3 Juru Racik Yang Kapabel Menjadi Suksesor Ranieri

3 Juru Racik Yang Kapabel Menjadi Suksesor Ranieri

Liga Inggris - Sederet rapor yang kurang memuaskan menjadi alasan pertimbangan pihak manajemen. Leiecester kini berpeluang terdegradasi dengan hanya m

Jikalau Nanti Juara, Leicester Akan Dikenang 40 Tahun
Arti Tangis Ranieri Seusai Kesuksesan Leicester
Bursa Transfer Musim Ini Bikin Fokus Riyad Mahrez Buyar

Liga Inggris – Sederet rapor yang kurang memuaskan menjadi alasan pertimbangan pihak manajemen. Leiecester kini berpeluang terdegradasi dengan hanya mengantongi keunggulan dua poin atas Sunderland di posisi terbawah klasemen. Namun, pihak manajemen tentu tidak bisa langsung saja membebas tugaskan juru taktik lama. Mereka harus menemukan suksesor yang layak untuk pembenahan skuat. Berikut beberapa kandidat untuk menjadi suksesor Ranieri dalam menukangi The Foxes :

1. Roberto Mancini


Seringkali Roberto Mancini mengutarakan hasratnya untuk berkiprah lagi di Premier League. Leicester merupakan awal pesona juru taktik kelahiran 27 November 1994 itu terhadap Premier League. Ia pernah berkostum Leicester di tahun 2001, sebelum akhirnya angkat koper demi menerima tawaran menukangi Fiorentina.

Menilik dari masa lalunya, Mancini pernah menyodorkan dukungan kepada Leicester City dalam persaingan titel juara Liga Primer 2016-2017. Apa yang telah dicapai Ranieri untuk Leicester membuat dirinya terkesan. Ia pernah melatih di sana dan mengerti fakta yang ada di kesebelasan tersebut.

Pemahamannya terhadap The Foxes mungkin saja bisa menyebabkan pihak manajemen memintanya menjadi suksesor Ranieri. Bukan hal sukar membujuk juru taktik yang pernah mengantarkan The Citizen menjadi kampiun Liga Primer Inggris itu karena statusnya menganggur sejak musim panas 2016.

2. Guus Hiddink


Guus Hiddink merupakan ahli perbaikan. Julukan itu akrab dengan perannya kala menyepakati tawaran Chelsea sebagai juru taktik sementara pada medio musim 2015-2016. Di era kepelatihan Jose Mourinho, Chelsea kian tersungkur hingga nyari terlempar ke zona degradasi. Hiddink mendongkrak kesebelasan yang berjulukan The Blues ke urutan kesepuluh pada akhir musim.

Kenyataan itu bisa dijadikan evaluasi bagi The Foxes. Mereka sangat memerlukan jasa kilat untuk mengangkat posisinya dari peringkat ke-17 atau satu tingkat di atas zona degradasi. Terlebih lagi, ada relasi khusus di antara kedua kesebelasan. Chelsea dan Leicester menjadi kesebelasan yang membebas tugaskan juru taktiknya tidak sampai satu tahun usai mempersembahkan titel juara Liga Primer Inggris bagi klubnya.

3. Ryan Giggs


Ryan Giggs memang bukanlah tokoh yang mempunyai banyak pengalaman seperti Mancini atau Hiddink. Tapi, kinerja masa lalunya sesuai dengan kesebelasan yang membutuhkan jasa perbaikan. Pada musim 2013-2014, The Red Devils sempat menobatkannya sebagai juru taktik sementara untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan yang ditinggalkan David Moyes.

Hasilnya terbilang lumayan. Kesebelasan yang berjuluk Setan Merah memetik dua kemenangan dan satu hasil seri dalam empat partai terakhir Liga Primer Inggris musim tersebut. Dia sempat diposisikan menjadi asisten manajer pada masa kepelatihan Louis Van Gaal, lalu ia melepas jabatan tersebut kala Jose Mourinho datang pada musim panas 2016. Dengan predikat pengangguran dan tekad menambah pengalaman, Giggs mampu menjadi alternatif untuk The Foxes.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
Butuh bantuan? Chat Online 24 Jam