Sukses PAN di Tengah Konflik Internal Golkar dan PPP

Sukses PAN di Tengah Konflik Internal Golkar dan PPP

Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) sukses menggelar Kongres ke-IV di salah satu hotel di Nusa Dua, Bali. Sementara, dua seniornya Partai Golkar dan

Putusan Sela PTUN Keluar, Kubu Ical Merasa Menang
PTUN Kabulkan Gugatan Golkar Kubu Ical
Syarat Agung Laksono Yang Diperuntukkan Aburizal Bakrie

Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) sukses menggelar Kongres ke-IV di salah satu hotel di Nusa Dua, Bali. Sementara, dua seniornya Partai Golkar dan PPP masih berkutat dengan konflik internal.

Ketua Umum PAN Hatta Rajasa membuka Kongres pada Sabtu 28 Februari, sekitar pukul 19.00 WIB. Ketua Steering Committee Kongres PAN Taufik Kurniawan menyatakan  setidaknya enam ratus kader PAN menghadiri Kongres.

Hatta melaporkan pertanggungjawaban kinerjanya selama memimpin PAN. Kongres juga menjadi pertarungan antara Hatta dengan Zulkifli Hasan memperebutkan kursi orang nomor satu di PAN. Suasana di lokasi Kongres sangat meriah.

Dalam rentetan kongres, pendukung Zul dan Hatta kerap bersorak di luar ruang rapat. Kedua kubu saling meneriakkan nama calon yang mereka dukung untuk membakar semangat. Kedua kubu dinilai memiliki dukungan yang sama besar.

Namun, kericuhan justru pecah di ruang sidang pleno yang tengah membahas tata tertib persidangan. Baru beberapa jam sidang dibuka, pembahasan tata tertib ini diwarnai kericuhan lantaran ada perwakilan DPW yang dicoret sebagai peserta.

Lantaran takut kericuhan berlanjut, pemilihan ketua umum yang sedianya dilakukan Senin (2/3/2015) dipercepat menjadi Minggu, 1 Maret, malam. Panitia memberlakukan pemilihan ketua umum dengan sistem voting tertutup untuk menghindari kericuhan.

Zul dipastikan mengambil alih kursi ketua umum setelah meraih 292 suara unggul enam suara dari inkumben. Air mata bahagia nampak berlinang di mata Zul. Dia kemudian disahkan sebagai nahkoda baru partai berlambang matahari ini. Teriakan massa pendukung menggema.

Tak lama berselang, besan Amien Rais itu langsung menyalami Hatta dan berpelukan. Pelukan itu cukup lama. Keduanya juga tampak saling berbisik. Kisruh pendukung pendukung Zul dan Hatta tak berlanjut hingga meja hijau.

Saat PAN sukses menggelar Kongres, suasana berbeda terjadi di Golkar dan PPP. Partai Golkar masih terbelah, kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie. Pengadilan mengembalikan persoalan itu untuk diselesaikan di internal partai. Mahkamah Partai, sebagai pihak yang berwenang belum mengeluarkan putusan, pengurus mana yang sah.

Partai Golkar sudah terbelah sejak akhir 2014. Penyebabnya, kubu Agung tak terima dengan agenda Munas Golkar yang disusun pengurus versi Aburizal Bakrie.

Sementara, konflik di internal PPP semakin panas setelah PTUN menerima gugatan PPP kubu Djan Faridz terkait pengesahan Kemenkum dan HAM terhadap kepengurusan PPP pimpinan Romahurmuziy dan membatalkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2014.

Pagi ini, kubu Romi mengajukan banding atas putusan PTUN ke PT TUN.
TRK

Sumber : tribunnews.com

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
Butuh bantuan? Chat Online 24 Jam