia tersebut adalah klub top Liga Primer Inggris, Arsenal. Dengan kontrak Arsene Wenger yang akan segera berakhir dan disinyalir tidak akan ada perpanjangan kontrak, petinggi The Gunners pun mulai mencari calon pengganti pria berdarah Perancis tersebut. Dan, nama Allegri pun sepertinya masuk ke dalam kriteria sebagai penerus Wenger.

Berita yang beredar dari Turin pun menjurus kepada Meriam London. Allegri dan Nyonya Tua diisyaratkan sudah membuat semacam persutujuan pada Januari lalu. Isi persetujuan tersebut pun tidak lain adalah sang juru taktik akan angkat koper pada akhir musim ini. Alasan kepergiannya itu pun bukan karena pertengkaran atau hal negatif lainnya namun memang karena Bianconeri ingin memulai era baru.

Jikalau benar angkat koper, maka Allegri bakal meneruskan jejak pendahulunya, Lippi di era 90-an, dimana tidak ada juru taktik Bianconeri yang tinggal lebih dari 3 tahun. Walaupun tidak ada klarifikasi dari kedua belah pihak, pernyataan Allegri pada konferensi pers pasca laga kontra Pitagorici semakin membuat isu ini berhembus kencang.

Dewan tinggi Bianconeri pun ikut menampik soal kepergian Sang juru racik, Giuseppe Marotta, yang menjelaskan bahwa Allegri masih mendapat respek dan dikagumi oleh petinggi lain, para pemain dan fans La Vecchia Signora. Ia tidak memiliki alasan untuk angkat koper dari klub asal Turin.

Jika benar Allegri akan angkat koper dari klub asal Turin, klub pun diberitakan sudah menyiapkan beberapa nama sebagai suksesor. Yang cukup sering disebutkan adalah manajer Fiorentina, Paulo Sousa. Meskipun belum berhasil mengantarkan La Viola menjadi juara musim ini, status Sousa sebagai legenda Bianconeri kelihatannya cukup mumpuni untuk menjadi suksesor Allegri dan tentunya dengan gaya bermain yang mengesankan.

Yang lebih mencengangkan mungkin adalah masuknya nama Luciano Spalletti dalam daftar belanja musim nanti. Dengan berakhirnya kontrak Spalleti yang akan habis pada akhir musim dan belum juga diperpanjang, Spalletti pun diisyaratkan bisa datang ke Turin apabila Allegri melepas tanggung jawabnya kelak.

Allegri Berharap Formasinya Kini Dapat Terus Membuahkan Hasil Positif

Massimiliano Allegri (Juventus)

Eks pemain belakang Juventus, Fabio Cannavaro, berkata ia puas menyaksikan strategi baru yang diracik oleh Massimiliano Allegri untuk Si Nyonya Tua.

Bianconeri di era kepelatihan Antonio Conte, dikenal dengan penerapan formasi 3-5-2. Taktik itu sempat diteruskan di masa kepemimpinan Allegri. Tapinya, Allegri kemudian menerapkan formasi 4-2-3-1. Alhasil membuat Cannavaro merasa sangat puas.

Massimiliano Allegri merasa cukup senang dengan pergantian strategi yang sudah ia lakukan bersama dengan Nyonya Tua. Sang juru taktik Nyonya Tua bahkan kini berencana untuk mematenkan skema 4-2-3-1 yang belakangan membuat Si Nyonya Tua tampil solid.

Di awal musim, Allegri punya dua skema unggulan yang dapat digunakan di Bianconeri. Formasi tersebut yakni 3-5-2 dan juga 4-4-2. Dengan dua skema itu, Allegri telah menghadiahkan dua titel scudetto untuk kesebelasan asal Turin.

Hanya saja, struktur formasi Allegri mulai berubah pada musim 2016/2017 ini. Berawal dari performa yang dinilai tidak konsisten yang dialami Bianconeri pada putaran pertama, eks juru taktik I Rossoneri ini kemudian mengganti formasi menjadi 4-2-3-1. Disamping itu, formasi ini juga diterapkan untuk memaksimalkan potensi para striker seperti Mario Mandzukic, Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala.

Allegri berharap formasi itu bisa dipermanenkan oleh Bianconeri karena pergantian formasi akan berujung pada pergantian gaya permainan tim. Taktik yang telah dipakai oleh Allegri ini telah memperoleh hasil yang bagus dan membuahkan kebahagiaan yang luar biasa. Taktik tersebut juga telah menghasilkan banyak kemenangan bagi Bianconeri dan para pemain pun akan puas akan usaha yang telah dilakukannya berbuah manis.

