700 Imigran Hilang di Laut, Sekjen PBB Syok

New York: Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengaku syok berat dan sangat sedih atas laporan 700 imigran gelap yang dikhawatirkan tewas tenggelam di laut.

Menurut juru bicaranya, Ban menyadari hilangnya ratusan imigran gelap itu merupakan satu dari rangkaian insiden serupa dalam sepekan terakhir di perairan Libya.

“Dia (Ban) sangat syok dan sedih. Dia meminta komunitas internasional untuk menunjukkan solidaritas dan saling berbagi beban dalam mengatasi krisis,” tutur jubir Ban, seperti dikutip AFP, Minggu (19/4/2015).

Sejak awal 2015, sedikitnya 1.600 orang tewas saat berusaha menyeberangi Mediterania menuju Eropa. PBB menyebut ini merupakan rute paling berbahaya yang ditempuh imigran gelap dan pencari suaka.

“Pemerintah tidak hanya harus meningkatkan upaya penyelamatan di laut, tapi juga memastikan terpenuhinya hak suaka dari orang-orang yang melarikan diri dari perang,” sambung juru bicara Ban.

Eropa selama ini kedatangan banyak gelombang imigran gelap dari Timur Tengah dan Afrika, yang sebagian besarnya berusaha mencari kehidupan lebih baik.

Sedikitnya 700 imigran gelap dikhawatirkan tewas saat perahu yang ditumpangi mereka tenggelam di lepas pantai Libya. Tragedi terjadi sepekan setelah dua kapal, yang juga mengangkut ratusan imigran gelap, tenggelam di perairan Libya.

Menurut laporan juru bicara agensi pengungsian PBB atau UNHCR, Carlotta Sami, di Italia, hanya 28 imigran yang berhasil selamat. Sementara nasib sisanya, dari total 700 imigran atau lebih, masih belum diketahui.

Angkatan laut Malta menyebut jumlah imigran yang ada di kapal tersebut sekitar 650. Kabar tenggelamnya kapal diketahui Sabtu dini hari.

“Kami telah mengerahkan aset kami bersama petugas lainnya dari Italia. Kami membantu operasi penyelamatan ini,” ujar juru bicara angkatan laut Malta.

Jika jumlahnya terkonfirmasi, maka ini akan menjadi tragedi terburuk dalam sejarah imigran gelap yang berusaha menyeberang ke negara-negara Uni Eropa via jalur laut.
WIL

Sumber : metrotvnews.com