Inilah Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

Inilah Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan

Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa rokok elektrik menjadi alternatif yang lebih aman apabila dibandingkan dengan rokok tembakau biasanya. Pasaln

Efek Samping Jikalau Terlalu Banyak Minum Teh Hijau
Lemak Tubuh Berpengaruh Menghadapi Stress
Waspadai! Ini Lho Bahayanya Jika Jajan di Luar

Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa rokok elektrik menjadi alternatif yang lebih aman apabila dibandingkan dengan rokok tembakau biasanya. Pasalnya, jenis rokok yang satu ini tidak menggunakan tembakau, tapinya hanya cairan yang dinilai lebih aman bagi sebagian besar konsumen rokok ini.

Dalam sebuah studi, disebutkan bahwa rokok elektrik mengandung gas beracun yang berbahaya bagi organ paru-paru dan dapat memicu timbulnya beragam masalah kesehatan lainnya. Tak hanya itu, dijelaskan juga bahwa semakin sering rokok tersebut digunakan, maka akan semakin beracun juga senyawa dan zat-zat yang dikeluarkannya melalui asap.

Seorang Kimiawan dari California bernama Hugo Destaillats menyebutkan jika dirinya dan rekan satu timnya telah menjumpai beragam bahan kimia beracun yang dihasilkan pada rokok elektrik. Ia juga memamparkan bahwa apabila dibandingkan dengan rokok tembakau, jenis rokok yang satu ini lebih aman dikonsumsi untuk perokok aktif.

Sejatinya, uap yang dikeluarkan pada rokok elektrik ini bersumber dari cairan yang dihisap. Dalam penggunaannya, cairan yang digunakan melarutkan beragam jenis perasa yang dikenal dengan nama food grade. Zat pelarut ini dinilai aman untuk dikonsumsi. Tapinya dalam kasus tertentu, jika zat tersebut terhidup lewat paru-paru akan memberikan bahaya yang cukup krusial bagi kesehatan.

Ketika menghirup zat pelarut pada rokok elektrik tersebut, maka cairan tersebut akan mengalami penguapan yang berupa gas ketika melalui suatu kumparan logam panas. Uap yang terkontaminasi dengan zat tersebutlah yang akan membentuk bahan kimia beracun yang salah satunya adalah nikotin.

Senyawa nikotin tersebut akan berimbas buruk pada sistem syaraf penggunanya melalui cara yang sama seperti halnya merokok dengan rokok tembakau. Tapinya, dalam studi terbaru disebutkan bahwa zat pelarut dari bahan-bahan kimia tersebut akan membahayakan ketika dihirup. Pasalnya, ketika terkontaminasi dengan kumparan logam panas, maka akan terjadi perubahan uap yang menjelma menjadi senyawa beracun.

Bahaya rokok elektrik ini disebabkan oleh beragam jenis senyawa seperti asetaldehid dan formaldehid. Perlu kita ketahui, senyawa tersebut apabila terakumulasi di dalam tubuh dalam jumlah yang berlebih akan menyebabkan kanker dan dapat mengiritasi mata.

Tim peneliti dari Berkeley dalam studinya memanfaatkan dua jenis rokok elektrik dengan menggunakan 3 jenis cairan yang berlainan. Perlengkapan uji mekanis yang digunakan menarik udara lewat perangkat elektronik sehingga menghasilkan uap yang pada umumnya orang menghirupnya.

Dalam studi tersebut juga disebutkan bahwa adanya tegangan dari rokok elektrik akan berpengaruh pada jumlah zat beracun yang dikeluarkan dari setiap hembusan. Semakin besar voltase dari rokok tersebut, maka akan semakin cepat pembentukan uap beracun yang dihasilkan.

Tak hanya itu, jenis rokok yang satu ini juga akan menghasilkan zat yang lebih beracun manakala cairan tidak mendapatkan panas yang lebih banyak, sehingga menjadikannya semakin panas dan menguap menjadi cairan yang baru terurai.

Gas beracun pada rokok ini akan semakin meningkat secara bertahap sesuai dengan panasnya kumparan pada logam dan disertai dengan tingginya voltase, sehingga akan muncul dorongan yang kuat dengan adanya 3 senyawa kimia berbahaya tersebut.

Para ilmuan pun membuktikan bahwa apabila dibandingkan dengan uap dari tiupan awal, tiupan berikutnya akan menghasilkan senyawa aldehida yang lebih besar, yakni 60 persennya. Tak hanya itu, mereka juga memaparkan bahwa akan terjadi penumpukan senyawa kimia pada kumparan logam panas dan akan meninggalakan residu. Residu ini berperan sebagai sumber tambahan dalam proses pembentukan zat beracun pada rokok elektrik.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0
Butuh bantuan? Chat Online 24 Jam