Merasa Lengkap setelah Main Teater

Akting Putri Ayudya memerankan Suhar sikin, istri Tjokroaminoto di film Guru Bangsa: Tjokroaminoto, mencuri perhatian publik. Hal itu wajar, sebab dunia akting bukanlah hal baru baginya.

Sejak sekolah menengah, finalis Wajah Femina 2008 itu akrab dengan teater. Di kampusnya, Universitas Indonesia, Putri bersama rekan-rekannya bahkan ikut mendirikan Teater Psikologi yang disingkat Teko.

“Masuknya aku ke dunia seni peran berawal dari dunia teater.Ini pilihan yang aku sadari sejak SMA dan semakin mantap saat bergabung di teater kampus,“ ujar alumnus psikologi Universitas Indonesia itu saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Putri mengaku sangat menyenangi dunia seni peran karena ia bisa mempelajari karakter manusia. Hal ini sesuai dengan hobinya yang memang memiliki ketertarikan khusus mengamati perilaku orang lain dan interaksi sesama manusia.

“Dalam hidup kita sering kali merasa rumpang, ada yang kurang. Bukan soal kaya atau tidak, melainkan ada sesuatu yang kita cari yang belum ditemukan. Teater menjawab itu. Karena aku tahu setiap aku sedang dalam proses teater, aku tidak mencari yang lain. Dengan teater aku merasa cukup,“ terang finalis Putri Indonesia 2011 tersebut.

Menurut penuturan Putri, dia pernah jadi atlet karate daerah yang mewakili hingga tingkat nasional. Sejak umur lima tahun, dia juga senang melukis dan menghasilkan uang kecil-kecilan. Berbagai profesi pun pernah dicobanya, dari model, penari, presenter, main musik, bahkan hingga karyawan swasta.

“Segala hal aku coba dan pilihanku jatuh pada seni peran.Kalau ada orang yang bertanya aku apa? Dengan bangga aku akan menjawab aku adalah sto ryteller. Aku bercerita dengan banyak hal, dengan banyak cara, tapi yang pasti aku bercerita dengan tubuhku, dengan suaraku, dan itu yang aku sebut aktor,“ ujar perempuan yang pernah bermain untuk film Pesan dari Samudra arahan Riri Reza itu.

Butuh riset

Di film barunya ini (Tjokroaminoto), Putri membutuhkan riset yang cukup panjang, termasuk menemui cucu dan cicit Tjokroaminoto. Dari situ dia mulai mempelajari kemiripan karakter satu sama lain.

“Aku percaya karena aku orang psikologi, sedikit banyak aku masih yakin bahwa secara fisiologis ataupun karakter akan ada yang diturunkan dalam keluarga. Pasti ada kemiripan satu sama lain,“ ujarnya.

Lalu, kata Putri, dia mulai membayangkan karakter seperti apa yang bisa dia ambil ditambah mengobrol dengan keluarga HOS Tjokroaminoto untuk mendapat gambaran sosok yang diperankannya sebagai istri pahlawan nasional itu.

Hal itu diakui Putri cukup berat karena ia harus berakting di hadapan keluarga, menghidupkan kembali sosok Suharsikin dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

“Satu yang jelas dari Ibu Suharsikin, beliau seorang wanita yang sangat teguh sebagai seorang istri. Tujuanku bukan menjadi tokoh yang sememukau itu, tapi senyata mungkin,“ tegasnya. (MI)
FIT

Sumber : metrotvnews.com