Banyak mitos yang menyebutkan jika penyakit usus buntu diakibatkan oleh mengasup terlalu banyak makanan pedas. Faktanya, salah satu penyebab penyakit ini adalah susah buang air besar atau tidak lancarnya buang air besar.

Dr. dr. Inge Permadhi, MS,SpGK, menyebutkan bahwa selain mengasup makanan pedas, ada mitos juga yang menyebutkan bahwa usus buntu disebabkan oleh kurangnya asupan gizi di dalam tubuh. Nyatanya, kekurangan gizi tidak memiliki efek jangka panjang pada usus buntu.

“Makanan tidak sehat yang diasup setiap harinya memang memiliki efeknya yang kurang baik untuk kesehatan. Sejatinya, usus buntu berkaitan dengan kotoran yang ada di dalam tubuh,” papar Inge.

Inge menyebutkan bahwa ia pernah menemukan pembuktiannya ketika melakukan operasi kepada seorang pasien yang mengidap usus buntu. Berdasarkan hasil penelitiannya tersebut, ia meyakini bahwa usus buntu terjadi karena jarangnya seseorang buang air besar.

“Ketika melakukan operasi itu, tampak begitu banyak feses yang mengendap di sekitar rongga usus. Hal ini disebabkan karena susahnya buang air besar. Usus buntu ini diawali dari tubuh yang kurang mendapatkan serat sehingga feses di dalam tubuh susah untuk dikeluarkan oleh tubuh dan tertimbun di dalam usus berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan,” tambahnya.

Untuk itu, setiap kita dianjurkan untuk mengasup makanan yang kaya akan serat, sehingga proses buang air besar lancer dan rutin. Dengan demikian, kita akan terhindar dari penyakit usus buntu yang cara pengobatannya harus dilakukan dengan tindakan operasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.