Terbitkan Surat Utang, Brantas Abipraya Tahan Rasio Pinjaman

Terbitkan Surat Utang, Brantas Abipraya Tahan Rasio Pinjaman

Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) berusaha keras mempertahankan rasio pinjaman terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER). dari posisi DER

Mantan Menteri Hingga Mantan Dirut Bank Jadi Komisaris BRI
BRI Bagi Dividen Rp 7,27 Triliun
Rasio Dividen Bank BUMN Turun Jadi 25 Persen

Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) berusaha keras mempertahankan rasio pinjaman terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER). dari posisi DER perseroan di level 3.19 kali di tahun buku 2014.

“Dalam menahan rasio DER. kami terbitkan surat utang atau obligasi Rp300 miliar. sebesar Rp50 miliar atau setara 16.67 persen dari total obligasi akan digunakan untuk refinancing atau pembiayaan kembali atas pinjaman bank.” ujar Direktur Brantas Abipraya. Sudi Wantoko. ketika ditemui dalam acara Due Diligence Meeting & Public Expose Penawaran Umum Obligasi I Brantas Abipraya Tahun 2015. di Hotel Ritz Carlton Pacific Place. Jakarta. Selasa (3/3/2015).

Dia menjelaskan. penerbitan obligasi ini bisa memperbaiki struktur keuangan perseroan. Sebab anak usaha selalu mengambil dana dari modal kerja perseroan. sehingga mengakibatkan terganggunya dana perseroan.

Sudi mengakui. perseroan memiliki utang di beberapa bank yaitu Bank Mandiri. BRI. dan Bank DBS. Selama tiga tahun ini. posisi DER perseroan berhasil ditekan ke level 3.19 kali di akhir tahun lalu. dari posisi sebesar 3.55 kali di 2013 dan 3.24 kali di 2012.

“Kita tahan DER supaya tidak jatuh. Kami ada utang di Mandiri. BRI dan DBS. Untuk pelunasan utang ini. kami ambil porsi masing-masing.” tukasnya.

Seperti diketahui. Brantas Abipraya berencana menerbitkan surat utang atau obligasi pertama kali sebesar Rp300 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Investmen Banking Bahana Securities. Novita Lubis. menjelaskan. obligasi perseroan kali ini yang mencapai Rp300 miliar memiliki kisaran bunga dari 10.75-12.00 persen. Obligasi ini telah memperoleh peringkat BBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).Sumber : Metrotvnews.com

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS:
Butuh bantuan? Chat Online 24 Jam