Serie A – Pesepakbola pada umumnya telah mempertimbangkan untuk gantung sepatu ketika usianya menyentuh angka 30-an. Tapi lain hal dengan mereka yang berposisi sebagai kiper. Kebanyakan, kiper malah kian matang mengawal gawang kala umurnya memasuki kepala tiga. Pengalaman membuat mereka semakin paham bagaimana menghadapi segala ragam keadaan di depan gawangnya, mulai dari saat terjadi ketegangan ketika berhadapan satu lawan satu dengan juru gedor lawan, hingga bagaimana menghalau eksekusi tendangan titik putih.

Seringkali karena masih menikmati profesi sebagai penjaga gawang, mereka baru gantung sepatu sewaktu usianya sudah menyentuh kepala empat. Dida dan Van Der Sar adalah dua contohnya. Di Liga Italia Serie A, penjaga gawang yang telah terbilang tua itu pun masih sering dijumpai. Bahkan, ada pula yang masih menjadi tumpuan di kesebelasannya hingga kini. Berikut tiga di antaranya :

1. Marco Storari (40 tahun)


Marco Storari baru saja dipulangkan oleh I Rossoneri dari Cagliari pada jendela transfer musim dingin lalu. Namun, bukan untuk diposisikan menjadi penjaga gawang utama, tetapi untuk membagikan pengalamannya dengan penjaga gawang belia Milan, termasuk Gianluigi Donnarumma. Storari memang memiliki banyak pengalaman. Sepanjang kiprahnya, ia telah berpetualang ke berbagai kesebelasan, di antaranya Juventus, Fiorentina, Sampdoria, Levante, dan Cagliari. Walau seringkali dijadikan penjaga gawang cadangan, Milan menilai Storari punya cukup banyak pengalaman untuk diberikan.

Sebelum pulang ke San Siro, Storari sendiri merupakan tumpuan bagi Cagliari. Musim ini terhitung ia telah merumput sebanyak 16 kali di semua ajang kompetisi. Sejak pulang ke Milan, ia belum sekalipun dimainkan. Masa baktinya di San Siro pun terbilang sebentar, yakni hanya hingga akhir musim ini. Di saat itu, Storari berpeluang untuk pensiun.

2. Maurizio Pugliesi (40 tahun)


Pugliesi mungkin tak terlalu tenar. Sebab penjaga gawang 40 tahun ini lebih sering berkiprah di kejuaraan kelas kedua dan ketiga. Pugliesi akhirnya berlaga di Serie A usai dipinang Empoli tahun 2014 lalu dengan status bebas transfer selepas empat tahun menganggur. Bahkan, uniknya, ia menjalani debut perdananya di kejuaraan kasta tertinggi Italia ketika telah berusia 39 tahun.

Kala itu, Pugliesi merumput sebagai starter ketika Empoli bertautan dengan Torino di laga terakhir musim 2015/2016. Ia pun sukses mengantar Empoli menang dengan perolehan 2-1. Tapi, laga perdananya itu rupanya tak berlanjut. Musim ini, ia belum pernah sekalipun dimainkan. Ia hanya menjadi kiper ketiga di bawah sosok Lukasz Skorupski dan Alberto Pelagotti. Menilai sisa kontraknya yang akan habis musim panas nanti, kecil harapan Pugliesi akan sering merumput di Serie A.

3. Gianluigi Buffon (38 Tahun)


Nama Buffon barangkali sudah melekat dalam dunia sepakbola, terutama di Italia dan Juventus. Di tim nasional Italia saja, sejak World Cup 2002 hingga saat ini, ia tak tergantikan oleh kiper Azzurri lainnya. Di Bianconeri pun lebih-lebih. Dari musim ke musim sejak ia dipinang dari Parma 16 tahun lalu, ia tetap menjadi kiper utama La Vecchia Signoa.

Buffon baru saja menginjak usia 39 pada 28 Januari lalu. Tapi, hingga saat ini, kapten Juventus dan tim nasional Azzurri itu masih tetap gesit dalam memperhitungkan arah bola. Ditemani Leonardo Bonucci, Buffon masuk dalam Tim UEFA 2016.

Selama 16 tahun berkostum Bianconeri, Buffon telah menghadiahkan 7 titel Scudetto dan dua trofi Coppa Italia. Sebelum gantung sepatu, ia berambisi merajai Liga Champions yang belum pernah didapatnya selama kiprahnya menjadi penjaga gawang. Kabarnya, Buffon akan gantung sepatu usai Piala Dunia 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.