Liga Inggris – Sejak kepindahannya ke Manchester United, Jose Mourinho memang melakukan perubahan pada banyak sisi secara teknis ataupun non-teknis. Dari formasi permainan ia sudah jelas menanggalkan gaya bermain Louis Van Gaal dan menerapkan gaya bermainnya sendiri. Untuk sisi non-teknis, cara Mourinho melahirkan permainan terbaik dari para pemainnya bisa dikatakan jauh dari kata kuno.

Lihat saja Henrikh Mkhitaryan. Pemain sayap berkebangsaan Armenia tersebut sempat melakoni awal karir yang sukar di MU. Ia sempat tidak masuk skuat inti, bahkan juga tidak di bangku cadangan, untuk sejumlah laga. Mourinho pun mengungkapkan bahwa ia tidak mempunyai perkara dengan Mkhitaryan. Kini, setelah menerima ‘treatment’ dari Mourinho tersebut, Mkhitaryan berubah menjadi salah satu pemain vital untuk sektor depan United.

Terkini, ada nama Anthony Martial yang sepertinya mendapatkan hal yang sama seperti Mkhitaryan. Setelah pada awal musim nomor punggungnya ‘dibajak’ oleh Zlatan Ibrahimovic, Martial pun tidak kunjung masuk ke skuat inti Mourinho. Performa gemilangnya musim lalu pun seakan hanya menjadi memori belaka. Tapi, dalam sejumlah laga terakhir, Martial sedikit demi sedikit mulai mampu meraih hati Mourinho. Performa pemain berkebangsaan Perancis tersebut perlahan tapi pasti mulai menampilkan grafik yang menanjak.


Satu nama yang juga diberi pelayanan khusus oleh The Special One ini adalah Luke Shaw. Tapi, lain hal dengan dua rekannya di atas, Shaw terlihat kesulitan untuk membalas pelayanan Mourinho tersebut dengan baik. Dalam 10 pekan terakhir, Shaw hanya satu kali tampil untuk skuat inti pada laga FA Cup kontra Wigan Athletic di babak sebelumnya. Bahkan, pemain belakang belia Inggris it upun belum lagi merasakan tekanan Premier League sejak laga antara The red Devils dengan Burnley di bulan Oktober lalu.

Cedera mungkin sempat menghalangi perkembangan Shaw musim ini. Tapi, saat ini sudah lebih dari satu bulan sejak Shaw pulih dari cederanya dan masih tidak dipercaya oleh Mourinho. Padahal, bila melihat pasukan The red Devils, dibandingkan dengan Marcos Rojo atau Daley Blind yang sering diletakkan di posisinya, Shaw merupakan bek kiri yang lebih natural dari kedua sosok tersebut.

Perkembangan Shaw di MU mungkin sedikit terhalang, disamping karena cedera, juga karena kesulitan MU selama dikomandoi oleh Van Gaal. Selama dua setengah tahunnya di Old Trafford, Shaw baru mengantongi 42 penampilang di semua kompetisi. Tentu ini bukanlah yang diinginkan MU ketika mengeluarkan dana 28 juta pounds bagi sang pemain di musim panas 2014. Belum lagi celaan dari Mourinho yang kecewa atas performa Shaw pada laga kontra Watford. Mungkin inilah yang menjadi penghalang bagi Shaw sejauh ini.

Kendati demikian, menurut orang-orang yang dekat dengan sang punggawa tersebut, mereka mengungkapkan bahwa tidak ada masalah dengan Mourinho. Sang juru taktik pun nampaknya masih menganggap Shaw sebagai pemain yang cukup vital bagi MU. Luke hanya perlu bekerja keras dan bersabar. Ia menunjukkan semangatnya dan Mourinho mengatakan bahwa ia tidak memiliki masalah dengannya. Dengan pertandingan FA Cup yang menunggu mereka malam nanti, mungkin sudah waktunya bagi Mourinho kembali memberikan jam terbang pada Shaw untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi Opsi utama di tim The Red Devils.