Claudio Ranieri mengakui bahwa ia enggak berminat untuk menjadi pelatih di Timnas Italia tersebut. Malahan sebaliknya ia ingin pensiun di Leicester, klub yang musim ini berkesempatan besar untuk menjadi juara di Liga Inggris tersebut.

Kesuksesan Ranieri mencetak kinerja spektakuler The Foxes membuat peluang menukangi Gli Azzurri terbuka. Ranieri diplot menggantikan Antonio Conte yang telah memastikan usai Piala Eropa di tahun 2016 nanti melepaskan jabatannya.

“Dalam wawancara dengan Kickers, pada hari Jumat kemarin, Ranieri menegaskan bahwa ia tak tertarik dengan rumor yang mengaitkan dirinya dengan posisi sebagai pelatih di timnas. “Saya senang berada di sini dan tidak berpikir untuk mengubahnya. Saya pikir Leicester rasanya akan jadi tujuan terakhir sebagai pelatih,” ucapnya.

Leicester sekarang matang di urutan pertama klasemen. Dengan sisa lima pertandingannya dan unggul tujuh poin dari peringkat dua yang diduduki Tottenham Hotspurs, sejarah bakal dicetak pria asal Italia berusia 64 tahun tersebut.

“Saya berkepingin manajemen memberikan sebuah kontrak yang panjang pada saya, enam atau tujuh tahun lamanya. Dan selanjutnya saya akan pensiun di sini,” Kepinginan pria berambut putih itu.

Ditanyakan soal rahasia sukses tentang mengasuk Jamie Vardy Cs, Ranieri mengakui ia hanya bekerja sebagai seorang pelatih yang meracik sebuah tim. “Tak ada rahasia apapun. Kami hanya melakukan apa yang sudah seharusnya kami lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.