Serie A – Sepak bola memang tak kenal ampun, bahkan bagi sang ujung tombak terhadap bekas kesebelasan yang telah membesarkan namanya. Palermo yang dihabisi Juventus empat angka berbalas satu yang dihelat di kandang Juventus, Jumat (17/2), merupakan kisah tragis bagi Palermo di pentas Serie A.

Luka Rosanero semakin pedih, lantaran dua gol yang tembus ke jala yang dikawal Josip Posevac dipersembahkan oleh penampilan memukau Paulo Dybala. Ia sukses memperbanyak pundi-pundi golnya di menit 40 dan 89. Dua angka La Vecchia Signora lainnya masing-masing disumbangkan oleh Claudio Marchisio pada menit 13 serta Gonzalo Higuain menit 63. Sedangkan gol balasan tim tamu baru disajikan jelang berakhirnya laga berkat penampilan dari Ivailo Chochev.


Palermo merupakan eks kesebelasan yang pernah dibela oleh Dybala. Penyerang yang berusia 23 tahun itu berkostum Rosanero sejak 2012 sampai 2015 sebelum akhirnya ia berlabuh ke Turin memperkuat La Vecchia Signora. Pendukung setia Palermo tak akan pernah melupakan Dybala, walaupun pemilik paspor Argentina itu sebenarnya tak begitu memukau. Dybala baru bisa menunjukkan tajinya pada musim ketiganya bersama Palermo, dimana dia berhasil sebagai striker yang haus gol dengan torehan 13 gol dan 10 assist, terbanyak di antara teman-temannya. Hasil itu lah yang membuat Bianconeri tertarik mengundangnya ke Turin.

Giuseppe lachini, eks juru taktik Palermo (2013–2015), sempat menyanjung Dybala setinggi langit. Lachini sama sekali tak ragu akan kehebatan Dybala dan ia optimis anak didiknya bisa bersinar bersama Bianconeri. Dia juga berpendapat, sejak pertama kali ia bertemu dengan Dybala, dia tahu dybala merupakan pemain vital. Dia telah belajar cara menguasai bola dan berkembang menjadi pemain seperti sekarang ini.

Maurizio Zamparini, Presiden Palermo, tak mau ketinggalan menyampaikan pendapatnya, baginya Dybala adalah The New Sergio Aguero. Biar bagaimana pun, Dybala memang harus melupakan mantan kesebelasan yang sempat dibelanya itu, setidaknya saat berhadapan di medan pertempuran. Dia harus fokus 100 persen, termasuk ketika menghadapi mantan yang selama ini telah mendidik dan melambungkan karirnya.

Bermain bersama klub raksasa, Dybala tak ingin hanya menjadi pelengkap atau pelapis. Ini merupakan peluang luar biasa yang jarang terjadi dan dia harus terus bisa meyakinkan Massimiliano Allegri, sang juru taktik skuatnya. Ia pun sudah mengoleksi trofi Serie A 2015/2016, Coppa Italia 2015/2016, dan Supercoppa Italiana 2015, Dybala sendiri belum akan berhenti sampai disitu, ia ingin terus meraih keberhasilan bersama La Vecchia Signora karena itulah cita-citanya saat ini.

Dengan kemenangan ini, Si Nyonya tua pun makin kokoh menguasai puncak klasemen sementara Serie A dengan koleksi 63 poin dari 25 laga yang telah mereka lakoni. Mereka terpaut selisih 10 angka dengan Roma yang saat ini berada di posisi kedua dengan koleksi 53 poin dari 24 laga, tertinggal 1 laga dengan sang pemuncak klasemen sementara.

Highlights Juventus Vs Palermo 2017

https://www.youtube.com/watch?v=N35qw4SHz5E