Kader PDIP Malu-malu Pilih Jokowi Jadi Ketum

Jakarta: PDI Perjuangan akan menggelar kongres ke-4 di Bali bulan ini. Megawati Soekarnoputri disebut-sebut akan kembali duduk sebagai Ketua Umum partai berlambang banteng moncong putih itu.

Sebetulnya ada beberapa nama yang dinilai pantas menggantikan Megawati. Salah seorang di antaranya adalah Joko Widodo. Jokowi dianggap figur yang paling tepat untuk membesarkan partai.

Menurut peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte, kader PDI Perjuangan sebetulnya ingin ada perubahan kepemimpinan, tapi masih malu-malu mengungkapkannya.

Hal itu tampak dari sensus yang digelar Center for Strategic and International Studies (CSIS).

“Ketua daerah malu-malu semua. Mereka terlalu santun dengan elite partai di pusat. Maunya ada perubahan, tapi tidak bisa keluar dari struktur yang ada,” ujar Philips J Vermonte saat jumpa pers, di Pakarti Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015).

Sementara Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasby menilai pemilik suara sah ditingkat DPC dan DPD PDI Perjuangan mulai rasional untuk melihat masa depan partainya. Kebanyakan dari mereka ingin pemimpin baru. Namun masih takut bicara.

Menurut Hasan, ketua-ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan seperti belum pernah menggunakan hak suara mereka dalam 20 tahun terakhir. Buktinya mereka punya pilihan yang berbeda ketika ditanya soal siapa yang akan dipilih sebagai ketua umum partai dan siapa yang dianggap paling mampu membesarkan partai.

“Dalam survei CSIS, untuk membesarkan partai mereka sebut nama Joko Widodo, namun untuk ketua umum, sebagian besar masih menyebut nama Megawati. Walau dengan catatan hampir 150 DPC sudah mulai berani tidak mengikuti arus aklamasi,” kata Hasan melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Jika lama dibiarkan dan tidak memberikan ruang kompetisi, Sambung Hasan, akan menjadi bom waktu bagi partai berlambang banteng tersebut. Sehingga, lanjut Hasan, partai yang kini berkuasa itu akan lumpuh.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mendapatkan indeks tertinggi sebagai figur yang paling pantas membesarkan PDI Perjuangan. Dia mendapat indeks sebesar 26,6 persen. Di tempat kedua diduduki Puan Maharani dengan indeks 22,8, dan Megawati Soekarnoputri baru menyusul di peringkat ketiga dengan indeks 15. Ganjar Pranowo berada di tempat keempat dengan indeks 9,1. Terakhir, Tjahjo Kumolo mendapat indeks 8,8.

Sedangkan untuk hasil sensus yang bakal dipilih dalam Kongres mendatang, sebanyak 320 DPC atau 68.5 persen ketua partai di daerah mengaku akan mendukung Megawati di Kongres.

KRI

Sumber : metrotvnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here