Si Nyonya Tua saat ini bertengger di puncak klasemen Serie A dengan torehan poin sebanyak 54 dari 22 laga yang telah mereka lalui. Mereka unggul tujuh angka dari I Lupi yang sedang menghuni posisi runner-up dengan torehan 50 poin dari 23 laga yang telah mereka lalui. Tapinya, sejauh ini Bianconeri telah menderita kekalahan sebanyak empat kali.

Allegri mengaku puas dengan transformasi yang telah dilakukannya di Juventus. Walaupun demikian, ia merasa bahwa performa Miralem Pjanic dan rekan-rekannya masih belum sampai pada tahap maksimal. Allegri yakin bahwa anak didiknya masih bisa menampilkan performa yang jauh lebih baik lagi.

Allegri menuturkan bahwa tim arahannya harus terus meningkatkan performa dan menjaga stamina fisiknya. Karena dalam sepakbola selalu terjadi hal-hal diluar dugaan. Pertahanan yang diperkuat dengan 8 orang pun belum tentu bisa menjaga lini pertahanan lebih baik sehingga bisa mencegah kebobolan.

Dalam sepakbola, keseimbangan dan pengorbanan harus berjalan beriringan. Ketika melancarkan serangan, beberapa pemain belakang diharapkan bisa membantu sektor depan untuk memaksimalkan serangan, sedangkan ketika sedang berada dalam posisi tertekan, pemain depan pun terkadang harus mundur untuk membantu memperkokoh pertahanan. Semua penyeimbangan itu dilakukan semata-mata demi satu tujuan yaitu memperoleh kemenangan bagi tim.

Herrera Percaya The Red Devils Finis Di 4 Besar

Ander Herrera (Manchester United)

Liga Inggris – Manchester United berhasil bangun kembali dari kemundurannya. Sampai pada matchday ke-24 Premier League, Setan Merah sudah mengemas 45 poin dan mereka semakin membuka kans untuk masuk ke urutan lima besar.

Saat ini The Red Devils bercokol di posisi keenam tabel klasemen sementara. Skuat didikan Mourinho terpaut 1 poin dengan Liverpool, dua poin dari Arsenal, 4 poin dari Manchester City dan 5 poin dari Totthenham Hotspur. Meninjau dari sisa laga yang masih cukup banyak, The Red Devils diprediksikan masih punya kans untuk menyudahi musim ini di posisi lima atau mungkin empat besar.

Menurut Ander Herrera saat ini skuatnya sedang mengusahakan yang terbaik untuk bisa masuk ke posisi empat besar lantaran saat ini tim besutan Mou ini sedang dalam konsisi yang baik. Sebelum mengalahkan Leicester, mereka tidak menang dalam 3 laga terakhir secara beruntun di Liga Primer Inggris.

Dalam tiga tahun terakhir, The Red Devils tak pernah finis di urutan tiga besar. Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson, The Red Devils hanya mampu mengakhiri musim di urutan ketujuh (2013/2014), empat (2014/2015) dan lima (2015/2016). Fans menduga MU akan kesusahan bersaing di musim ini sebab skuat-skuat lain terus berjuang ketat di papan atas klasemen Liga Primer Inggris. Tapinya, Herrera tak mau putus asa. Ia yakin skuatnya bisa mendapat tiket berlaga di Liga Champions.

Meskipun saat ini Setan Merah masi menghuni posisi ini, Herrera memaparkan bahwa musim ini masi terus bergulir dan belum berakhir. Mereka masih bisa meraup poin yang lebih banyak dari musim lalu, mereka akan membuktikannya di akhir musim. Pada saat yang sama Herrera juga mengkritik tentang torehan gol Setan Merah yang masih terbilang sedikit. Catatan gol mereka masih jauh tertinggal dari lima skuat yang ada di atasnya.

Beberapa waktu lalu, sang manajer yang menukangi The Red Devils sempat tidak puas lantaran para punggawanya sangat bergantung pada sang bomber anyar, Zlatan Ibrahimovic. Bagi Herrera, itulah kekurangan skuatnya dan ia berkomitmen akan lebih bersungguh-sungguh untuk membantu lini depan dalam melancarkan serangan.

Semua pemain sangat berharap bisa menyumbangkan kontribusi lebih berupa gol, namun dalam sepakbola semua terkadang tidak berjalan sesuai rencana dan target yang telah dicanangkan oleh manajer, walaupun begitu Herrera akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi skuatnya dan bagi para pendukung The Red Devils.

Menurut Herrera pun Zlatan, Rashford, Mkhitaryan, Mata dan Martial bisa saja mencetak gol tapi dirinya juga akan terus berusaha meskipun tidak mencetak angka namun ia akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membuat The Red Devils finis di empat besar demi berlaga di pentas Liga Champions musim depan.