Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa setiap bayi yang terlahir dari ibu yang miliki kebiasaan merokok di masa kehamilannya akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan sistem sarafnya dan bahaya merokok juga akan jauh lebih berbahaya bagi tumbuh kembang janin.

Oleh karena itu, dalam hal ini setiap ibu hamil sangat penting untuk menyadarai dan memahami akan bahaya merokok bagi kesehatan bayi yang dikandung. Dengan membiasakan merokok ketika hamil, maka akan membiarkan bayi yang anda kandung beresiko terkontaminasi dengan beragam bahan kimia yang berbahaya.

Perlu kita ketahui, rokok menyimpan kandungan karbon monoksida yang berimbas pada terhambatnya asupan nutrisi dan aliran oksigen pada bayi di dalam kandungan. Kondisi tersebut dapat memperlambat pernapasan bayi dan menjadikan denyut jantungnya berdetak lebih cepat. Nah, di bawah ini akan dibahas lebih lanjut apa saja bahaya merokok bagi ibu hamil yang perlu anda ketahui.

1. Resiko bayi terlahir cacat

Akibat merokok di masa kehamilan yang paling berbahaya ialah bayi yang lahir miliki resiko cacat. Dalam hal ini, biasanya bayi akan mengalami cacat jantung bawaan. Dipaparkan dalam studi di Centers for Disease Control and Prevntion (SCS) Amerika Serikat bahwa bayi yang terlahir dari ibu perokok akan mengalami cacat jantung bawaan 20 hingga 70 persen.

Apabila semakin banyak rokok yang dihisap di masa kehamilan, maka akan semakin besar juga resiko sang bayi terlahir cacat jantung. Tak hanya itu, ibu hamil yang tidak mampu meluputkan kebiasaan merokok juga mengalami cacat anggota tubuhnya, baik pada bagian kaki, lengan, atau bibir sumbing.

2. Komplikasi kehamilan

Bahaya merokok yang tidak dapat terluputkan bagi ibu hamil adalah resiko mengalami plasenta previa dan abrupsio, dimana kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan yang sangat serius, sehingga bisa menyebabkan pendarahan yang parah pada masa kehamilan. Tak hanya itu, kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan resiko kematian bagi bayi dan juga ibu.

3. Terganggunya perkembangan janin

Bayi yang terlahir dari ibu hamil yang miliki kebiasaan merokok ialah masalah prilaku dan kognitif lainnya. Dalam sebuah penelitian pun dipaparkan bahwa ibu hamil yang tergolong sebagai perokok akan memiliki bayi yang keterbelakangan mental hingga 50 persen.

Kondisi ini tidak hanya akan terjadi bagi ibu perokok aktif saja, tapinya juga bagi ibu perokok pasif. Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa ibu hamil yang lingkungan sekitarnya merupakan perokok aktif akan meningkatkan resiko kelahiran dengan berat badan yang kurang dari rata-rata.

4. Bayi terlahir prematur

Bahaya merokok bagi ibu hamil berikutnya adalah mendongkrak resiko bayi terlahir secara prematur. Seorang ibu hamil yang tidak mampu meluputkan kebiasaan merokok, maka di minggu pertama kehamilannya akan menghambat tumbuh kembang janin. Hal tersebut diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi penting dan oksigen yang dibutuhkan bayi saat berada di kandungan.

Lebih parahnya lagi, kebiasaan merokok pada masa kehamilan juga akan menyebabkan terjadinya keguguran. Tapinya, apabila bayi bisa bertahan, besar kemungkinan akan terlahir secara prematur. Umumnya, kelahiran bayi secara prematur ini lebih rentan terhadap penyakit di masa tumbuh kembangnya.

5. Bayi terlahir dengan berat rendah

Kebiasaan merokok yang sudah mendarah daging bagi Ibu hamil, kemungkinan besar bayinya akan terlahir dengan berat rendah. Bayi yang terlahir dengan kondisi tersebut lebih tinggi resikonya mengalami cacat mental, gangguan kesehatan, hingga kematian. Oleh karena itulah, betapa pentingnya bagi setiap ibu hamil untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat demi keselamatan bayi dan ibunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.